CINTA SEJATI SANG RATU

CINTA SEJATI SANG RATU
BAB 84


__ADS_3

Peng Peng tidak berpikir sejauh itu. Dia hanya berpikir kalau Qi Sheng mungkin benar-benar sakit dan menunggunya, maka dia harus pergi ke sana.


Keesokan harinya, Ibu Suri menyerahkan penawar racunnya pada Peng Peng sebelum dia pergi. Peng Peng berjanji kalau dia akan membawa Qi Sheng kembali dengan selamat, jadi Ibu Suri jangan khawatir.


"Peng Peng, kau benar-benar bukan wanita biasa. Kau jauh lebih kuat daripada yang kukira. Jika kalian berdua bisa kembali dengan selamat, kalian harus menghargai hubungan perkawinan kalian."


Peng Peng pun pamit. Para pengawal sudah menyiapkan kereta kuda untuknya. Tapi Peng Peng menolak dan bersikeras mau menunggang kuda saja agar mereka bisa lebih cepat sampai.


*Flashback setengah bulan yang lalu di Gurun Utara.*


Karena mereka sudah berhasil memenangkan beberapa peperangan kecil, Jiu Wang berusaha memanfaatkan kesempatan dengan menyarankan agar Qi Sheng memimpin pertempuran besar melawan suku Tartar.

__ADS_1


Tapi Jenderal Yang kurang setuju, menurutnya waktunya belum tepat. Mereka masih harus mengalahkan beberapa benteng penting lainnya. Baru saat itulah mereka bisa bertemu suku Tartar dalam pertempuran.


Karena Zhao diam saja, Qi Sheng langsung berpaling padanya dan meminta pendapatnya. Zhao santai berpendapat bahwa dipikirkan sebaik apapun tidak akan membuat perang ini tertunda.


Baiklah, kalau begitu, Qi Sheng memerintahkan Zhao untuk memimpin pasukan untuk merebut benteng dekat Gurun Utara. Semua orang jelas terkejut mendengarnya, bahkan Zhao pun tak percaya mendengarnya. Dia menerima perintah itu walaupun dia sangat bingung.


Setelah rapat usai, Zhao meyakinkan Jiu Wang untuk tidak cemas. Walaupun Qi Sheng mengirimnya ke medan perang untuk membantunya, tapi Zhao tidak bisa dibeli semudah itu. Jiu Wang jangan salah paham, ini cuma bisnis.


"Jenderal Yang, memimpin pasukan dan memahami orang itu berbeda. Manusia adalah makhluk yang paling sulit dipahami di dunia ini. Tapi Pangeran Zhao, kurasa aku mengenalnya dengan sangat baik."


Zhao orang yang berhati lembut dan berbudi. Walaupun dia kelihatan bodoh, tapi dia perhatian dan menyelesaikan semua masalah dengan bersahaja. Qi Sheng percaya pada Zhao, dia tidak mungkin membuat keputusan jika dia tidak yakin.

__ADS_1


"Aku mempercayakan misi penting ini pada Zhao karena aku yakin dia bisa meralat kesalahannya dan memilih jalan yang benar di masa depan."


Dan dia juga memerintahkan Jenderal Yang untuk terus diam-diam menyelidiki orang-orang mencurigakan dalam pasukan mereka.


Jiu Wang dan Zhao bertemu di tengah hutan dan mendiskusikan Jenderal Yang. Zhao yakin kalau dia sebenarnya orangnya Qi Sheng dan Qi Sheng sudah pasti sudah tahu rencana mereka. Zhao rasa, rencana mereka tidak akan berhasil.


Karena itulah Jiu Wang tadi menyarankan agar Qi Sheng memimpin peperangan dan saat Qi Sheng sedang bertarung, mereka akan punya kesempatan untuk beraksi.


"Adik ke-9, apa kau bodoh? Walaupun itu mungkin berhasil, tapi saran untuk memimpin perang itu tidak seharusnya datang dari kita."


Jiu Wang menyarankan hal itu, bukankah itu namanya mengundang kecurigaan? Benar, Jiu Wang baru sadar. Kalau begitu, sekarang mereka hanya bisa beraksi di markas.

__ADS_1


Jiu Wang rasa mereka harus bertindak sekarang, ini waktu yang tepat. Karena Qi Sheng mempercayai Zhao, maka Zhao harus memanfaatkan kepercayaannya ini dengan sebaik mungkin.


__ADS_2