CINTA SEJATI SANG RATU

CINTA SEJATI SANG RATU
BAB 72


__ADS_3

Qi Sheng mendapat kabar baik. Perang di selatan sudah berakhir, Jenderal Yang berhasil merebut kawasan Yun Xi. Karena itulah, dia memerintahkan Kasim Qiang untuk mengadakan pesta penyambutan begitu Jenderal Yang kembali ke ibukota nanti.


Beberapa waktu kemudian, Peng Peng mendadak menemukan banyak jerawat di mukanya. Heran, masa pubernya kan sudah lewat, kenapa dia masih jerawatan?


Tabib Zhang datang tak lama kemudian untuk memeriksanya dan mendiagnosa kalau Peng Peng jerawatan karena kelebihan energi Yin. Intinya itu kekurangan... tapi Peng Peng langsung menyela, dia jadi seperti ini pasti karena dia jablai, kan?


Tabib Zhang mau menjelaskan maksudnya yang sebenarnya. Tapi Peng Peng langsung mengusirnya, meyakini diagnosisnya sendiri yang paling tepat.


Sudah sebulan Qi Sheng tak pernah datang mengunjunginya. Qi Sheng membuatnya merasakan sesuatu yang nikmat lalu tiba-tiba saja Qi Sheng melarangnya merasakannya lagi, pantas saja energi dalamnya tidak seimbang dan akhirnya dia jadi jerawatan.


Lu Li cemas karena besok adalah pesta penyambutan Jenderal Yang. Bagaimana bisa Peng Peng bertemu Qi Sheng dengan muka penuh jerawat seperti itu?

__ADS_1


Peng Peng langsung antusias mendengarnya. Kalau begitu besok dia bisa bertemu Qi Sheng lagi, jerawatnya bisa sembuh sekarang!


Di pesta, Peng Peng mencoba menggoda Qi Sheng (di hadapan para tamu undangan), tapi Qi Sheng bahkan tidak meliriknya sedikitpun. Peng Peng mencoba cara lain dengan memberinya sayuran, tapi Qi Sheng malah curiga dengan sikapnya yang mendadak sok baik.


"Masa? Terlalu kentara, yah? Kalau begitu, aku akan mencoba menguranginya. Kau tidak suka sayuran, yah? Kalau begitu, akan kuambilkan daging untukmu. Makanlah dagig biar kau punya tenaga dan kuat."


Tapi Qi Sheng tetap saja cuek. Tak menyerah, Peng Peng mencoba membuatnya mabuk. Qi Sheng malah menyuruhnya balik ke tempat duduknya.


"Melindungi? Aku tidak butuh perlindunganmu. Kau di sini malah membuatku tak nyaman. Tolong jaga jarak dariku."


Kesal, Peng Peng bersedia mengalah. Tapi... nanti anterin dia pulang ke istana Xing Sheng, yah. Qi Sheng tak menanggapinya dan beralih mengajak semua tamu bersulang lalu pergi tanpa mengajak Peng Peng.

__ADS_1


Peng Peng jelas kesal. Tapi masalah merayu Qi Sheng dengan cepat menghilang dari pikirannya karena dia merasa ada yang aneh dengan situasi ini. Saat Zhao mendekat, Peng Peng memberitahukan kecemasannya padanya.


Qi Sheng tiba-tiba menghadiahkan emas ribuan tanah untuk keluarga Yang. Bukankah semua itu terlalu berlebihan? Zhao tidak merasa ada yang aneh, Jenderal Zhang kan berhasil merebut sebuah wilayah untuk kerajaan mereka, pantaslah kalau dia mendapat hadiah besar.


"Iya. Tapi Qi Sheng bahkan tidak melirikku sedikitpun. Dia bahkan tidak melihat jerawat di mukaku ini. Menurutku, ini pasti keadaan tenang sebelum badai. Sepertinya aku tidak akan bisa melindungi posisiku sekarang ini."


Jiu Wang gantian mendekat. Peng Peng menyuruhnya untuk memperingatkan Yang Yan agar lebih berhati-hati. Dia takut terjadi sesuatu.


"Dan juga, aku agak bingung belakangan ini. Aku jadi semakin bingung saat melihatmu. Jadi kalau tidak ada urusan mendesak, kita tidak usah bertemu."


Qi Sheng bertemu dengan Jenderal Yang dan Menteri Fang untuk mendiskusikan rencana mereka. Qi Sheng merasa bersalah karena rencananya ini harus melibatkan keluarga Yang, tapi Jenderal Yang benar-benar setia, dia rela melakukan apapun demi membantu Qi Sheng.

__ADS_1


__ADS_2