
Lu Li tidak mengerti kenapa Peng Peng mau memberikan kantung untuk Jiu Wang. Dia kan sudah melahirkan pangeran, dia bisa tinggal dengan tenang di istana. Kenapa dia masih ingin bersekutu dengan Jiu Wang?
Tentu saja karena Peng Peng tidak mau memutus persekutuannya dengan Jiu Wang. Mengandalkan kekuasaan keluarga Zhang saja tidak cukup, aliansi bersama Jiu Wang bisa semakin menguatkannya dan Qi Sheng tidak akan berani macam-macam dengan mereka.
Baru dibicarakan, Qi Sheng datang. Peng Peng kontan panik berusaha menyembunyikan kantung itu dengan menyerahkannya ke Lu Li.
Lu Li bergegas pergi, tapi malah tak sengaja menjatuhkan kantung itu. Panik, dia buru-buru berlutut untuk memungutnya kembali sambil pura-pura mau menuangkan teh untuk Qi Sheng.
Qi Sheng menolak tehnya, tapi sepertinya dia curiga dan langsung menuntut Lu Li untuk menyerahkan benda yang disembunyikannya itu.
Lu Li dan Peng PengĀ sontak tegang. Tapi untunglah Lu Li cukup pintar dan yang dia serahkan ke Qi Sheng cuma sisir.
__ADS_1
Qi Sheng akhirnya menyuruhnya pergi dan memberitahu Peng Peng kalau dia datang untuk menjemput Peng Peng ke acara perayaan 100 hari Pangeran Kecil.
Dia lalu menyerahkan sebuah kertas bertuliskan sebuah huruf, itu adalah nama yang akan dia berikan untuk Pangeran Kecil.
Peng Peng menebak. "Ini... Qing?"
Qi Sheng heran, bagaimana bisa kemampuan membacanya Peng Peng masih saja belum ada perkembangan?
"Itu 'Hao'. Namanya Qi Hao. Di masa depan, Pangeran Kecil akan dikenal sebagai Qi Hao."
"Kaulah satu-satunya yang tidak bisa membaca huruf ini." (Pfft!)
__ADS_1
Dia pesta, para selir heboh mengeluhkan Qi Sheng yang bahkan tidak melirik mereka sedikitpun. Melihat Zhao yang mabuk-mabukan, Ibu Suri langsung ngomel-ngomel dan tanya kapan dia mau nikah lagi.
Tapi Zhao berkata kalau hatinya masih belum sembuh, dia belum ingin menjalin hubungan cinta lagi. Ibu Suri kesal, kenapa pria sebaik Zhao harus jadi seperti ini hanya demi rubah licik itu!
Ia lalu beralih ke Jiu Wang dan menanyakan hal yang sama. Apa ada wanita yang dia sukai? Jiu Wang diam-diam melirik Peng Peng, tapi menjawab tidak ada.
Tapi kemudian Ibu Suri melihat kedekatan Yang Yan dan Jiu Wang yang tidak biasa dan bikin merinding. Cemas, ia langsung menyuruh Peng Peng mendekat padanya dan berbisik mengeluhkan Yang Yan yang ia kira menyukai Jiu Wang padahal dia sudah menikah.
Peng Peng meyakinkan Ibu Suri kalau kedua orang itu hanyalah sahabat kental. Mereka benar-benar pria normal. Dia malah pernah bertemu mereka di rumah bordir.
Ibu Suri lega mendengarnya. Tapi... kenapa Peng Peng pergi ke rumah bordir? Oops! Keceplosan. Peng Peng pun buru-buru menghindar dengan alasan sakit perut lagi.
__ADS_1
Mumpung Peng Peng pergi, para selir langsung antri bersulang dengan Qi Sheng dan Jiu Wang langsung meninggalkan pesta untuk menyusul Peng Peng. Tapi begitu Peng Peng keluar dari toilet, dia pura-pura seolah mereka kebetulan bertemu di sana.
Jiu Wang memberinya sebuah hadiah untuk Pangeran Kecil. Peng Peng pun memberikan kantung buatannya untuk Jiu Wang. Peng Peng tahu kalau Jiu Wang pasti cemas kalau hatinya akan berubah setelah dia memiliki seorang anak.