CINTA SEJATI SANG RATU

CINTA SEJATI SANG RATU
BAB 92


__ADS_3

"Aku akan berusaha yang terbaik untuk menjagamu nanti. Kau harus berhati-hati."


"Pegang tanganku."


Suku Tartar mengeluarkan tahanan, Ying Yue, yang jelas saja membuat Qi Sheng dan Peng Peng keheranan. Peng Peng tidak menyangka kalau Qi Sheng ternyata tidak sanggup membunuh Ying Yue.


"Aku mengirimnya ke tempat yang jauh, kukira dia tidak akan bisa melakukan apapun lagi."


Mengira kalau Ying Yue adalah Permaisurinya Qi Sheng, Kepala Suku Tartar mengancam Qi Sheng untuk memilih Ying Yue atau Kota Ping Ning.


Qi Sheng jadi galau, dia jelas tidak akan membiarkan siapapun menguasai Kota Ping Ning. Tapi Ying Yue adalah warganya. Apapun keputusan yang dia buat akan salah.


Peng Peng punya ide dan langsung berteriak memberitahu mereka bahwa hanya dialah satu-satunya wanita yang ada di hati Kaisar. Entah dari mana mereka mendapatkan wanita yang pura-pura jadi Permaisuri itu.


Saat Kepala Suku tak mempercayainya, Peng Peng malah semakin memprovokasinya dan meledeknya sampai Kepala Suku marah dan memerintahkan pasukannya untuk melepaskan anak panah.

__ADS_1


Panah-panah itu melesat ke arah Peng Peng. Qi Sheng kontan panik melemparkan dirinya untuk menamengi Peng Peng hingga punggungnya terkena salah satu panah.


Jatuhnya Qi Sheng membuat pasukan mereka tak punya pemimpin. Maka Peng Peng pun sengaja melukai dirinya sendiri dan Yang Shou mengumumkan bahwa Suku Tartar telah melukai Permaisuri, jadi mereka harus membunuh suku Tartar dan membalaskan dendam Permaisuri.


Qi Sheng segera dibawa kembali ke kamp dan tabib melapor bahwa panahnya memang tidak melukai organ inti, tapi panah itu hampir mengenai jantungnya.


Qi Sheng terbangun saat itu dan menyuruh semua orang keluar agar dia bisa bicara dengan Peng Peng.


Menyadari dirinya sekarat, Qi Sheng memberitahu Peng Peng bahwa walaupun tadi dia ragu untuk memilih antara Ying Yue dan Kota Ping Ning, tapi dia sudah tidak punya perasaan apapun pada Ying Yue, dia hanya merasa kasihan jika dia mati.


Takut dirinya takkan selamat, Qi Sheng memberikan berbagai instruksi apa-apa saja yang harus Peng Peng lakukan untuk menyelamatkan dirinya sendiri jika dia mati dan menyuruhnya untuk membantu putra mereka naik tahta.


Tapi Peng Peng tidak mau dengar dan tidak mau memahami apapun yang Qi Sheng katakan, dia hanya ingin Qi Sheng tetap hidup dan kembali bersamanya dengan selamat.


"Pergilah sekarang, tabib akan mencabut panahnya."

__ADS_1


Peng Peng menolak pergi, tapi para pengawal menyeretnya keluar. Peng Peng terus memberontak dari mereka dan berteriak. "Qi Sheng, aku mencintaimu."


Para tabib mencabut panah itu darinya dan Qi Sheng berusaha keras menahan rasa sakitnya. Mendengar jerit tertahannya, Peng Peng begitu ketakutan hingga dia pingsan.


Peng Peng terbangun keesokan harinya dan mendapati Qi Sheng terbaring di sisinya. Qi Sheng langsung menggodanya karena dia pingsan duluan semalam dan memberitahu kalau Zhao sudah kembali dan pasukan musuh sudah mundur.


"Kau meneriakkan tiga kata itu semalam, tentang kau mencintaiku. Seluruh pasukan pasti sudah mengetahuinya sekarang."


"Aku memang ingin semua orang tahu. Bagaimana denganmu?"


"Peng Peng, aku memujamu."


"Jangan gunakan kata-kata tertulis, aku ingin mendengar kau mengatakan kalau kau mencintaiku."


"Peng Peng, aku mencintaimu."

__ADS_1


__ADS_2