
Kedua pangeran itu dan Peng Peng terus saling menatap dengan curiga. Tapi tiba-tiba api membakar perkemahan mereka. Para pengawal kontan membuat barisan untuk melindungi Qi Sheng dan Peng Peng.
Tak berapa lama kemudian, pasukan pembunuh datang dan langsung menyerang semua orang. Sementara para pria sibuk bertarung, Peng Peng sibuk sendiri mondar-mandir kebingungan tak tahu harus bagaimana.
Tiba-tiba salah satu pembunuh menargetnya. Panik, Peng Peng berusaha menyerang si pembunuh dengan melempar batu-batu terdekat dan sukses menimpuk kepalanya.
Satu pembunuh jatuh, datanglah pembunuh kedua. Tak punya senjata lagi, Peng Peng malah bergaya s~~si untuk merayu si pembunuh, tapi gagal. Si pembunuh sontak mengayunkan pedangnya untuk membunuh Peng Peng.
Tapi untunglah Yang Yan datang tepat waktu dan menyayat si pembunuh. Jiu Wang menyuruhnya melarikan diri. Peng Peng berlari ke dalam hutan seorang diri dan Qi Sheng melihatnya menghilang ditelan kabut.
Tiba-tiba dua orang pembunuh mengejar Peng Peng. Jiu Wang langsung pergi mengejar mereka. Qi Sheng pun berniat menyusul, tapi seorang pengawal menghadangnya karena dia sudah ditugaskan oleh Kaisar untuk melindungi keselamatan Putera Mahkota.
__ADS_1
Kedua pembunuh itu berhasil mengejar Peng Peng. Peng Peng mencoba menakut-nakuti mereka dengan bergaya ala jagoan kungfu. Tapi mereka tidak takut dan langsung saja menyerangnya.
Untunglah Jiu Wang tiba tepat waktu. Dia berusaha melawan mereka, tapi salah satu pembunuh berhasil melukainya. Mereka mencoba menyerang Peng Peng lagi, tapi Jiu Wang berhasil menghalau dan menyeret Peng Peng melarikan diri.
Di perkemahan, para prajurit berhasil mengalahkan semua pembunuh dan Qi Sheng langsung pergi mencari Peng Peng.
Peng Peng memapah Jiu Wang hingga mereka tiba di sungai. Tak ada jalan lain, mereka memutuskan untuk berenang menyeberangi sungai itu. Tapi di tengah-tengah sungai, Jiu Wang tiba-tiba pingsan. Peng Peng terpaksa harus berenang sembari menyeretnya.
Para prajuritnya sudah mengatasi kedua pembunuh itu dan meminta Qi Sheng untuk kembali, takut pasukan pembunuh datang lagi. Qi Sheng menolak dan langsung berteriak-teriak memanggil Peng Peng, tapi tak ada jawaban.
Teringat kenangan mereka selama ini, Qi Sheng memutuskan berenang menyeberangi sungai itu dan memerintahkan para prajuritnya untuk berpencar.
__ADS_1
Dia terus berenang dan berenang sembari berpikir. "Zhang Peng Peng, hidupmu adalah milikku. Kau tidak diizinkan mati!"
Peng Peng susah payah menyeret Jiu Wang ke tepi sungai. Dia mencoba membangunkan Jiu Wang dengan berbagai cara, tapi dia tetap tidak bangun.
Terpaksa Peng Peng harus memberinya pernapasan buatan. Tapi karena dia tidak mau bibir mereka terlalu nempel, CPR-nya jadi aneh banget.
Tepat saat dia sedang meniupkan udara ke mulut Jiu Wang, Jiu Wang tiba-tiba melet dan terbangun. Peng Peng sontak menjauh dengan canggung.
Dia lalu membantu Jiu Wang berdiri dan membawanya mencari tempat di hutan untuk berlindung. Peng Peng berterima kasih karena Jiu Wang menyelamatkannya tadi.
"Aku tidak tahan melihatmu terluka."
__ADS_1
Peng Peng lalu mengecek lukanya Jiu Wang dan merobek pakaiannya sendiri untuk dijadikan perban, sementara Jiu Wang hanya diam memandanginya dengan penuh cinta. Tapi tiba-tiba dia pingsan lagi.