Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
Penantian dan jawaban


__ADS_3

Pagi harinya sahabat Gio langsung ke rumah sakit saat mendapat kan pesan teks dari Gio setelah kelahiran anaknya ,bahkan Aris pun ikut serta bersama sang kekasih .


Sedangkan kedua orang tua Gio sudah kembali dan akan Kemabli nantinya .


Saat Gio tengah sibuk menyuapi sang istri pintu ruangan Dila terbuka dari luar memperlihatkan kedua sahabatnya dan istri mereka di susul Aris dan Saras .


" Kalian sudah datang " Ujar Gio meletakan piring makan Dila menyambut kedatangan sahabatnya .


" Maaf kami tidak bawa papa " Jawab Didin memeluk Gio di susul Fandi .


" Kalian sudah datang pun aku sudah senang " Jawab Gio membalas pelukan keduanya .


" Kakak " Panggil Intan berjalan ke arah tempat tidur Dila meletakan keranjang buah begitu juga Gina .


" Dita mana " Tanya Dila menatap intan


" Hari ini dia jadi anaknya Kakak Amir sama Mba dulu kak " Dila tertawa kecil .


" Hm Kakak ' Panggil Saras pelan .


' Maaf, titipan Abang dia belum bisa ke sini soalnya sibuk persiapan pernikahan " Lanjutnya tersenyum.


" Kenapa harus meminta kamu dek, padahal ucapan selamat saja kakak sudah senang " Saras hanya mengulum senyum .


"Mas " Gio menatap sang istri " Bantu turun " Gio mengaguk lalu kini mereka sudah duduk bersamaan di sofa .


" Kamu di sana saja Dil, nanti kamu kenapa² repot nanti urusannya " Ujar Fandi .


" Aku hanya melahirkan Fan ,bukan lumpuh yang cukup memakan waktu panjang untuk berbaring di sana " Jawab Dila tertawa kecil .


" Kan disapa tahu " Jawab Fandi .


" Anakmu mana,katanya laki " tanya Didin .


" Mungkin sebentar baru di antar ke sini " Jawab Dila .


" Kamu kapan ?? Jangan hanya di jadikan casing " Ujar Gio menatap Aris.


" Sabar bang , buru² amat ' Jawab Aris " Abangnya saja baru ngurus masa mau langkahin pamali bang " Lanjutnya tersenyum .


' Bohong bangat, bilang saja belum siap !! Banyak simpanan dia Ras " Ujar Intan .


" Bang tolong istri nya di tegur ,jangan buat suasana tegang " Saras hanya tersenyum saja ,dia sudah paham dengan sahabat sang kekasih di mana mereka saling menggoda dan saling mencari masalah satu sama lain .


" Memang benar ,semalam dia ngomong mantannya di chat " Aris langsung melotot kan matanya menatap Intan " Iya kan Gina " Gina hanya mengaguk tersenyum .


" Itu Gina saja bilang iya " Lanjutnya lagi .


" Mana ada dia bilang iya ,jangan mulai iya Tan " Ujar Aris kesal .


" Bunda " Tegur Didin membuat intan terdiam .


" Rasain " Saras langsung menarik jaket Aris " Kesal yank ,mulutnya tidak pernah berubah ' Ujar Aris menatap Saras yang hanya tersenyum .


" Gina kenapa " Tanya Dila menatap Gina yang sejak tadi hanya terdiam .


" Lagi tidak enak badan dia " Jawab Fandi menatap sang istri yang bersandar di pundak nya .


" Makanya jangan begadang terus " Ujar Didin ketus .


" Itu pekerjaan yang tidak bisa di tinggal Din, pamali kata orang tua " Lidah Gio dan Didin berdecak .


" Kalau sakit kenapa ke sini ,kan bisa sembuh dulu baru jenguk " Ujar Dila .

__ADS_1


" Hanya masuk angin kak tapi bawaannya lemas betul " Jawab Gina tersenyum .


" Masuk angin " Gumam Dila menaikkan alisnya .


ceklek .


" Selamat pagi Dok " Sapa dokter dan perawat .


" Pagi Dok " Jawab Dila Tersenyum.


" Maaf baru di antar baby nya , dokter nya terlambat datang nya " Ujar Dokter lembut .


" Tidak papa Dok " Jawab Dila tersenyum.


" Dok sibuk tidak " Tanya Dila lagi .


" Hanya periksa beberapa pasien dok " Jawabnya lembut .


" Bisa minta tolong periksa adikku, hanya memastikan saja " Ujar Dila menatap Gina .


" Ah boleh dok " jawab Nya tersenyum.


" Fandi bawa Gina ikut dokter ke ruangannya " Fandi menatap bingung ke arah Dila .


" Pergi saja " Lanjutnya lagi " Mau ngapain " Tanya Fandi .


" Ikut saja " Jawab Dila .


" Mari Mba ,pak " Ujar Dokter


" Ah iya dok " Jawab Fandi bingung tapi dia tetap mengikuti ucapan Dila .


"Kenapa menyuruh Dokter untuk periksa Gina " Tanya Gio menatap sang istri .


" Ngomong apa sih Dil " Tanya Didin menatap Dila ,tapi wanita itu hanya tersenyum kuda .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kini Gina dan Fandi duduk di depan dokter dengan wajah bingung,apa lagi Gina yang terus-menerus menahan sakit kepala nya .


" Maaf iya mba kalau tidak nyaman " Gina mengaguk tersenyum " Tidak papa dok ,harusnya saya yang meminta maaf sudah mengganggu pekerjaan dokter " Jawab Gina tersenyum.


" Sus periksa tekanan darah sama berat badannya " Ujar Dokter .


