
Zhao terpaksa memberitahu Ibu Suri kalau dia seperti ini karena wajahnya jerawatan gara-gara patah hati tapi bukan karena Ying Yue. Ibu Suri senang mendengarnya, siapa dia? Berasal dari keluarga mana?
"Namanya adalah Lu Li."
Alih-alih marah karena Zhao berhubungan dengan pelayannya Permaisuri, Ibu Suri malah senang, malah ia sendiri yang mengusulkan pernikahan mereka. Besok ia akan mengumumkan pernikahan mereka.
Tapi berhubung statusnya Lu Li terlalu rendah, Ibu Suri juga memutuskan untuk mengangkat statusnya Lu Li dalam pengumuman besok.
Rencana sukses, mereka pun pulang. Tapi dengan sangat menyesal Peng Peng harus memberitahu Kasim Qiang bahwa satu-satunya cara baginya untuk menyelamatkan Lu Li adalah dengan cara menyetujui Lu Li menikah dengan Zhao.
Kasim Qiang shock mendengarnya. Bagaimana bisa mereka keluar cuma sebentar dan begitu kembali Lu Li malah sudah jadi istrinya Zhao? Rasanya sulit sekali harus menerima semuanya dalam waktu sesingkat ini.
__ADS_1
Dia mau menangis saja. Tapi Peng Peng menyuruhnya untuk melaksanakan tugas dulu sebelum menangis. Beritahu dua orang yang dikirim Qi Sheng kalau Lu Li sekarang milik Pangeran Zhao. Jika mereka masih ingin membunuhnya, maka mereka harus menghadapi Ibu Suri.
Kasim Qiang akhirnya pergi dengan berurai air mata. Tangis Lu Li pun pecah saat menatap punggung Kasim Qiang yang semakin menjauh darinya. Kenangan-kenangan flirting mereka yang indah kembali tergiang dalam benaknya.
Keesokan harinya, Kasim Qiang melaporkan masalah ini pada Qi Sheng yang jelas marah sekaligus kagum dengan cara Peng Peng menangani semua ini hanya dalam waktu semalam.
Dia sebenarnya tidak benar-benar berniat untuk membunuh Lu Li. Dia melakukan itu hanya supaya Peng Peng menunjukkan kelemahannya padanya. Dia hanya ingin Peng Peng mengakui kesalahannya, tapi dia malah melakukan semua itu. Peng Peng benar-benar tidak memahami hatinya.
Kasim Qiang terus menangis walaupun dia mengklaim kalau dia tidak menangis, dia cuma tidak enak badan.
Ying Yue jelas senang dikunjungi Qi Sheng lagi dan menawarkan teh. Berbeda dengan Peng Peng yang biasanya selalu cuek, Ying Yue bisa melihat kelelahan dan kegelisahan yang tergambar jelas di wajah Qi Sheng dan menduga kalau penyebabnya adalah karena cinta.
__ADS_1
"Kau pikir kau mengenalku sebaik itu? Jangan sok pintar."
"Maaf kalau saya salah bicara, tapi itu karena saya sudah bertahun-tahun mengenal Paduka. Saya hanya mencoba menebak perasaan Paduka dan membantu menyingkirkan semua masalah dan kekhawatiran Paduka."
"Kalau begitu katakan padaku, apa masalahku?"
"Ada dua macam cinta. Tidak bisa meninggalkan cinta atau tidak bisa memintanya. Kurasa karena Paduka tidak bisa memintanya."
Qi Sheng tidak menyangka kalau Ying Yue lah yang pada akhirnya paling memahaminya, seandainya saja dia juga seperti Ying Yue.
Ying Yue berkata kalau dia sudah menyesali perbuatannya. Dia hanya ingin berada di sisi Qi Sheng bahkan sekalipun dia harus turun derajat jadi pelayan.
__ADS_1
Dengan begitu dia akan bisa membantu menyelesaikan masalah Qi Sheng dan menjadi teman bicara bagi Qi Sheng. Qi Sheng setuju.
Lu Li sedang mencoba menarik perhatian Peng Peng. Saat akhirnya Peng Peng tanya ada apa, Lu Li berkata kalau Pangeran Kecil tadi menangis sangat keras saat disusui pengasuhnya. Dia pasti sangat merindukan ayahnya yang sudah dua hari ini belum berkunjung.