
Peng Peng akhirnya terbangun tak lama kemudian dan langsung kesal menuntut kenapa Qi Sheng menipunya.
"Jangan bilang kau berharap aku mati?"
"Aku tidak mau kau mati."
"Aku hanya tidak menyangka kalau kau mengerjaiku lagi. Qi Sheng, permainanmu kali ini keterlaluan."
Tapi Qi Sheng tidak ada maksud untuk mempermainkan cinta Peng Peng. Dia hanya bertaruh dengan dirinya sendiri, bertaruh kalau Peng Peng akan datang kemari karena tak ingin melihatnya mati.
"Taruhanmu itu cuma sebuah permainan. Baik kau kalah atau menang, semuanya sudah direncanakan. Semakin seseorang tidak bisa mengontrol dirinya, dia akan semakin sulit melepaskan diri dari permainan itu."
Qi Sheng kehilangan kontrol karena Peng Peng. Karena itulah dia harus bertaruh. Dia benar-benar bahagia karena Peng Peng datang padanya, dan karena itulah dia janji takkan menipu Peng Peng lagi.
__ADS_1
Yang Yan mencuri lambang milik kakaknya untuk menyelinap masuk ke penjara tempat Jiu Wang disekap. Jiu Wang tak ingin melibatkan Yang Yan dan menyuruhnya pergi saja, tapi Yang Yan membujuknya untuk melarikan diri bersamanya. Jiu Wang masih ingin bertemu dengan Peng Peng kan?
Jiu Wang akhirnya terpengaruh dan buru-buru bertukar baju dengan salah seorang penjaga yang dengan senang hati membantunya kabur.
Lu Li menangis sekeras-kerasnya melihat Peng Peng yang masih tidur sampai Peng Peng terbangun oleh suara tangisnya.
Lu Li lega melihatnya sudah sadar. Beberapa hari ini dia menjaga Peng Peng dan melihatnya kurusan, hatinya benar-benar sakit melihat Peng Peng menderita seperti ini.
"Kau menderita bersamaku dalam perjalanan kemari. Aku tidak bisa melihatmu dan sangat cemas. Setelah melihatmu sekarang, aku bisa tenang."
Mood Peng Peng langsung memburuk mendengar nama Qi Sheng disebut-sebut. Lu Li jadi cemas mendengarnya. Apa semalam percakapan mereka tidak menyenangkan? Apa Qi Sheng akan melakukan sesuatu pada Peng Peng?
"Mungkin tidak, tapi..."
__ADS_1
"Tapi apa? Jangan menakutiku."
"Dia menunjukkan cintanya padaku. Tapi aku tidak siap menghadapi cintanya ini."
Lu Li senang, Kaisar menunjukkan cintanya itu kan sesuatu yang bagus. Peng Peng tidak setuju, Qi Sheng memang baik padanya, tapi juga pernah berniat membunuhnya. segala hal dalam hidupnya ada di tangan Qi Sheng. Dia tidak berani menerima orang seperti itu.
"Yang Mulia, Kaisar sedang sibuk berperang dan kau juga bersusah payah datang kemari. Jangan marah padanya lagi."
"Aku tidak semarah itu padanya. Hanya saja sejak saat aku mengetahui perasaannya padaku, aku tidak tahu bagaimana harus menghadapinya. Aku penasaran bagaimana keadaan Jiu Wang."
"Yang Mulia, kenapa antara pria dan wanita itu rumit sekali."
Jenderal Yang melapor bahwa Jiu Wang sudah melarikan diri dan ia yakin kalau pelaku yang membantunya kabur adalah Yang Yan. Ia sudah mengirim orang untuk mencari dan menangkap Jiu Wang.
__ADS_1
Yang Yan dan Jiu Wang bersembunyi dibalik tumpukan jerami di kandang kambing dan baru keluar begitu yakin keadaan aman. Jiu Wang cemas dengan Peng Peng. Sekarang setelah rencana pembunuhan ini terungkap, dia takut Qi Sheng melakukan sesuatu pada Peng Peng.
Yang Yan mengingatkannya untuk mencemaskan dirinya sendiri saja. Apa yang dia katakan di penjara tadi hanya untuk membujuk Jiu Wang kabur bersamanya. Tapi sepertinya Jiu Wang takkan bisa bertemu Peng Peng lagi.