
Kaisar sudah mangkat dan Qi Sheng naik tahta beberapa hari yang lalu dan mereka datang untuk menjemputnya atas perintah Qi Sheng.
Di istana, seorang kasim datang ke kediaman Jiu Wang dengan membawakan titah Kaisar dan menyuruhnya untuk berlutut. Jiu Wang tampak benar-benar marah mendengarnya, tapi terpaksa dia tetap melakukannya.
Berkat jasa Jiu Wang menyelamatkan Puteri Mahkota, Qi Sheng menghadiahkan seribu perak dan seribu hektar tanah dan menaikkan status politiknya 1 tingkat.
Jadi semua tugasnya Jiu Wang sebelumnya akan dialihkan ke departemen urusan dalam negeri. Dan pembatasan rumah tangga Jiu Wang juga akan dibebaskan.
Si kasim lalu mendatangi Pangeran Zhao dengan membawakan titah untuknya. Tapi Pangeran Zhao sedang mabuk berat dan terus menerus memaksa si kasim untuk minum.
Baru saat Qi Sheng datang, Zhao berhenti menyiksa si kasim. Zhao nyinyir, apa Qi Sheng datang kemari untuk mengejeknya? Bunuh saja dia kalau itu yang Qi Sheng inginkan. Qi Sheng menyangkal kalau Zhao akan mati, dia terlalu mencemaskan sesuatu yang tidak perlu.
Si kasim membacakan titahnya, tapi Zhao bersikeras menolak mendengarnya dan menutup kupingnya rapat-rapat.
__ADS_1
Dalam titahnya, Qi Sheng masih memandang hubungan persaudaraan mereka. Karena itulah, walaupun Zhao telah membuat beberapa anggota keluarga kerajaan dalam bahaya di Jiang Utara, tapi Qi Sheng memutuskan untuk memaafkan Zhao dari hukuman mati.
Dia akan tetap menjadi pangeran, tapi semua tugasnya dicabut dan dia harus tetap tinggal di dalam rumah.
Zhao jelas kesal dengan titah itu dan langsung membantingnya. Apa Qi Sheng pikir kalau dia akan berterima kasih hanya karena Qi Sheng tidak membunuhnya?
"Kau mengutuk hatiku. Itu jauh lebih kejam daripada membunuhku."
"Akan datang hari saat kau mengerti niatanku."
Lu Li menempelkan potongan-potongan mentimun ke wajah Peng Peng yang ngotot kalau dia merawat mukanya bukan karena dia jadi semakin girly.
Hanya saja selama beberapa hari mengalami kesulitan di perkemahan itu, mukanya jadi menua 10 tahun.
__ADS_1
"Hanya dengan memikirkan Qi Sheng saja sudah membuatku marah, kenapa dia mengurungku dia perkemahan itu sekian lama? Lu Li, apa kau tahu bagaimana aku melewati hari-hariku di sana?"
"Yang Mulia, kau sudah sangat menderita. Sekarang setelah kita kembali, hari-hari kita akan semakin membaik."
"Membaik apanya? Aku tidak bisa membiarkannya begitu saja."
Peng Peng pun langsung pergi mencari Qi Sheng untuk melabraknya. Saat dia datang, dia malah mendapati Qi Sheng sedang dipijat oleh dua orang wanita muda.
Jelas saja Peng Peng langsung nyinyir menyindirnya yang malah enak-enakan di sini. Dia menyarankan sebaiknya dia menyuruh kedua wanita ini pergi dulu karena apa yang akan dia katakan ini tidak pantas didengar oleh orang luar dan mungkin bisa merusak martabat kerajaannya.
Qi Sheng meyakinkan kalau apapun yang diucapkannya tidak akan didengar siapapun di sini selain dirinya.
"Baiklah. Kalau begitu aku akan bicara. Kau membuliku dan mengurungku di tenda itu sekian lama sementara kau malah enak-enakan sendiri di sini!"
__ADS_1
"Saat aku di Jiang Utara, lengan dan pundakku terluka. Ini saran dari tabib istana, dipijat sampai aku pulih kembali."
Tak percaya kalau ini pijatan biasanya, Peng Peng menuntut agar kedua pemijat itu memijatnya juga. Mendengar Peng Peng cemburu, Qi Sheng memegang tangan salah satu pemijat dan mengetuknya 3 kali.