CINTA SEJATI SANG RATU

CINTA SEJATI SANG RATU
BAB 87


__ADS_3

Setelah menggotong Peng Peng cukup jauh, Yang Yan akhirnya menurunkannya. Dengan pedenya dia mengira kalau dia sudah berhasil menyelamatkan Peng Peng.


Peng Peng bingung kenapa sebenarnya Yang Yan membawanya kemari? Tentu saja menyelamatkan Peng Peng.


"Siapa yang menyuruhmu menyelamatkanku? Memangnya aku sedang dalam bahaya?! Bukankah aku menyuruhmu untuk mengirim surat ke Jiu Wang? Kenapa bisa terjadi sesuatu pada Qi Sheng?"


"Sebelum aku bisa bertemu Jiu Wang, aku menerima kabar kalau Qi Sheng diracuni dan kau, Permaisuri, dibawa (seperti tahanan) ke Gurun Utara."


"Jangan-jangan Jiu Wang sudah berhasil dengan rencana pembunuhannya. Apa kau tahu bagaimana kondisi Qi Sheng?"


"Kau tanya aku? Mana kutahu. Bahkan sekalipun berita itu palsu dan kau dipaksa Qi Sheng untuk datang kemari, begitu kau di bawah kendalinya, kau akan celaka. Makanya aku menyelamatkanmu."


"Apa otakmu rusak? Memangnya kau melihat aku dipaksa kemari?"


"Jangan bilang kalau kau datang kemari atas keinginanmu sendiri?"

__ADS_1


Peng Peng membenarkan. "Aku datang atas keinginanku sendiri."


"Lalu apa yang kau lakukan di sini?"


"Kenapa juga kau peduli?!"


"Aku kan cuma mengkhawatirkanmu."


Yah sudahlah. Pokoknya dia baik-baik saja dan tidak dalam bahaya, ayo kembali. Yang Yan tidak mengerti kenapa juga mereka harus kembali. Tak bisa menjawab, Peng Peng pun berbalik pergi sendiri.


Langkah terhenti seketika, dia bahkan terdiam beberapa saat sebelum kemudian pura-pura menyangkalnya. Kalau begitu untuk apa seorang Permaisuri datang ke hutan belantara seperti ini alih-alih menjadi Permaisuri yang baik di istana.


"Benar. Aku khawatir, makanya aku datang kemari untuk mengecek keadaan."


Yang Yan kecewa. Dia tidak akan percaya pada cinta lagi. Dia mengira kalau Peng Peng dan Jiu Wang akan seperti Gadis Penenun dan Gembala Sapi, atau seperti Chang Er dan Zu Bajie.

__ADS_1


"Omong kosong apa itu! Aku tidak pernah jatuh cinta pada pria. Aku bahkan tak tahu bagaimana rasanya mencintai seorang pria. Sudahlah, ayo balik."


Yang Yan ngambek dan menolak balik. Yah sudah, Peng Peng pergi sendiri. Tapi ujung-ujungnya dia tersesat. Parahnya lagi, terdengar suara-suara lolongan serigala yang kontan membuatnya semakin ketakutan.


Tiba-tiba ada tangan merayap di pundaknya, tapi saat dia berbalik tak ada orang. Tangan itu menepuknya dan Peng Peng sontak jejeritan heboh, lalu tiba-tiba saja muncul penampakan hitam di hadapannya.


Peng Peng refleks menonjoknya sampai orang itu kejedot pohon bambu. Padahal dia Yang Yan yang cuma sedang menjahilinya dan sekarang mewek dengan hidung mimisan. Dia cuma mengkhawatirkan Peng Peng, makanya dia membuntutinya dan melindunginya.


Qi Sheng sedang membersihkan busurnya saat Jenderal Yang datang dan mengabarkan tentang Peng Peng yang diculik orang dalam perjalanan kemari. Shock, Qi Sheng langsung memimpin pasukan untuk mencari Peng Peng.


Yang Yan dan Peng Peng tersesat berhari-hari sampai akhirnya mereka kelelahan dan memutuskan istirahat dulu. Yang Yan punya persediaan makanan, tapi dia memutuskan untuk memberikannya pada Peng Peng padahal perutnya sendiri sudah keroncongan.


Lucu melihat ekspresinya Yang Yan, Peng Peng memutuskan untuk membagi rotinya dan Yang Yan langsung melahapnya dengan cepat. Tiba-tiba Yang Yan mewek lagi, menangisi nasibnya yang sejak lahir hidup enak, sekarang malah berakhir seperti ini.


"Yang Yan, kenapa kau murahan sekali."

__ADS_1


"Aku tidak murahan. Aku cuma imut."


__ADS_2