
Saat Peng Peng menolak, Ying Yue malah menuduh Peng Peng menolak karena Peng Peng tidak menyukainya. Peng Peng menyangkal, dia justru sangat menyukai Ying Yue, sumpah. Dia juga menyukai anak dalam kandungan Ying Yue.
Ying Yue beralasan kalau dia memanggil Peng Peng untuk menanyakan masalah pelukis lalu beralih membahas tentang Qi Sheng yang pernah melukis dirinya.
Wah, Peng Peng tak menyangka kalau Qi Sheng bisa melukis juga ternyata. Peng Peng penasaran apakah lukisannya adalah lukisan semacam 'itu'?
Ying Yue mengklaim itu tidak penting karena yang paling penting adalah lukisan itu lambang ketulusan Paduka. Beliau bahkan duduk berjam-jam untuk melukisnya. Apa Paduka juga pernah menggambar Peng Peng?
Peng Peng menyangkal, dia tidak punya lukisan semacam itu soalnya dia lebih suka memotret. Ying Yue pura-pura prihatin dan meyakinkan kalau dia bukannya sengaja pamer.
Jangan khawatir, Peng Peng mengerti kok. Sepasang kekasih saling menggambar satu sama lain itu wajar.
__ADS_1
Keesokan harinya, para selir menggosip tentang lukisannya Ying Yue yang kabarnya menghilang. Mereka nyinyir karena Ying Yue mengklaim kalau hanya dia seorang yang pernah dilukis Kaisar, padahal mereka berempat juga pernah dilukis oleh Kaisar setiap kali beliau mabuk.
Menduga kalau Peng Peng belum mengetahui masalah ini, mereka pun pergi mendatangi Peng Peng yang sontak menyemburkan air yang diminumnya saat para selir itu memberitahu kalau Ying Yue menuduh Peng Peng sebagai pencuri lukisannya.
"Aku mencuri lukisannya?"
"Yang Mulia belum tahu, yah? Nyonya Jiang itu membuat keributan di Istana You Lan dan berkata kalau andalah yang mencuri lukisannya. Dia bahkan mau bertemu Kaisar gara-gara masalah ini."
Tapi Ying Yue mengklaim kalau Peng Peng mencuri lukisannya karena Peng Peng cemburu. Apa Kaisar sungguh tak pernah melukis Peng Peng? Tentu saja tidak. Karena pertemuan ini tak menghasilkan apapun, Peng Peng cepat-cepat membubarkan mereka.
Lu Li yang cemas, pergi menemui Kasim Qiang untuk menanyakan masalah ini. Tapi Kasim Qiang juga tidak tahu menahu karena saat ini Kaisar masih menyelidikinya.
__ADS_1
Kalau begitu, lukisan apa sebenarnya yang hilang itu? Kenapa Peng Peng tidak memilikinya? Tanya Lu Li.
Kasim Qiang merasa lukisan itu tidak penting. Tidak masalah juga Peng Peng memilikinya atau tidak karena semua orang di istana, termasuk Kasim Qiang, juga memiliki lukisan seperti itu.
Waktu Kaisar mabuk waktu itu, beliau menggambarnya juga. Lega, Lu Li pun langsung pergi tanpa mempedulikan Kasim Qiang yang kecewa ditinggal begitu saja.
Di dalam, Qi Sheng bertemu dengan Jiu Wang. Qi Sheng menduga kalau Jiu Wang tidak sibuk kan belakangan ini? Jiu Wang nyinyir mengklaim bahwa walaupun tidak ada masalah besar, tapi dia sibuk menangani banyak sekali hal-hal kecil dalam istana.
Berarti Jiu Wang lumayan nganggur. Dia punya kemampuan, tapi tidak punya tempat untuk menunjukkannya. Jadi, bagaimana kalau Qi Sheng memberikan sebuah tugas yang bisa menunjukkan kemampuannya Jiu Wang? Jiu Wang setuju.
"Di Istana You Lan, Nyonya Jiang diduga kehilangan lukisannya. Selidikilah situasi di sana," perintah Qi Sheng.
__ADS_1
Malam harinya, Yang Yan menyelinap masuk ke kamarnya Peng Peng. Tapi pada saat yang bersamaan, ada penyusup lain yang diam-diam mengintip Yang Yan.