CINTA SEJATI SANG RATU

CINTA SEJATI SANG RATU
BAB 56


__ADS_3

Peng Peng lagi jalan saat tiba-tiba saja dia tersandung dan perutnya sakit. Peng Peng langsung ketakutan dan menyuruh Lu Li untuk memanggilkan Tabib Zhang.


Tapi gara-gara kejadian waktu itu, Tabib Zhang sekarang agak ketakutan menghadapi Peng Peng. Bahkan belum mengecek nadinya saja, Tabib Zhang sudah gemetaran hebat duluan.


Peng Peng sampai harus meyakinkannya kalau dia tidak akan menghajarnya hari ini, baru Tabib Zhang berani mengecek nadinya dengan tangan masih gemetaran hebat.


Tiba-tiba dia menjerit heboh sendiri. "Anda baik-baik saja, Yang Mulia. Anda akan melahirkan dalam dua hari."


Dia berniat mau mengecek perutnya Peng Peng, tapi Peng Peng langsung ngamuk dan melayangkan tangan hendak menaboknya lagi. Tabib Zhang sontak ketakutan dan bergegas kabur dan DUK! kejedot tembok.


Tapi Peng Peng masih tidak tenang tentang Jiu Wang dan memutuskan pergi menemuinya untuk memastikan Jiu Wang masih ingat dengan janjinya.


Jiu Wang yang awalnya antusias menyambutnya, berubah kecewa mendengar Peng Peng datang hanya untuk itu. Tapi jangan khawatir, dia masih memegang teguh janji itu.


Bahkan untuk membuktikannya, dia memberikan sebilah pedang pada Peng Peng dan menyuruh Peng Peng untuk membunuhnya saja. Dengan begitu, Peng Peng tidak akan khawatir lagi.

__ADS_1


Peng Peng menempelkan pedang itu ke lehernya, tapi Jiu Wang bergeming hingga Peng Peng akhirnya mempercayainya dan membuang pedangnya.


Jiu Wang tegas meyakinkannya kalau dia akan selalu berada di pihaknya Peng Peng, dia hanya berharap Peng Peng tidak akan meninggalkannya.


"Aku bukan orang yang tidak menghargai persahabatan. Aku tahu aku berhutang banyak padamu."


"Kenapa kau bicara tentang kebaikan di antara kita? Apa kau masih tidak tahu bagaimana perasaanku padamu?"


"Aku tahu, tapi aku tidak bisa menjanjikan apapun padamu."


"Aku tidak butuh janji. Aku hanya ingin kau ingat bahwa semua yang kulakukan hanya untukmu."


"Sudah berapa lama dia di dalam?"


"Empat jam."

__ADS_1


"Kudengar melahirkan itu sakitnya sepuluh kali lipat daripada ditusuk pedang. Apa itu benar?"


"Saya rasa dua puluh kali lipat."


Tepat saat itu juga, terdengar jerit kesakitan Peng Peng dari dalam. Qi Sheng menyuruh Tabib Zhang melakukan sesuatu untuk meredakan sakitnya Peng Peng. Tapi tentu saja Tabib Zhang tak bisa melakukannya. Sejak zaman dahulu, semua wanita pasti akan kesakitan setiap kali melahirkan.


"Lancang! Berani sekali kau menyamakan ratuku dengan wanita biasa! Kuperintahkan kau mencari solusi untuk meredakan sakitnya!"


Seharian para bidan sibuk mondar-mandir. Malam tiba saat akhirnya pangeran kecil itu lahir. Qi Sheng memberitahu Peng Peng bahwa bayi mereka memiliki matanya Peng Peng.


"Kalau begitu aku tidak perlu khawatir. Kalau dia memiliki matamu, maka kita harus membawanya ke Korea untuk oplas."


"Kau bicara ngawur lagi. Jangan ajarkan itu pada anak kita."


Beberapa bulan kemudian, Lu Li mendandaninya sambil berkomentar bahwa sejak Peng Peng melahirkan, dia jadi semakin feminin. Hari ini adalah perayaan 100 hari Pangeran Kecil, Peng Peng pasti akan jadi bintang di mata semua orang.

__ADS_1


"Berhentilah bicara tentang feminin. Aku cuma melahirkan anak. Tapi di dalam hatiku, aku masihlah pria sejati."


Lu Li seperti biasanya, tidak terlalu ngeh dengan maksudnya Peng Peng. Saat dia melihat Peng Peng membuat kantung lagi, dia mengira kalau Peng Peng mau memberikannya untuk Qi Sheng. Tapi Peng Peng mengaku kalau kantung ini mau dia berikan pada Jiu Wang.


__ADS_2