
Lu Li melanjutkan ceritanya. Sekarang ini Putera Mahkota dan Pangeran Zhao sedang berlutut di luar Istana Sheng Ning untuk memohon keringanan hukuman untuk si selir jahat itu.
Lu Li heran. Kalau Pangeran Zhao melakukan itu sih wajar, soalnya Jiang Ying Yue kan istrinya Pangeran Zhao. Yang tidak wajar itu Putera Mahkota juga ikutan berlutut. Yang dilakukan Putera Mahkota itu kan sama saja mempermalukan Kaisar dan mempermalukan Peng Peng.
"Si Jiang Ying Yue itu. Mendorong Putera Mahkota ke dalam air itu bisa dihukum mati."
Mendengar itu, semangat Peng Peng langsung bangkit lagi lalu mengajak Lu Li untuk melihat situasi. Lu Li senang melihat Peng Peng penuh semangat, dia seperti dirinya yang biasanya kalau seperti ini.
Eh, kukira Jiang Ying Yue bakalan dihukum dengan penuh kekejaman ala-ala drama-drama kerajaan gitu, eh ternyata dia malah dihukum dengan cara digantung lalu diputar-putar sampai kepalanya pening lalu kedua telapak kakinya digelitiki pakai bulu angsa. Hahaha! Hukuman macam apa ini?
Kedua pangeran sedang berlutut di depan. Saat Peng Peng tiba di sana, dia langsung nyempil di antara kedua pangeran. Tapi Qi Sheng, sang Putera Mahkota yang duduk di sebelah kanannya tiba-tiba mengusirnya dengan dingin. Peng Peng menunjuk dirinya sendiri, bingung apakah pria itu sedang bicara padanya.
__ADS_1
Walaupun Peng Peng istrinya, tapi Qi Sheng tampak jelas tidak menyukainya dan ketus mengusirnya.
Peng Peng sinis menyuruh Qi Sheng untuk sopan dikit kalau ngomong. "You can you up, no can no BB (Kalau bisa, lakukan. Kalau tidak, diam aja)."
Qi Sheng cuma meliriknya bingung sebelum kemudian memutuskan geser menjauh. Peng Peng masa bodoh lalu mengalihkan perhatiannya pada Pangeran Zhao di sebelahnya dan tanya berapa lama mereka harus berlutut di sini.
Shock mendengar mereka harus berlutut selama satu tahun, Peng Peng kontan bangkit dan melesat mau masuk sambil berteriak-teriak memanggil Ibu Suri. Tapi para pengawal menghadangnya.
Di dalam, Ibu Suri tanya apakah kedua pangeran itu masih berlutut di depan. Pelayannya membenarkan, mereka sudah berlutut selama dua jam.
__ADS_1
Ibu Suri kesal mendengarnya. "Membuat keributan besar hanya karena satu wanita. Aku benar-benar malu pada mereka."
Pelayan memberitahu bahwa Peng Peng juga mencoba masuk kemari, tapi para pengawal menghadangnya. Tapi Ibu Suri tak suka mendengar ada pengawal yang berani menghadang Peng Peng. Sepertinya Ibu Suri sayang sama Peng Peng.
Ibu Suri akhirnya memutuskan untuk keluar dan Peng Peng balik berlutut bersama kedua pangeran. Qi Sheng langsung memohon agar Ying Yue dibebaskan.
Ibu Suri jelas kesal mengingatkan Qi Sheng bahwa seharusnya bukan dia yang memohon untuk Ying Yue. Qi Sheng sedih mendengarnya. Hmm... kayaknya dia cinta Ying Yue.
Peng Peng tiba-tiba berlari ke arahnya sambil mengklaim bahwa semua ini adalah salahnya, dialah yang merencanakan segalanya.
"Ini semua taktik saya untuk cari perhatian. Saya sudah menggunakan berbagai taktik (Ji) yang bisa saya pikirkan, termasuk Gong Xin Ji (drama TV). Jadi saya meminta agar saya dihukum mati."
__ADS_1
Ibu Suri bingung apa itu Gong Xin Ji, itu strategi militer apa? Itu tidak penting. Peng Peng ngotot kalau dia sengaja melakukan berbagai macam taktik licik untuk menyakiti Putera Mahkota. Hatinya sangat amat jahat.