
Tiga hari lagi pernikahan Gio dan Dila tapi kedua orang itu tetap berkerja seperti biasanya .
Padahal biasanya orang akan mengambil cuti seminggu sebelum pernikahan atau bahkan sebelumnya .
Sepeti biasanya Gio akan menjemput Dila mengantar nya ke rumah sakit sebelum ke perusahaan,setelah sarapan ke duanya langsung meninggalkan rumah orang tua Dila .
"Kapan ambil cuti " Tanya Gio .
" besok baru aku libur " Gio mengagukan kepalanya " Kamu " Tanya Dila .
" Aku terserah kapan pun aku ambil " Lidah Dila berdecak " Jangan membuat Fandi kesusahan " Ucap Dila .
" Cie yang masih cinta sama mantan " Ucap Gio tertawa kecil .
" Bukan begitu tapi dia juga punya istri di rumah " Jawab Dila gelagapan .
" benar juga tidak papa " Ucap Gio serius .
" Bukannya kita menikah karena kehadirannya , jadi jangan terlalu di pikirkan " Dila hanya terdiam entah kenapa mendengar ucapan Gio membuat perasaan nya sakit .
Padahal ucapan pria itu benar ,kalau saja dia tidak hamil mana mungkin mereka hamil apa lagi mereka sama² tahu tentang perasaan satu sama lain .
" Apa kamu masih bertemu dengan nya " Tanya Dila basa basi .
" Masih " Jawab Gio jujur .
" Maaf kalau membuat hubungan kalian berakhir " Gio menatap Dila sekilas lalu menatap ke depan .
" Dia sudah menerima nya jadi tidak usah merasa bersalah itu juga karena kesalahan ku bukan " Jawab Gio .
Mendengar jawaban Gio entah kenapa Dila merasa tidak baik² saja,Mana ada wanita yang menerima begitu saja jika di putuskan sepihak apa lagi tanpa alasan yang jelas .
" Syukurlah " Ucap Dila .
Saat keduanya kembali terdiam ponsel Gio berdering dan itu langsung menampilkan sang pemanggil di depan Dila, Gio langsung menjawab panggilan itu .
" Hebm "
" Sibuk "
" Sedikit ,kenapa " Tanya Gio .
" Kangen " Lidah Gio berdecak " Semalam sudah bertemu jangan banyak drama " Bukan nya marah di seberang malah tertawa .
" Memang kalau kangen harus pakai waktu iya, Apa kamu tidak ingin mengundang ku ke pernikahan mu " Tanya Sandra .
Gio menatap ke arah Dila di mana wanita itu memilih menatap ke arah luar
" Untuk apa ?? Nanti kamu tidak nyaman " Ucap Gio .
" Aku atau kamu, takut bangat kalau ketahuan sama istrinya " Gio hanya mendengus saja .
" Nanti malam jadikan ke sini " Tanya nya lagi.
" Kalau pekerjaan cepat selesai ,memang kamu akan memberikan aku apa " Tanya Gio datar .
__ADS_1
" Apa aku harus menjawabnya ,bukannya kita sudah sering melakukan nya "
" Aku tutup dulu iya ,soalnya aku harus rapat " Gio langsung menutup panggilan nya lalu menatap Dila yang masih menatap ke luar .
" Dila " Dila menatap Gio " Sudah " Gio mengaguk Canggung .
" Maaf ......"
" Tidak papa ,bukankah pernikahan kita hanya status untuk anak yang aku kandung " Jawab Dila tersenyum tipis .
" Maaf kalau tiap malam aku menggangu waktumu dengannya, hanya karena keinginan ku " Ucap Dila .
" Kenapa bicara seperti itu " Tanya Gio tidak suka .
" Tidak papa " Jawab Dila.
Seketika keadaan mobil itu menjadi hening hingga mereka sampai di rumah sakit .
" Terimakasih ,maaf sudah merepotkan mu " Gio menahan tangan Dila saat wanita itu akan ke luar .
" Kamu marah " Tanya Gio menatap Dila .
" Karena " Tanya Dila lembut .
" Yang tadi " Dila hanya tersenyum " Kenapa harus marah ,di sini aku yang merusak hubungan kalian dan memisahkan kalian jadi untuk apa aku ...."
" Dila ..."
