CINTA SEJATI SANG RATU

CINTA SEJATI SANG RATU
BAB 76


__ADS_3

Ini hadiah balasan atas kantungnya Peng Peng. Dia selalu membawa kantung itu ke mana-mana, jadi dia berharap Peng Peng juga akan membawa aksesoris ini ke mana-mana.


"Aku mungkin akan dikirim ke perang di Gurun Utara. Hatiku akan selalu bersamamu. Bahkan sekalipun aku mati di medan perang, aku takkan punya penyesalan."


"Jiu Wang, terima kasih atas kebaikanmu. Jangan khawatir, hatiku akan selalu bersamamu."


Kasim Qiang datang untuk menyampaikan pesan Qi Sheng. Ia meminta Peng Peng untuk datang ke ruang belajarnya sekarang. Kasim Qiang menyarankannya untuk pergi sekarang. Kaisar mungkin sudah menyiapkan hadiah romantis untuk Peng Peng.


Setibanya di sana, Peng Peng langsung mencari-cari hadiahnya, tapi tidak menemukannya di mana-mana. Katanya mau ngasih hadiah, mana hadiahnya. Qi Sheng sedikit membentangkan kedua tangannya dan berkata. "Ini hadiahnya."


Peng Peng langsung kepedean memeluknya. Tapi Qi Sheng langsung mendorongnya dan menjelaskan kalau hadiah yang dimaksudnya adalah buku-buku ini.


Mulai sekarang, Qi Sheng sendiri yang akan mengajari Peng Peng agar Peng Peng bisa mengajari Qi Hao nantinya.

__ADS_1


"Mulai sekarang, kau harus selalu bersamaku."


Peng Peng senang-senang saja bisa menghabiskan waktu bersama Qi Sheng. Dia berusaha menulis indah pakai kuas, tapi jadinya malah belepotan, sampai wajahnya pun belepotan tinta.


Saat Qi Sheng memberitahunya, Peng Peng malah memanfaatkannya untuk merayu Qi Sheng dan berusaha menyodorkan wajahnya. Tapi Qi Sheng cuek.


Saat Qi Sheng mengkritiki tulisannya, Peng Peng manja memintanya untuk menuntunnya secara langsung. Jadilah Qi Sheng menggenggam tangan Peng Peng dan menuntunnya untuk menulis dengan baik dan benar.


Tapi Peng Peng bahkan tidak peduli sedikitpun dengan tulisannya dan terus fokus menatap Qi Sheng. Saat Qi Sheng menyuruhnya membaca, Peng Peng malah sibuk mengagumi tangan indah Qi Sheng dan menautkannya dengan tangannya sendiri dan terus ngotot meminta Qi Sheng untuk selalu menuntunnya menulis.


"Apa itu artinya aku harus belajar sendirian?"


"Menulis cuma langkah awal. Ada banyak hal lain yang akan kuajarkan padamu nantinya."

__ADS_1


Mendengar itu, Peng Peng mendadak berubah antusias lagi.


Dalam apel pagi hari itu, Qi Sheng dan para pejabatnya membahas masalah perang yang terjadi di beberapa kawasan perbatasan. Karena itulah, Qi Sheng berencana melakukan serangan di utara.


Para menteri melapor bahwa orang-orang dia seluruh negeri menuduh Qi Sheng suka perang dan tak suka kedamaian, makanya dia selalu mengirim pasukan dan pada akhirnya membuat mereka kekurangan sumber penghasilan.


Mereka bahkan menuduh rencana serangan di utara itu hanya alasan Qi Sheng untuk bepergian dan bersenang-senang. Karena itulah, mereka memohon agar Qi Sheng memikirkan semua omongan masyarakat ini.


Di tengah seriusnya rapat, tiba-tiba terdengar suara Peng Peng lagi ngorok di sebelah. Qi Hao yang sekarang sudah bisa jalan sendiri, tiba-tiba lari-lari mengelilingi para pejabat.


Peng Peng kontan terbangun dan buru-buru mengejar putranya itu sambil meminta maaf pada para pejabat dalam Bahasa Inggris. Qi Hao mendadak menangis dan Peng Peng gagal menenangkannya.


Qi Sheng yang sedari tadi hanya diam dan menatap putranya dengan senyum, langsung mengambil alih Qi Hao dari Peng Peng dan berhasil menenangkannya dengan cepat.

__ADS_1


Seorang menteri memprotes Qi Sheng karena menurutnya kurang pantas memangku Qi Hao di singgasana. Qi Sheng tidak terima dan tidak suka dengan kekolotan mereka.


__ADS_2