
Seminggu sudah Didin dan Intan di rumah kedua orang tua Didin dan sore ini mereka akan kembali ke rumah orang tua intan ,karena besoknya mereka akan kembali ke kota di mana pekerjaan Didin sudah menumpuk sekalipun belum akan masuk tapi dia akan mengerjakan di rumah .
Sejak pagi juga Dita tidak perna lepas dari gendongan Nenek nya ibu dari Didin,kini Didin tengah memasukkan barang mereka sedangkan intan dan Dita berada di teras .
Setelah selesai Didin menghampiri keluarga nya dia langsung berdiri di depan sang ayah .
" Nanti kami ke sini lagi ,kalau ayah sama ibu tidak sibuk ke kota saja kalau kangen sama Dita " Ucap Didin .
" Kami pasti ke sana " Jawab ayah Tersenyum sambil mengelus pundak anaknya " Jaga keluarga mu ,jangan terlalu fokus dan menghabiskan waktumu pada pekerjaan kasian intan mengurus Dita sendirian ,kalau bisa pekerjakan penjaga untuk mereka " Ucap ayah
" Iya ayah, sepupunya Zul akan menjadi security, Zul juga sudah mengurus semuanya taman depan dijadikan pos untuk nya " Ucap Didin .
" Setidaknya saat kamu pergi ada yang menjaga mereka ,jadi kamu bisa tenang juga Kerja nya " Didin mengaguk paham lalu doa beralih pada Ibunya yang terus mencium kepala Dita sambil duduk di kursi .
" Mau ikut ke kota " Ibu menggeleng pelan " Nanti susul ke kota sama ayah,kalau ibu kangen Dita " Ibu hanya diam saja ,lalu dia masuk dalam rumah membawa Dita membuat mereka terdiam dan saling menatap .
Tidak berselang lama ibu kembali membawa dua kotak perhiasan meletakan di depan intan yang duduk .
" Yang besar untuk mu ,yang kecil punya Dita " Ucapnya datar,intan langsung mengambil kotak itu lalu memeluk ibu mertua nya .
" Terimakasih ,intan akan pakai !! Kalau ibu sudah kembali ke sini intan tunggu di sana temani kami " Ucap Intan serak .
" Makasih sudah menerima intan dan Dita ,ibu ayah jaga kesehatan jika kami tidak ke sini ,ibu temui kami di kota " Lanjutnya lagi ,Didin mengelus punggung istri nya .
" Makasih Bu " Ucap Didin Tersenyum pada Ibunya .
Intan melepaskan pelukannya lalu membuka kotak perhiasan milik nya .
" Boleh ibu pasangkan untuk Intan " Ucap Intan memohon menatap ibu mertua nya .
Dengan pelan Didin mengambil ahli gendongan anaknya ,lalu ibu mengambil gelang tangan dan satu cincin untuk di pasang ke intan .
" Jangan menangis " Didin mengusap pipi istrinya yang terus menampilkan senyuman nya .
" Makasih ibu " Tidak ada jawaban apa pun dari ibu Didin .
Intan kembali membuka kota perhiasan yang kecil mengambil cincin di berikan pada ibu mertua nya .
" Makasih Nenek " Ucap Didin setelah ibunya memasangkan cincin di jari tengah Dita karena jari manisnya sudah ada cincin pemberian Didin .
" Buat Didin mana Bu " Canda Didin menatap sang ibu .
__ADS_1
" tidak ada " Jawab ibu .
" Padahal anak ibu itu Didin Lo ,bukan intan atau Dita " Rajuk Didin langsung mendapatkan tatapan sinis dari ibunya membuat ayah ada Didin tertawa .
" Terimakasih , Didin menyayangi ibu, CUP " Ucap Didin lalu mencium pipi nya .
" Kalau begitu kami pamit dulu iya, soalnya sudah sore nanti kemalaman di jalan " Ucap Didin.
" Jangan rewel ,nanti Nenek akan ke kota melihat Dita " Ucap ibu lalu mencium kening Dita sebentar .