" Mari Mba " Gina menurut saja ,sedangkan Fandi hanya menatap Gina saja,setelah selesai Gina kembali duduk .


" Kapan terkahir haid mba " Tanya dokter menatap Gina yang kebingungan .


" Lupa dok, soalnya tidak menentu " Jawab Gina .


" Tekanan darahnya agar rendah" Ujar Dokter tersenyum .


" Tadi pagi mual dok " Jawab Gina


"Ayo kita ke sana " Fandi dan Gina saling menatap lalu berdiri mengikuti dokter .


Fandi membantu Gina naik ke atas tempat tidur ,lalu perawat mengangkat bahu Gina sedikit memperlihatkan perut nya .


" Dok mau ngapain " Tanya Gina memberikan diri " Hanya sebentar iya Mba " Jawab Dokter tersenyum lalu menuangkan gel di perut Gina .


" Dok istri saya baik² saja kan, soalnya tadi pagi dia muntah apa penyakit nya kambuh lagi " Tanya Fandi cepat dengan wajah panik .


" Kita lihat dulu iya pak " Jawab dokter dengan tetap tersenyum ,Fandi mengaguk begitu juga Gina tapi dalam hatinya berdoa semoga apa yang mereka pikirkan Tidak terjadi .

__ADS_1


Dokter mulai melakukan USG detik kemudian dia menarik sudut bibirnya ke atas .


" Pak , Mba silahkan lihat ke layar " Fandi dan Gina langsung menatap ke monitor mengikuti ucapan dokter.


" sudah dok " jawab Fandi " Bapak lihat kan ada titik hitam kecil " Fandi mengaguk cepat tapi matanya tetap fokus pada layar begitu juga Gina .


" Selamat sebentar lagi kalian akan menyandang status ayah dan ibu dan Bulatan kecil warna hitam ini calon anak bapak sama ibu , "Ujar dokter Tersenyum .


" Oh " Jawab keduanya membuat dokter menatap kedua manusia itu kaget begitu juga perawat yang sejak tadi di dekat mereka ,Tapi ....


" A....pa Dok " Tanya Fandi menatap tajam Dokter wajah nya kini sudah berubah Datar dan dingin .


" Istri bapak hamil dan usianya baru 3 Minggu " Gina dan Fandi langsung terdiam bahkan hanya untuk menarik napas pun tidak ,hingga suara dokter menyadar kan keduanya .


" Dokter .....tidak ....bercanda kan " Tanya Gina matanya sudah mulai berkaca-kaca .


" Iya Mba dan kemungkinan anak bapak dan ibu kembar karena ada dua bulatan kecil " Fandi langsung memeluk Gina dengan erat keduanya menangis dengan haru.


" Terimakasih " Ujar Fandi sesegukan lalu mencium kening Gina dengan lembut .


Fandi menghapus air mata Gina lalu tersenyum,Gina pun melakukan hal yang sama menghapus air mata Fandi yang terus ke luar .


Beberapa detik kemudian keduanya kembali menatap dokter menetralkan perasaan mereka yang campur aduk.


" Maaf Dok " Dokter hanta menggaguk tersenyum " Tapi apa semuanya aman dok , soalnya istri saya belum lama melakukan terapi kanker serviks tapi kata dokter semuanya sudah bersih " Tanya Fandi menatap dokter .


" Tapi sebelumnya dokter sudah menjelaskan bukan " Fandi mengaguk cepat " Untuk menghindari saja kalau bisa Mba nya jangan dulu melakukan hal yang berat² bukannya apa kita hanya jaga² , apa lagi Mba hamil kembar orang yang selesai melakukan terapi atau operasi pasti keadaannya tubuhnya akan berbeda dari sebelum nya " Terbagi dokter sambil membersihkan perut Gina dan menutup kembali perut Gina .


" Untuk bapak tidak perlu saya jelaskan saya yakin anda lebih paham " Fandi mengaguk tersenyum " Terima kasih dok " Jawab Fandi .


" Kita ke meja dulu " Fandi membantu Gina turun dari tempat tidur sambil mengelus perut Gina .


" Saya resepkan obat mual dan vitamin nya Mba " Ujar dokter.


" Jangan lupa susu hamil nya beli di supermarket terdekat saja ,untuk rasa sesuai selera Mba saja karena biasanya orang beda² ,jangan lupa makan buah dan sayurnya di banyakin sekalipun tidak suka paksakan " Ujar Dokter .


" Maaf Dok mau tanya " Dokter dan Gina menatap Fandi " Kalau yang itu apa boleh "Dokter langsung tertawa kecil membuat Gina bingung .


" Untuk sementara di tahan dulu iya pak, bukannya saya melarang tapi istri anda sedang hamil kembar dan usianya masih rentang keguguran ,kita hanya perlu menjauhkan hal yang tidak di inginkan apa lagi Mba nya baru melakukan terapi dan langsung di beri kepercayaan ,jika sudah memungkinkan bapak bisa melakukan " Terang dokter lembut " Iya dok " Jawab Fandi lesuh " Padahal sebelumnya tidak papa " Lanjutnya lagi tapi masih di dengar dokter dan itu membuat dokter tertawa .


" Kakak tanya apa " Fandi menatap Gina lalu menggeleng " tidak yank " Jawab Fandi tersenyum .


" Ada lagi yang mau di tanyakan " Tanya Dokter .


" kalau makanannya dok " Tanya Gina .


" Tidak ada masalah untuk makanan ,tapi untuk seafood di jauhkan dulu ,bisa makan tapi hanya sesekali dan makanan siap saji tolong di hindari " Jawab Dokter .


" Terimakasih dok " Ujar Gina tersenyum lembut .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hay kesayangan Author dikit lagi akan End 🥺🥺🥺🥺


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2