
Baru dipikirkan, Qi Sheng mendadak muncul untuk berterima kasih karena Peng Peng sudah membantu menyelesaikan perkara di ruang leluhur tadi. Tidak masalah, Peng Peng pamit dulu.
Belum juga sempat bangkit, Qi Sheng memerintahkannya duduk kembali. Dia hanya ingin bicara lebih lama dengan Peng Peng.
Saat Peng Peng menerobos masuk untuk bicara dengan ibunya tadi, apakah karena Peng Peng khawatir terjadi sesuatu yang buruk padanya? Peng Peng mengakuinya.
"Kau benar-benar sangat berbeda dari dirimu yang dulu." Komentar Qi Sheng
Dia merasa Peng Peng sekarang jadi lebih rasional dan lebih pengertian terhadap orang lain.
"Sekarang, kau semakin menarik perhatianku. Kita sudah beberapa tahun menikah. Kau memang cukup banyak menderita dan aku agak merasa bersalah karenanya dan ingin menemukan cara untuk menebusnya."
Peng Peng risih mendengar pengakuannya dan meyakinkan kalau Qi Sheng tidak perlu menebus apapun. Qi Sheng tampak kecewa mendengar jawaban Peng Peng dan memutuskan pergi.
__ADS_1
Peng Peng lalu minum-minum sampai mabuk sambil curhat ke Lu Li. Rasanya dia mau menangis saja. Jangankan punya anak dengan Qi Sheng, memikirkan disentuh Qi Sheng saja rasanya sungguh mengerikan.
Peng Peng terus menerus menenggak araknya hingga membuat Lu Li sedih melihatnya seperti ini. Peng Peng benar-benar ketakutan, apalagi dia dipaksa mengandung anak.
Dia hanya ingin bisa bebas makan dan minum-minum dan berkencan dengan banyak gadis. Tapi Langit bahkan tak mau memberikan semua itu padanya. Peng Peng tiba-tiba pingsan dalam dekapan Lu Li
Tak lama kemudian, err... seseorang membopongnya ke kasur. Dalam pandangannya yang mengabur, Peng Peng melihat orang yang ada di hadapannya itu Lu Li.
Keesokan harinya, Lu Li membangunkan Peng Peng dengan senyum geli soalnya dia sebenarnya tidak enak untuk membangunkan Peng Peng. Dia pasti sangat lelah semalam.
Yakin kalau yang bersamanya semalam adalah Lu Li, Peng Peng menggoda tangan Lu Li sambil bertanya-tanya apakah mereka berdua bisa terus seperti ini begitu kembali ke istana nanti.
Lu Li terkikik mendengarnya. "Yang Mulia, aku rela melakukan apapun untukmu."
__ADS_1
Dalam perjalanan kembali ke istana, Peng Peng melihat ada bekas ****** di leher Qi Sheng (Wah, jangan-jangan?).
Yakin kalau Qi Sheng pasti bersama Ying Yue semalam, Peng Peng langsung nyerocos panjang lebar, menceramahi Qi Sheng untuk tidak terlalu memanjakan wanita. Qi Sheng tak mengerti apa sebenarnya maksud Peng Peng.
"Aku hanya berbagi pengalaman cinta dan prinsipku. Bukannya aku pamer yah, tapi jika pengetahuanku ini dipublikasikan, entah ada berapa banyak anak muda yang akan menganggapnya sebagaiĀ 'ayat suci cinta'."
"Bagaimana bisa dalam semalam kau berubah penuh omong kosong lagi?"
Menurut Peng Peng, tidak masalah jika Qi Sheng menyukai Ying Yue. Tapi dia memperingatkan, secantik apapun wanita, dia tidak akan bisa melawan dari yang namanya menua.
Kesal mendengar ucapan Peng Peng, Qi Sheng sontak mengusirnya dari kereta dan meninggalkannya di tengah jalan.
Peng Peng benar-benar kesal, memangnya dia salah ngomong apa sampai Qi Sheng marah dan mengusirnya. Lu Li heran kenapa mereka jadi begini lagi padahal mereka berdua in~~m semalam.
__ADS_1