CINTA SEJATI SANG RATU

CINTA SEJATI SANG RATU
BAB 96


__ADS_3

"Aku mengerti. Karena itulah aku tidak menyalahkanmu. Aku kemari bukan untuk berdebat tentang siapa yang salah. Biarkan masa lalu berlalu, kita tidak hutang pada satu sama lain sekarang."


Jiu Wang bertanya-tanya. Jika mereka menikah, akankah segalanya berbeda? Peng Peng rasa, hasilnya akan sama saja. Segala hal dalam dunia ini sudah ditentukan. Beberapa hal mungkin bisa menjadi milik kita, sementara sebagian lainnya tidak.


"Begitu juga dengan manusia. Tak peduli apapun yang kau lakukan dan penderitaan kita, milikmu akan selalu menjadi milikmu. Jika bukan milikmu, kau tidak bisa memaksanya."


"Peng Peng, kita akan sulit bertemu mulai hari ini."


"Kaisar sudah mengampunimu dengan mengasingkanmu ke Ling Nan. Kau harus menjaga dirimu sendiri dengan baik di masa depan nanti."


Peng Peng mengembalikan simpul cinta itu lalu pergi, meninggalkan Jiu Wang yang hanya bisa menangis menatap kepergiannya.

__ADS_1


Lu Li datang tak lama kemudian dan memberitahu kalau Jiu Wang mau pergi. Dia bahkan memberikan simpul cintanya kembali ke Peng Peng dengan harapan bisa melihat Peng Peng untuk yang terakhir kalinya sebelum dia pergi.


Tapi Peng Peng menolak pergi. "Lebih baik bagi kami untuk tidak saling bertemu lagi. Lebih baik menjalani hidup dengan baik dan terhormat dan menghindari gangguan."


Jiu Wang sudah menunggu di depan. Dia menatap tembok istana dan kantung pemberian Peng Peng dengan penuh harap. Tapi Peng Peng tidak datang dan para pengawalnya langsung menyeretnya pergi.


Qi Sheng datang mengunjungi Peng Peng dan mendapati Peng Peng membingkai tulisan yang pernah diajarinya. Qi Sheng jadi penasaran, sejak kapan Peng Peng punya perasaan padanya.


Peng Peng tak yakin sejak kapan. Tapi sejak Qi Sheng pergi meninggalkannya, dia menyadari kalau dia sudah jatuh cinta pada Qi Sheng. Hanya saja, waktu itu dia belum mempercayai dirinya sendiri.


Qi Sheng senang mendengarnya. "Kuharap takkan ada lagi kerenggangan di antara kita berdua."

__ADS_1


"Kau Kaisar, dan aku Pemaisuri. Aku akan berusaha untuk toleran dan bermurah hati."


Qi Sheng menginginkan seluruh hati dan pikiran Peng Peng hanya untuknya. Tapi Peng Peng berkata kalau dia hanya bisa memberikan setengah hatinya. Qi Sheng tidak mengerti mengapa?


Karena saat mereka bersama, sering kali Peng Peng kehilangan kewarasannya. Contohnya waktu dia mengantarkan penawar racun ke Gurun Utara. Jika Qi Sheng benar-benar berniat memasang perangkap untuknya, maka dia pasti sudah mati.


Karena itulah, mulai sekarang, dia hanya akan memberikan setengah hatinya untuk Qi Sheng. Setengahnya lagi akan dia gunakan untuk membuat dirinya menjadi Permaisuri yang layak, tenang dan cakap.


"Demi membuatmu jadi milikku, aku harus bertaruh dengan hidupku. Jika yang kumenangkan adalah seorang Permaisuri yang cakap, berarti aku gagal. Yang kuinginkan adalah seluruh hatimu."


Dia sama sekali tidak menginginkan seorang Permaisuri yang memimpin dalam istana, dia hanya menginginkan seorang istri yang bisa berdiri dan berjuang bersamanya.

__ADS_1


Peng Peng mengingatkan bahwa ada beberapa hal yang tidak bisa diselesaikan hanya demi emosi. Istana tidak didirikan oleh mereka berdua saja.


Keesokan harinya, Lu Li melapor ke Peng Peng bahwa Qi Sheng membubarkan para selirnya. Terkejut, Peng Peng buru-buru mendatangi istananya Qi Sheng.


__ADS_2