
"Aku hanya ingin membantu memenuhi harapanmu."
"Paduka tahu harapanku?"
"Bukankah kau bilang kau kemari ingin berdoa untuk pernikahanmu?"
Ah, iya. Dia memang mengatakan itu. Ying Yue bilang padanya kalau dia tidak bisa melayani suaminya dengan hanya kecantikan. Ucapan Ying Yue benar-benar menohok hatinya, makanya dia ingin datang kemari untuk berdoa agar mereka bisa hidup harmonis selama-lamanya.
Tapi Qi Sheng sepertinya mencurigainya punya rencana lain dan menyarankannya untuk menyerah saja. Peng Peng langsung tegang mendengarnya, cemas kalau-kalau Qi Sheng mengetahui sesuatu.
Berusaha tetap tenang, Peng Peng menyangkal punya rencana apapun. Dia cuma ingin seperti burung kecil dalam sangkar emas yang semua kebutuhannya terpenuhi tanpa perlu bekerja keras.
"Kau bukan burung dalam sangkar. Kau Permaisuri yang mengawasi kerajaan bersamaku."
Belakangan ini Peng Peng selalu menyebut-nyebut Ying Yue. Mengingat sifatnya Peng Peng, dia pasti cemburu seperti di masa lalu. Dia akan membiarkan Peng Peng menemukan kembali semua sifat-sifat lamanya sedikit demi sedikit.
__ADS_1
"Aku akan menoleransimu, memanjakanmu dan mencintaimu hingga kau mau menggenggam tanganku dan berdiri di sisiku."
Tercengang mendengar pengakuan cintanya, Peng Peng tanya apakah Qi Sheng kerasukan cowok playboy. Lalu apa yang Qi Sheng harapkan di sini?
"Berharap orang di sampingku, memiliki harapan yang sama denganku."
Mereka lalu meneruskan perjalanan. Peng Peng memberitahunya untuk berhati-hati terhadap binatang buas biarpun dia sudah menempatkan penjaga di sekitar area ini. Peng Peng santai, yang penting ada api dan takkan ada hewan buas yang berani mendekat.
Tapi Qi Sheng secara ambigu berkata kalau dia jauh lebih takut pada orang-orang terdekat yang jauh lebih menakutkan daripada hewan buas.
"Tidak perlu. Kau cuma perlu memilih jalan yang benar, maka kau tidak akan bertemu dengan serigala dan harimau."
Semakin tak tenang mendengar ucapan Qi Sheng yang penuh arti itu, Peng Peng cuma bisa berharap Yang Yan takkan datang...
Sayangnya, tepat saat itu juga, terdengar suara gelak tawa Yang Yan dan Ling Ling. Peng Peng cepat-cepat mengisyaratkan mereka dengan tatapan mata dan mereka pun berakting seolah mereka tak sengaja bertemu lalu bergegas mengajak mereka ke kuil.
__ADS_1
Setibanya di sana, Peng Peng membisiki Ling Ling kalau Qi Sheng mencurigai sesuatu, jadi lebih baik batalkan rencana bertemu Jiu Wang. Ling Ling meyakinkannya untuk tidak cemas, dia sudah menyiapkan plan B, itu kan yang selalu Peng Peng ajarkan.
Ling Ling mendadak menjatuhkan dirinya ke kolam bunga teratai, Yang Yan langsung ikutan nyebur sambil jejeritan super heboh padahal airnya cetek selutut.
Peng Peng jadi punya alasan untuk menjauh dari Qi Sheng. Setelah menemani Ling Ling ganti baju, dia langsung ngomel-ngomel karena mereka ngotot bertemu di sini padahal dia tidak setuju.
Tapi tepat saat juga, Jiu Wang datang bersama Jenderal Yang yang memberitahu Peng Peng bahwa sebentar lagi, Qi Sheng akan mengirim tentara ke daerah Gurun Utara.
Kali ini Qi Sheng sendiri yang akan memimpin pasukan, saat itulah mereka bisa melaksanakan rencana mereka, membunuh Qi Sheng.
"Secepat itu?" Tanya Peng Peng yang tampak begitu tercengang.
"Kenapa? Apa Yang Mulia tidak ingin kesempatan ini datang terlalu cepat?"
Peng Peng canggung menyangkalnya dan beralasan kalau ini terlalu cepat saja, dia takut mereka takkan punya cukup waktu untuk bersiap. Jiu Wang meyakinkannya untuk tidak cemas, serahkan saja segalanya padanya.
__ADS_1