
Karena Qi Sheng tidak mengikutsertakan keluarganya Peng Peng, Lu Li berpikir kalau Qi Sheng pasti ingin melindungi Peng Peng dan keluarganya.
Peng Peng berpikir masalah ini bisa dilihat dari dua sisi. Dari sisi positif, mungkin itulah alasannya. Tapi dilihat dari sisi negatif, Peng Peng yakin kalau Qi Sheng sedang berusaha menyingkirkan semua kekuasaan yang berhubungan dengannya lalu kemudian Qi Sheng akan menghancurkannya dan keluarganya.
Bagaimana bisa Peng Peng lupa kalau Dewa tak pernah membiarkannya hidup damai. Bagaimana bisa dia tertipu oleh Qi Sheng. Peng Peng bersumpah bahwa mulai hari ini, dia tidak akan lagi punya pikiran tidak senonoh terhadap Qi Sheng.
Saat Peng Peng sedang tidur, tiba-tiba seorang ninja menyelinap masuk kamarnya. Peng Peng awalnya mengira dia Yang Yan, tapi ternyata Jiu Wang.
Dia lalu menyerahkan surat wasiatnya Qi Sheng yang menyatakan Qi Hao sebagai penerusnya dan mengaku sudah membuat rencana terkait perang di Gurun Utara ini.
Sebagai Kaisar, Qi Sheng menolak mendengarkan saran para bawahannya dan bersikeras melakukan serangan di Gurun Utara sehingga menyebabkan negara melemah dan kebencian masyarakat... dan pada akhirnya menyebabkan kematiannya sendiri di medan perang.
__ADS_1
"Maksudmu, saat itu Qi Sheng..."
"Benar. Aku berencana memasukkan beberapa pembunuh dan selama perang berlangsung, mereka akan membunuh Qi Sheng tanpa diketahui siapapun."
"Apa metode ini akan sukses?"
"Melihat situasi sekarang ini, hanya ini yang bisa kita lakukan."
Begitu rencananya ini sukses, maka Peng Peng harus menggunakan surat wasiat ini untuk menjadikan Qi Hao sebagai Kaisar dan dengan begitu, Peng Peng akan menjadi Ibu Suri.
Jika rencana ini gagal, maka Jiu Wang yang akan menanggungnya sendiri. Jadi Peng Peng tidak usah cemas. Tercengang, Peng Peng berkata kalau dia takkan pernah bisa membalas semua perngorbanan Jiu Wang padanya. Dia berhutang banyak pada Jiu Wang.
__ADS_1
"Peng Peng, kenapa kau berkata seperti itu. Hatimu tidak berubah, kan? Kenapa kau bicara tentang hutang?"
Peng Peng terdiam sesaat tak bisa menjawabnya. Tapi kemudian dia mantap berkata kalau hatinya takkan berubah. Dia tidak akan pernah melupakan segala hal yang Jiu Wang lakukan untuknya dan menghormati perjanjian mereka.
"Baiklah kalau begitu, aku hanya berharap kau tidak mengkhianatiku."
Jiu Wang tiba-tiba memeluknya erat. Awalnya Peng Peng hendak membalas pelukannya. Tapi pada akhirnya dia mengurungkan niatnya, merasa tak sanggup membalas pelukannya.
Setelah Jiu Wang pergi, kaki Peng Peng langsung lemas saat dia melihat surat wasiat itu lagi dan teringat ucapan Qi Sheng bahwa Qi Hao akan menjadi penerusnya jika dia tidak kembali dari Gurun Utara dan Peng Peng harus mendampingi Qi Hao.
Lu Li tidak rela melepaskan Zhao pergi ke medan perang dan terus ngambek melarangnya pergi, tapi Zhao berhasil menenangkannya dengan cepat.
__ADS_1
Akhirnya tibalah saatnya Qi Sheng pergi ke medan perang. Tapi karena Peng Peng belum muncul, dia bersikeras menunggunya dulu.
Peng Peng sedang galau menatap pintu, bingung apakah dia harus melihat kepergian Qi Sheng atau tidak. Pikirannya menyuruhnya untuk tidak pergi, tapi kakinya tidak mau mendengarkannya... dan akhirnya dia lebih memilih menuruti kakinya dan langsung melesat keluar.