
"Jika aku cuma orang biasa, apa dia akan memaafkanku?"
"Jika anda pria biasa, dia pasti tidak akan memaafkan anda."
"Jika orang ini meminta maaf berkali-kali, akankah dia memaafkannya?"
"Itu tergantung situasi."
Peng Peng melamun gelisah saat Kasim Qiang tiba-tiba mengumumkan kedatangan Kaisar. Peng Peng langsung antusias mengecek penampilannya sebelum kemudian membuka pintu untuk Qi Sheng.
Peng Peng mengundangnya masuk, tapi Qi Sheng tak nyaman untuk masuk ke sana lagi dan bersikeras mau bicara di luar saja.
Sebagai Kaisar, dia memang berhak melakukan apapun pada Permaisurinya. Tapi Qi Sheng tidak suka memaksakan dirinya pada orang lain.
__ADS_1
"Sudah terjadi. Bukankah itu namanya munafik?"
Karena itulah, Qi Sheng memutuskan untuk menghormati Peng Peng dan tidak akan memaksa Peng Peng melakukan sesuatu yang tidak Peng Peng inginkan.
Mulai hari ini, dia akan melakukan apapun untuk menyingkirkan semua kecurigaan Peng Peng padanya. Caranya, dia tidak akan menyentuh Peng Peng lagi dan jaga jarak darinya.
Setelah Qi Sheng pergi, Peng Peng mengulang kata 'jaga jarak' dengan sedih, jelas bukan itu yang dia harapkan dari Qi Sheng.
Setelah itu, Qi Sheng mendatangi Ying Yue lagi. Ying Yue mengklaim kalau dia turut bahagia mendengar kabar hubungan Qi Sheng dan Peng Peng yang semakin membaik.
Ying Yue panik meyakinkan Qi Sheng kalau dia sudah tidak lagi mengharapkan cintanya Qi Sheng. Dia hanya ingin berada di sisi Qi Sheng.
Tapi Qi Sheng menolak. Jika Ying Yue bersamanya, itu hanya akan membuatnya semakin merasa bersalah pada Peng Peng. Itu juga bisa membuatnya menyalahpahami perasaannya sendiri dan menyakiti Ying Yue.
__ADS_1
"Aku memberimu kesempatan untuk memulai hidup baru, kuharap kau mengerti."
Ying Yue semakin panik dan berusaha memohon-mohon. Tapi Qi Sheng langsung memanggil Kasim Qiang yang masuk membawakannya secangkir arak.
Yakin kalau itu arak beracun, Ying Yue meminumnya dengan gemetaran lalu menari untuk yang terakhir kalinya sembari mengingat kenangan masa-masa indah mereka berdua... hingga akhirnya dia roboh (mati?).
Saat Peng Peng mendengar kabar Qi Sheng pergi ke kediamannya Ying Yue, dia langsung mengirim Lu Li untuk menyelidikinya. Tapi tak lama kemudian Lu Li kembali dengan panik karena dia tidak diizinkan masuk oleh penjaga.
Peng Peng menduga kalau mereka berdua pasti sedang mendiskusikan cinta. Cemas kalau Qi Sheng akan segera memberi Ying Yue status, Peng Peng memutuskan pergi ke sana.
Tapi setibanya di sana, mereka malah mendapati tempat itu sudah kosong dan hanya ada seorang kasim yang sedang membereskan tempat itu. Kasim mengaku tak tahu, dia hanya tahu kalau Ying Yue menghilang setelah dipaksa minum arak beracun.
Peng Peng terkejut mendengarnya, Qi Sheng tidak mungkin melakukan itu. Apa sebenarnya yang dia pikirkan? Lu Li santai saja. Biar saja Ying Yue mau mati atau tidak, yang penting dia sudah tidak ada di istana lain.
__ADS_1
"Kau benar. Siapa peduli dengan apa yang Qi Sheng pikirkan. Asalkan Nyonya Jiang tidak lagi berada di istana, dia bukan ancaman bagiku lagi."
Tapi Ying Yue sebenarnya masih hidup. Saat dia terbangun, dia mendapati dirinya ada di dalam sebuah kereta yang membawanya jauh entah kemana.