CINTA SEJATI SANG RATU

CINTA SEJATI SANG RATU
BAB 30


__ADS_3

"Kalau aku tidak menobatkanmu, lalu siapa yang harus kunobatkan?"


Peng Peng tersenyum mendengarnya. Tapi kemudian Peng Peng memberitahu kalau Ying Yue ada di dalam.


Jadi ternyata dia tidak mati? Seharusnya Qi Sheng melihat seperti apa wajah Zhao. Sangat buruk sampai Peng Peng tak sanggup melihatnya.


"Kau melihatnya?"


"Tidak. Aku cuma dengar dari orang lain."


"Aku berhutang pada Pangeran Zhao. Tapi apa yang dilakukannya di Jiang Utara, tidak bisa kuterima. Aku tidak memberinya hukuman berat kali ini karena aku ingin memberinya jalan keluar."


"Bagiku, tidak penting apakah hukumannya berat atau tidak. Saat ini kau sudah berhasil dengan balas dendammu. Kau sudah melampiaskan kemarahanmu dan itu sudah lebih dari cukup."

__ADS_1


Qi Sheng beralasan bahwa karena kebiasaan minum-minumnya Zhao yang semakin parah, dia sudah tidak bisa lagi menjaga Ying Yue dengan baik. Ying Yue sering sakit-sakitan, dia takut jika Ying Yue terus tinggal bersama Zhao, dia bisa gila.


"Jadi kau mencari cara untuk membawanya ke istana?" Peng Peng mengerti, lakukan saja apapun yang Qi Sheng inginkan. Dia akan mendukung.


"Sebenarnya aku hanya ingin kau menerimanya dan membiarkannya hidup."


"Tentu, tentu. Aku pasti akan menerimanya." Ujar Peng Peng dengan senyum manis, padahal diam-diam dia nyinyir. Qi Sheng menjadikannya permaisuri. Tapi kenyataannya, Qi Sheng malah menyisihkan tempat untuk ban serep.


Saat mereka masuk, Ying Yue sedang batuk-batuk (kayaknya cuma pura-pura). Jiwa lelaki-nya Peng Peng tidak tahan mendengar suara lemah tak berdaya itu dan langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk memeluknya.


Terpaksalah Peng Peng keluar dan baru sadar saat itu kalau dia sudah terpengaruh oleh si wanita daun teh. Tapi dia penasaran dan akhirnya memutuskan untuk menguping.


Berduaan dengan Qi Sheng, Ying Yue berkomentar kalau sikap Peng Peng benar-benar berbeda daripada sebelumnya. Dia tidak terbiasa dengan sikapnya yang penuh perhatian seperti itu.

__ADS_1


Qi Sheng tersenyum mendengarnya. "Dia memang sangat berbeda daripada sebelumnya."


Menyadari ekspresi Qi Sheng, Ying Yue langsung pura-pura batuk-batuk lagi dan mengkonfrontasi perubahan sikap Qi Sheng. Bukan saja Qi Sheng belum pernah mengunjunginya sejak dia kembali dari Jiang Utara, sekarang dia malah membawa Peng Peng bersamanya.


"Apa sekarang Paduka merasa kalau Jie Jie lebih menarik dariku? Kau dan aku punya janji seumur hidup. Aku penasaran apakah alasanmu membawaku ke istana hanya supaya aku bisa memulihkan diri?"


Qi Sheng membenarkan. Dia hanya takut kondisi kesehatan Ying Yue akan semakin memburuk jika dia tinggal lebih lama bersama Zhao. Dia menegaskan bahwa dia memindahkan Ying Yue kemari hanya demi mengamankannya, tidak ada alasan lain.


"Aku berhutang padamu. Tapi belakangan ini, perasaanku padamu dan perasaanku pada Peng Peng, mulai berubah."


Tak ingin mendengarnya lagi, Ying Yue langsung pura-pura batuk-batuk lagi. Cemas, Qi Sheng hampir saja menyentuhnya. Tapi dengan cepat dia sadar dan mengurungkan niatnya lalu pergi.


Saat dia keluar, Qi Sheng mendapati Peng Peng ketiduran dalam posisi jongkok. Qi Sheng membangunkannya dengan kakinya. Tapi saat Peng Peng hendak bangun, kakinya malah kesemutan.

__ADS_1


"Kau akan segera menjadi Permaisuri, seharusnya kau selalu bersikap elegan dan terpuji. Berhentilah bersikap seperti petani gunung," omel Qi Sheng.


__ADS_2