CINTA SEJATI SANG RATU

CINTA SEJATI SANG RATU
BAB 38


__ADS_3

Si kurir menyerahkan paketannya, tapi Ying Yue menyuruh si kurir untuk membukakannya. Ternyata Qi Sheng mengiriminya buah jeruk sukade. Ying Yue senang, Kaisar memang selalu memperlakukannya dengan baik.


Tapi melihat jeruk itu cuma setengah, si kurir menduga kalau maksud Kaisar mungkin beliau ingin putus dengan Ying Yue. Jika tidak, kenapa juga Kaisar mengiriminya setengah buah. Beliau bisa saja mengirimkan satu buah utuh.


Mendengar itu, Ying Yue menolak menerimanya. Ini pasti salah kirim, dia tidak mau tanda tangan. Beberapa hari yang lalu juga mereka salah kirim. Si kurir meyakinkan kalau dia tidak salah kirim karena paket ini dikirim lewat jalur VIP.


Ying Yue tetap menolak menerimanya dan memaksa si kurir mengembalikan buah itu. Dia bahkan menuduh Peng Peng sudah memperdayai Kaisar dan membodohinya. Tak mau menerimanya kembali, si kurir menyuruh Ying Yue mengembalikannya sendiri lalu buru-buru kabur.


Kasim Qiang dan Lu Li sibuk menata lilin-lilin dengan diawasi oleh Ibu Suri yang berniat membuat suasana romantis untuk Qi Sheng dan Peng Peng yang sampai saat ini belum mendapat keturunan.


"Yang Mulia, bagaimana anda bisa tahu kalau Permaisuri akan menyukai semua ini?" Tanya Lu Li


"Aku tidak tahu. Tapi aku tahu bahwa inilah yang biasanya dilakukan suamiku dan sangat efektif padaku."

__ADS_1


"Kalau begitu, saya harap Permaisuri juga akan menyukainya."


Ibu Suri menyuruh mereka menyelesaikan persiapannya sementara ia sendiri harus mengecek bajunya Peng Peng.



Peng Peng sudah memakai baju pilihan Ibu Suri dengan bingung. Apa sebenarnya rencana Ibu Suri, para pelayannya juga tak ada yang mau buka mulut.


Ibu Suri datang tak lama kemudian dan menuntut Peng Peng untuk memperlihatkan bajunya. Peng Peng ragu, tapi akhirnya dia menurut. Para kasim kontan terpesona dibuatnya.


Peng Peng penasaran, apa benar Ibu Suri sendiri yang men-design baju ini. Tentu saja, belakangan ini Ibu Suri suka men-design baju.


Ia bahkan mendatangkan seorang penjahit baju dari negara barat, namanya Wei Tuo Li... yang merupakan pengucapan Cina dari Victoria.

__ADS_1


Ibu Suri lalu membahas topik utama tentang event-nya ini. Tapi Peng Peng tak nyaman mendengarnya dan memutuskan menghindar dengan pura-pura sakit perut.


Selesai dengan persiapannya, Lu Li dan Kasim Qiang duduk berdua di luar sambil memandang bintang. Kasim Qiang malu-malu membahas mereka berdua, tapi Lu Li malah lebih memikirkan Kaisar dan Permaisuri dan menggerutui Ying Yue yang jadi penghalang di antara Qi Sheng dan Peng Peng.


"Kau mendengarkanku tidak sih?" Gerutu Kasim Qiang.


"Kau bicara apa? Kuperingatkan kau, sebaiknya kau tidak berencana apapun padaku. Jangan lupa statusmu."


Kasim Qiang tidak terima diremehkan dan mengingatkan Lu Li bahwa Kaisar sudah mengumumkan mendiskriminasi orang itu adalah sebuah kejahatan. Walaupun dia kasim, tapi dia punya martabat... dan perasaan juga.


"Aku tidak merendahkanmu. Aku hanya... tidak menyukaimu."


Qi Sheng datang tepat saat itu juga dengan keheranan. Ada masalah penting apa sampai Permaisuri memintanya datang secepat mungkin? Lu Li tersenyum malu-malu, lebih baik Qi Sheng langsung masuk saja, nanti juga dia akan tahu.

__ADS_1


MAAF KALAU CERITANYA KURANG JELAS SOALNYA LAGI SAMBIL NGERJAIN TUGAS.....


__ADS_2