" Aku harus masuk nanti telat " Ucap Dila cepat melepaskan tangan Gio lalu ke luar dari mobil pria itu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam harinya Gina duduk di balkon kamarnya menatap lurus kedepan hingga dering Ponselnya menyadarkan nya ternyata panggilan video dari kedua sahabatnya .
" Kalian mengganggu waktu tenang ku " Ucap Gina setelah menjawab panggilan nya .
" Yang penting tidak menggangu waktu saat berbagi keringat dengan suamimu " Jawab Aris .
Gina hanya menggeleng saja ,padahal semenjak pembahasan beberapa Minggu lalu Fandi sudah tidak menyentuh nya .
" Kalau itu biar kalian menelpon berkali² aku tidak akan angkat " Jawab Gina .
" Gimana kabarnya ibu hamil " Tanya Gina lagi .
" Baik " jawab Intan
" Seperti nya ibu hamil makin makmur iya Ris " Aris mengaguk Tersenyum .
" Seperti nya begitu,apa dia habis dapat transferan " Jawab Aris membuat Gina tertawa .
" Apa kita tidak dapat bagian Tan ,iya buat beli Boba lah " Ucap Gina Tersenyum .
" Apa Gajimu di restoran tidak cukup untuk beli Boba " Dengan polos Gina mengaguk " Kentara sekali bohong nya " Ucap intan kesal .
" Kapan lahiran " Tanya Aris.
__ADS_1
" Sedikit lagi " Jawab Intan .
" Tidak sabar lagi bertemu dengan intan junior " Ucap Gina.
" Lebay, cari muka itu biar gajinya di kasih naik " Ucap Aris .
" Jangan buka kartu " Ucap.Gina membuat Intan tertawa kecil .
Karena keasyikan mengobrol Gina tidak sadar kalau suaminya sudah pulang .
Hingga akhirnya Fandi mendekati nya saat mendengar suara dari arah balkon .
" Kamu sibuk " Gina menatap ke samping lalu menatap ponselnya .
" Aku tutup duluan iya ,kakak Fandi sudah pulang kalau sudah lahiran bilang iya Ok ,by semua nya " Gina langsung mematikan panggilan nya .
" Kakak mau mandi " Tanya Gina
" Iya , soalnya aku harus pergi lagi " Dila langsung menatap Fandi .
" ke mana ?? Bukannya Kaka baru pulang " Fandi mengaguk sambil membuka pakaiannya .
" Aku harus ke luar kota mengantarnya ' Gina langsung menghentikan langkah nya .
" Oh, Apa Kaka menginap biar Gina siapkan bajunya " Ucap Gina berusaha baik² saja , Fandi langsung menatap Gina yang hanya tersenyum .
" Kaka berapa hari di sana ,biar Gina siapkan " Fandi masih menatap sang istri dengan tatapan datar .
Karena tidak mendapat kan jawaban Gina langsung masuk dalam ruangan Ganti menyiapkan pakaian Fandi .
Mungkin 4 steel pakaian cukup kali karena tidak mungkin Fandi tidak hadir di pernikahan sahabatnya kan .
Gina mengambil tas lalu di letakan di atas meja kaca setelah itu dia berjalan ke arah pakaian Fandi memilih pakaian yang cocok untuk suaminya .
" Gina " Gina membalikkan badannya " Kakak butuh sesuatu biar aku siapkan " Ucap Gina lembut .
" Tidak usah menyiapkan papa, aku langsung pulang " Jawab Fandi yang masih menatap Gina .
" Apa Kaka tidak lelah nantinya " Fandi hanya mengangguk saja, Gina tidak berkomentar lagi dia kembali meletakan pakaian yang sudah ada di tangannya kedalam lemari lalu mengambil pakaian ganti suaminya setelah itu mengembalikan tas yang dia ambil tadi .
" Aku siapkan dulu airnya " Fandi menahan tangan Gina saat wanita itu melewati nya " Kakak butuh sesuatu " Tanya lembut Fandi tetap diam menatap bola mata Gina .
" Aku siapkan dulu, nanti kakak terlambat " Ucap Gina berusaha untuk melepaskan tangan Fandi .
" Kenapa tidak bertanya " Gina hanya tersenyum " Itu bukan Hhhmmmppp " Fandi membungkam mulut Gina membawa wanita ke luar dari ruangan ganti .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
__ADS_1
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