CINTA SEJATI SANG RATU

CINTA SEJATI SANG RATU
BAB 21


__ADS_3

Tapi Jiu Wang tetap menatapnya dengan penuh cinta dan berkata. "Perasaanku, masih sama seperti dulu. Perasaanku tidak pernah berubah untukmu."


"Qi Sheng! Qi Sheng! Kau selalu merindukan istri orang lain. Sekarang bagaimana? Istrimu sendiri dirindukan pria lain." Pikir Peng Peng sebelum melanjutkan pelototannya.


Dia mencoba meminta Jiu Wang untuk memperhatikan lautan lampion itu saja. Tapi Jiu Wang tak peduli dan berkomentar kalau Peng Peng sekarang sudah berubah.


"Apa kau ingat waktu kita masih kecil? Apapun permainan yang kita mainkan, atau saat kita bertengkar dengan pangeran lainnya, atau bersembunyi dari guru kita saat dia mengecek pekerjaan rumah kita, kau selalu diam-diam membantuku."


Mendiang Kaisar terdahulu selalu menyukai Qi Sheng dan karena itulah beliau menyuruh Kaisar yang sekarang untuk menjadikan Qi Sheng Putera Mahkota. Mendiang Kaisar juga sangat menyukai Peng Peng, makanya beliau sering mempertemukan Qi Sheng dan Peng Peng.


Pada akhirnya, segala sesuatunya berjalan sesuai keinginan Mendiang Kaisar. Tapi akibatnya membuat hubungan Peng Peng dan Jiu Wang jadi semakin renggang.


"Tapi kurasa Qi Sheng tidak tertarik padaku."

__ADS_1


Itu karena Qi Sheng selalu menerima banyak hal sejak dia kecil. Makanya dia tidak tahu bagaimana caranya mendapatkan sesuatu, kehilangan sesuatu atau bagaimana menghargai sesuatu.


"Peng Peng, kau lebih menyukaiku sejak kau masih kecil. Hatimu seharusnya masih sama seperti dulu dan belum berubah, kan?"


"Walaupun Qi Sheng memperlakukanku agak dingin dan kejam, tapi tetap saja aku adalah istri Putera Mahkota. Jika aku terus menyukaimu..."


Jiu Wang kecewa mendengarnya. Tapi bagaimanapun, perasaannya pada Peng Peng takkan pernah berubah.


Peng Peng kembali tak lama kemudian sambil memanggil Lu Li dan memintanya untuk membuatkannya teh... tapi malah mendapati Qi Sheng menunggunya di sana.


Tapi Qi Sheng malah berkata. "Jangan kau kira aku tidak tahu kemana kau pergi. Luka di wajahmu belum sembuh, seharusnya kau lebih banyak istirahat."


Peng Peng langsung bersikap sok manis. Terima kasih atas perhatiannya, tapi apa yang Qi Sheng lakukan di sini selarut ini?

__ADS_1


"Kau istriku, apa aku perlu alasan untuk datang kemari?"


"Tidak, tidak. Asalkan kau senang, kau boleh melakukan apapun yang kau suka."


Kalau begitu, Qi Sheng menyuruh Peng Peng untuk memijatnya. Dia lelah karena seharian membantu Kaisar membaca berbagai laporan.


Kesal, Peng Peng berniat mau memijatnya dengan kasar. Tapi belum sempat melakukan apapun, Qi Sheng tiba-tiba menariknya hingga dia mendarat di pangkuan Qi Sheng.


Melihat mereka lagi mesra, Lu Li diam-diam merangkak keluar. Qi Sheng tanya, pria seperti apa yang Peng Peng sukai. Dia suka pria yang sederhana, dewasa dan serius, atau pria yang tampan, romantis dan periang.


Peng Peng jelas tidak suka pria. Yang dia inginkan hanyalah hidup damai sebagai pria tampan. Akhirnya dia menjawab dengan suara semanis madu bahwa tidak penting tipe pria seperti apa yang dia sukai.


"Kalau begitu Peng Peng, antara aku dan Pangeran Ke-9, siapa yang paling menarik perhatian wanita?"

__ADS_1


"Aku kan sudah bilang kalau itu tidak penting. Itu semua kehendak Langit. Lagipula aku kan istrimu."


Tidak puas dengan jawabannya, Qi Sheng menyuruh Peng Peng untuk menganggap ini sebagai pembicaraan santai tanpa memandang status dan hubungan mereka. Apapun yang Peng Peng katakan, Qi Sheng akan menganggapnya sebagai candaan saja.


__ADS_2