
Saat Peng Peng tanya kenapa dia bisa ada di sini, Qi Sheng malah mengklaim kalau dia tengah melarikan diri dari para pembunuh dengan bersembunyi di dalam air. Mendengar itu, Peng Peng jadi berpikir kalau para pembunuh lah yang menang.
"Kitalah yang menang."
"Lalu kenapa kau tampak kalah? Di mana para pengawalmu itu?"
"Aku tidak mendapat cukup udara saat berenang dan menghantam bebatuan yang membuat tanganku tidak bisa bergerak."
Menduga kalau lengannya Qi Sheng patah, Peng Peng pun pergi mencari ranting untuk menstabilkan lengannya.
Saat dia sedang sibuk mencari, Jiu Wang datang menyusulnya karena dia cemas, mengira Peng Peng bertemu hewan buas.
Peng Peng memberitahu kalau dia bertemu Qi Sheng di sungai. Jadi lebih baik Jiu Wang bersembunyi darinya, mereka berdua jangan sampai bertemu.
__ADS_1
Tepat saat itu juga, Jiu Wang melihat sesuatu di belakangnya. Peng Peng sontak takut mengira ada binatang buas betulan, tapi tidak. Perlahan dia berbalik... dan mendapati Qi Sheng ada di belakangnya.
Peng Peng langsung tertawa sok centil sambil pura-pura menyapa Jiu Wang seolah mereka kebetulan bertemu barusan. Qi Sheng menatapnya tajam lalu melempar jubahnya untuk menutupi tubuh Peng Peng sebelum kemudian mengalihkan perhatiannya pada Jiu Wang.
Kedua pangeran itu saling melotot dengan sengit sampai Peng Peng takut kalau mereka akan berkelahi di sini.
Mendengar lengan Qi Sheng terluka, Jiu Wang menyarankan mereka untuk mencari tempat lain agar Jiu Wang bisa membantu memperbaiki lengannya Qi Sheng.
Jiu Wang merasa serangan para pembunuh itu aneh. Apa mungkin mereka orang luar yang menyamar jadi tentara mereka. Menurut Qi Sheng, para pembunuh itu takkan mungkin bisa punya kesempatan untuk menyerang jika mereka tak mengetahui jejak militer kerajaan.
"Tak kusangka dia akan berani melakukan itu," ujar Jiu Wang.
"Aku juga tak menyangka. Biasanya aku selalu meremehkannya."
__ADS_1
Melihat interaksi mereka, Peng Peng ikut menebak. Apa mungkin Pangeran Zhao? Awalnya dia tidak percaya karena Zhao itu kan pengecut. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, Peng Peng mulai percaya.
Zhao memang bisa saja melakukan itu. Dia punya motif untuk melakukannya. Apalagi dia sudah lama memakai topi hijau itu. Kalau dia melakukan hal ini, pasti karena kesabarannya sudah habis.
"Kalian masih belum tahu artinya topi hijau, yah? Kukasih tahu kalian, topi hijau artinya istrimu selingkuh."
Mendengar itu, Qi Sheng tiba-tiba berjalan menjauh lalu menyuruh Peng Peng mendekat. Begitu Peng Peng berdiri di hadapannya, Peng Peng tiba-tiba menci~m bibirnya yang jelas saja membuat Jiu Wang kesal.
"Jika kau berani membuatku memakai topi hijau, akan kubunuh pria itu." Ancam Qi Sheng.
Peng Peng diam-diam nyinyir. Qi Sheng tidak tahu kalau kemarin dia sudah melakukan pernapasan buatan dari mulut ke mulut dengan Jiu Wang, mereka bahkan tidur bersama semalam.
Pura-pura jadi cewek lugu dan lemah, Peng Peng meyakinkan Qi Sheng untuk tidak khawatir, dia tidak punya keberanian untuk melakukan hal itu.
__ADS_1
Tepat saat itu juga, mereka mendengar teriak-teriakan dari kejauhan. Karena mereka tak tahu apakah pasukan yang mencari mereka adalah pasukan kerajaan atau pembunuh, mereka pun bersembunyi untuk mengintip pasukan itu.