
Peng Peng melihat mereka adalah pasukannya dan hendak berteriak memanggil mereka, tapi Peng Peng menghentikannya.
Dia mengingatkan bahwa jika salah satu atau mereka berdua mati, maka Zhao lah yang akan naik tahta dan negara ini akan hancur.
Berhubung Peng Peng tak punya siapa-siapa di tempat ini, maka biarkan dia jadi pahlawan untuk mereka. Peng Peng langsung naik dengan gaya gagahnya dan berteriak-teriak melabrak para pasukan itu. Tapi tiba-tiba kakinya terpeleset dan Peng Peng pun terjatuh dari tebing.
Saat Peng Peng membuka matanya, dia mendapati dirinya ada di dalam tenda dan Peng Peng ada di sana menemaninya. Peng Peng meremehkan lukanya dan tanya apakah tadi dia kelihatan keren.
Qi Sheng memberitahu kalau pasukan tadi adalah pasukannya. "Untung saja, jika mereka pembunuh, kau pasti takkan punya kesempatan untuk membual dan pura-pura kuat di hadapanku sekarang."
Dia ingin menanyakan Jiu Wang. Tapi karena takut Qi Sheng cemburu lagi, dia mencoba menanyakannya secara tak langsung. Saat dia pingsan, mereka berdua selamat kan? Qi Sheng mengiyakannya, tapi yang lain sudah kembali ke istana.
__ADS_1
Qi Sheng lalu tanya apakah Peng Peng tahu siapa orang yang mengirim para pembunuh itu. Peng Peng hampir saja menjawab, tapi dia langsung menghentikan dirinya sendiri, menyadari kalau Qi Sheng sedang mengetesnya.
Kalau Qi Sheng tahu kalau dia mencurigai Qi Sheng, maka Qi Sheng pasti akan membunuhnya. Akhirnya dia memutuskan pura-pura tak tahu. (Bukannya mereka sudah membahasnya tadi dan sepakat Zhao pelakunya?)
Tiba-tiba seorang prajurit berteriak memanggil Qi Sheng karena ada laporan penting yang datang. Pesan itu dari Ibu Suri yang mengabarkan bahwa Ayahnya Qi Sheng mangkat semalam. Kematiannya begitu tiba-tiba. Karena itulah, Qi Sheng diminta segera pulang dan mengambil alih pemerintahan.
Qi Sheng langsung memerintahkan pengawalnya untuk segera menyiapkan para tentara. Tapi karena kejadian ini begitu mendadak, istana pasti sedang dalam status siaga penuh dan sangat berbahaya.
Peng Peng sedang santai saat tiba-tiba dia mendengar suara ringkikan kuda dan seorang kepala prajurit memerintahkan yang lain untuk mengawal Qi Sheng kembali ke istana.
Peng Peng jelas bingung apa yang terjadi. Saat dia keluar, dia malah mendapati tempat itu kosong. Ke mana semua orang? Si pengawal memberitahu bahwa Qi Sheng memerintahkan Peng Peng untuk istirahat dan memulihkan diri di sini.
__ADS_1
Peng Peng tidak terima ditinggal sendiri. Tapi si pengawal memberitahu bahwa Qi Sheng ada urusan mendadak, jadi dia harus bergegas kembali ke ibukota.
"Apa kau tahu kenapa dia harus bergegas kembali dan meninggalkanku sendirian di sini?"
"Itu... saya juga tidak tahu."
Bahkan saat dia memerintahkan si pelayan untuk memanggil Jiu Wang, dia memberitahu kalau Jiu Wang juga sudah kembali ke istana. Peng Peng jelas kesal dan langsung menabok si pengawal.
Beberapa hari berlalu begitu saja dan tetap saja belum ada orang yang datang. Peng Peng jadi stres dan menggila sendirian. Untunglah Kasim dan Lu Li datang tak lama kemudian.
Peng Peng malah kumat mengendusi tubuh Lu Li saking senangnya bisa ketemu Lu Li lagi. Tapi kemudian, Kasim memberitahukan kabar mengejutkan.
__ADS_1