Entah mengerti dengan keadaan tiba² saja Dita menangis kencang .
" Jangan menangis , Nenek akan kota nanti melihat Dita jika kakek dan nenek yang di sana sudah kembali " Ucap Ibu lembut membuat bayi mungil itu terdiam .
" Intan tunggu iya Bu " ucap intan tapi ibu hanya diam saja .
" Cucu Kakek jangan cengeng iya ,kasian bunda kalau ayah lagi kerja " Ucap ayah lalu mencium kening Dita
Setelah berpamitan kini mereka kembali ke kampung Dita mengendari mobil dengan kecepatan biasa .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Biar Ibu Nak ,ayo sudah magrib " Ucap Iin mengambil Dita dari gendongan intan .
" Ayah bantu nak " Didin mengaguk lalu membuka pintu belakang .
" Kenapa sore sekali pulang nya " Ucap Iin saat mereka sudah berada dalam rumah .
" Ibu tidak mau lepas dari Dita Bu " Iin langsung menatap Intan .
" Ibu tatapan nya membuat intan merinding " Ucap intan tertawa kecil .
" Tidak usah banyak bicara ,Carikan baju Dita " Iin membuka pakaian Dita yang dari luar lalu di simpan begitu saja .
" Kenapa di buka Bu " Tanya Didin .
" Kalian pulang nya sudah magrib ,tidak baik untuk Dita bayi dikecilkan Dita itu banyak yang ikutin dan bisa saja mereka menempel di pakaian nya " Intan dan didin mengagukan kepalanya .
" Kalau sudah menjelang sore semua pintu jendela atau apa pun itu di tutup jangan lagi ke luar atau membawa Dita di luar " Ucap Ayah .
" Wangi badan bayi kecil kaya Dita itu mengundang mahluk lain, dan kadang bayi seperti Dita bisa merasakan jika ada yang tidak nyaman di sekitar nya " Lanjutnya lagi .
__ADS_1
" Kamu sih yank, di bilang pulang siang kasian sama ibu " Ucap Didin.
" Kan intan tidak tahu kak, lagian mana tega tinggalkan ibu yang sejak pagi lengket sama Dita apa lagi sejak kita di sana ibu terus yang urus Dita ,sampai intan tidak di beri waktu hanya kasih makan sama tidur saja " Ucap Intan .
" Syukurlah kalau Ibumu sudah menerima kalian, sering² hubungi jika kalian sudah di kota sekalipun hanya menanyakan kabar " Ucap Iin .
" Iya Bu, pertama kita sampai ke sana !! Gara² ibu intan kira Dita hilang taunya di jemur sama ibu dia masuk saat aku sama Didin tidur " Cerita intan sambil tertawa kecil .
" Lagian kalian tidur kaya kebo syukur ibumu yang masuk bagaimana kalau penculik benaran " Ucap ayah .
" Ayah doanya jelek betul " Ucap intan cemberut .
" Lo ini siapa yang kasih " Tanya Iin saat melihat jari Dita .
" Ibu ,tadi sebelum pergi dia berikan itu intan juga tapi intan hanya pakai kalung,kalau pakai semuanya nanti intan di kita toko perhiasan " Jawab Intan .
" Nanti kalau Dita sudah aktif geraknya jangan lagi di pakai ,gelang,kalung biasanya itu akan jadi sasaran mereka di tarik " Ucap Iin .
" Iya Bu " Jawab Intan .
" Nanti kalau kekecilan, di jual iya tapi yang dari nenek di simpan saja " Ucap Iin menatap Dita .
" Nanti uang nya belikan lagi yang baru yang pas di tangan Dita " Lanjut nya lagi .
" Kalian sudah mandi " Didin dan Intan mengaguk " Kamu ganti baju ,cuci sama dadamu " Ujar iin menatap intan.
" Harus " Iin mengaguk " Sudah sana " Intan langsung berdiri membawa tas mereka .
" Repot betul " Gerutu intan membuat mereka tertawa kecil .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘
__ADS_1