
" Mas " panggil Dila lembut .
" Mas " Ulang nya lagi dan itu berhasil membangunkan pria yang begitu terlelap tidurnya .
" Kenapa sayang " Jawabnya serak tapi belum juga membuka kedua matanya ,karena memang dia baru saya memejamkan kedua matanya beberapa jam yang lalu setelah menyelesaikan pekerjaan nya . .
" Bangun dulu " Gio membuka kedua matanya dengan pelan, dia menatap sang istri sedang duduk di ujung tempat tidur sambil mengelus perut besarnya .
Yah di mana tinggal menunggu hari mereka akan bertemu dengan sang buah Cinta .
" Kamu mau ke kamar mandi " Dila menggeleng " Bangun dulu " Mau tidak mau Gio pun bangun duduk di samping sang istri .
" Siapkan baju ade iya " Gio masih bingung menatap sang istri karena memang rasa ngantuknya masih menyerang nya.
" Mas "
" Kenapa sayang ,aku ngantuk " Jawab Gio jujur .
" Siapkan baju ade " Gio menaikan alisnya lalu menatap jam yang ada di dinding kamar mereka .
" Untuk apa ,masih ada hari besok sayang ,ayo tidur " Ujar Gio kembali merebahkan tubuhnya bahkan dia juga membantu Dila untuk tidur kembali .
" Aku mau lahiran mas ,sejak tadi perut ku mules " Gio langsung menatap Dila dengan mata membulat.
Mendengar kata melahirkan membuat Gio merinding menelan ludahnya sendiri dengan paksa .
" Melahirkan " Tanya Gio terbata .
" Iya makanya siapkan baju ade sama bajuku ,baru bangunkan ayah sama ibu " Ujar Dila .
"Jangan bercanda kamu serius yank, Tadi malam baru di jenguk yank, masa sudah mau ke luar " Jawab Gio yang masih terdiam di tempatnya .
"Kalau mas begini terus lama² Dila lahiran di sini Lo " Ujar Dila yang sudah kesal .
" Jangan ,Ok aku siapkan baju kalian tapi masih bisa tahankan " Dila mengagguk , Gio pun langsung turun dari tempat tidur lalu berjalan ke arah ruangan ganti .
" Tunggu sebentar iya nak " Ucap Dila mengelus pelan perutnya lalu dia berdiri sambil berjalan karena sakit nya baru sesekali .
Beberapa menit kemudian Gio ke luar sambil membawa pakaian Dila dan Calon anaknya serta perlengkapan nya .
" Sayang kenapa jalan nanti Ade jatuh ke bawa " Pekik Gio langsung mendekati Dila menuntunnya duduk di sofa .
" Tunggu aku panggil ibu dulu " Lanjutnya lalu meninggalkan Dila yang masih bingung .
" Papa mu akan bodoh jika sudah panik " Ujar Dila kembali berdiri berjalan dengan pelan .
Dila mengambil ponselnya mengirimkan pesan pada kedua orang tuanya ,dia tidak ingin menelpon karena itu bisa menganggu tidur mereka dan pastinya ibunya akan heboh jadi mengirimkan pesan saha setidak nya dia sudah memberi tahu .
__ADS_1
" Dila " Dila menatap ibu mertua nya ,dia bisa lihat dengan jelas bahwa ibu mertua nya itu begitu panik .
" Sudah mau lahiran " Dila mengaguk pelan .
" Ayo " Ajaknya pada Dila tapi Dila menahan tangan ibu mertua nya tidak berselang lama suami dan ayah mertua nya ikut masuk .
" Ibu ganti baju dulu, Sakit nya hanya sesekali " Jawab Dila menatap ibu mertua nya .
" Ayo kita ke luar ,nanti sambil jalan menunggu ibu gantian ' Ujar Ibu mertuanya .
" Mas, pakai dulu bajunya " Gio mengaguk lalu mengambil pakaian tidurnya .
" Kamu sudah pakai pembalut " Dila mengaguk tersenyum .
" Ada baiknya aku punya menantu dokter jadi aku tidak kebingungan harus bagiamana " Gumam ibu membuat Dila tertawa kecil .
" Ayo ayah bantu " Dila mengaguk menerima tangan ayah mertuanya lalu ke luar dari kamar milik mereka .
"Sakit " Dila mengaguk berhenti di tengah² tangga ,ayah pun menunduk sedikit di depan perut Dila setelah itu kembali berdiri memegang kepala Dila mengucap kan sesuatu baru menatap Dila .
" sudah baikan " Dila mengaguk " Ayah ngapain " Tabta Gio sinis .
" Ayo " Jawab Ayah tanpa memperdulikan pertanyaan Sang putra " Awas iya ayah, Dila istri Gio jangan macem-macem " Ayah hanya diam saja dia tidak punya waktu meladeni anaknya yang menurut nya sudah gila itu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Sepertinya dokter sudah tahu kalau mau lahiran " Dila hanya tersenyum menahan sakit menatap dokter kandungan yang juga berkerja di rumah sakit yang sama dengan nya .
" Sudah pembukaan 7 ,kita tunggu 3 pembukaan lagi iya Pak " Ujar dokter menatap Gio .
"Apa tidak bisa di percepat Dok , istri ku sejak tadi menahan sakit sekalipun dia tidak mengatakannya " Ujar Gio ,karena menang Dila hanya akan melampiaskan rasa sakit nya dengan menguatkan genggaman nya pada Gio .
" Tidak bisa pak, Anak anda akan mencari jalannya sendiri yang sudah bapak buka semalam " Gio menaikan alisnya menatap dokter .
" Berhubung badan membantu Jalan lahir nya cepat terbuka " Lanjutnya saat melihat wajah bingung Gio ,dan itu berhasil membuat Gio paham lalu menatap sang istri yang bersikap biasa saja .
Setelah menunggu satu jam kini Dila sudah siap untuk melahirkan rasa sakit nya tidak bisa di tahan lagi .
" Sa.....kit ....Mas " Ujar Dila terbata memegang lengan besar Gio .
" Iya sayang " Jawab Gio .
Kini dokter sudah siap membantu Dila melahirkan di samping ada dua perawat yang akan ikut membantu nya.
" Siap Dok " Dila hanya mengaguk menahan sakit bagian bawahnya .
" Aaakkkkhhhhh " Dila mengejek , setelah dokter memberikan kode padanya .
__ADS_1
" Tarik napas lalu hembuskan dengan pelan " Dila mengikuti ucapan sang dokter tangannya tidak Perna lepas dari lengan sang suami .
" Dorong "
" Aaakkhhhh " Dokter dan perawat langsung menatap ke sumber suara di mana bukan Dila yang bersuara melainkan suaminya berteriak karena Dila menggigit tangan Gio mengalihkan rasa sakit nya .
" Sakit sayang " Ujar Gio menatap tangan nya yang begitu jelas bekas gigitan Dila .
" Maaf ....Mas " Gio menggeleng lalu mencium kening sang istri dengan lembut " Tidak papa yank, maaf aku tidak papa " Jawab Gio cepat saat menyadari ucapan nya menghapus keringat di kening dan wajah sang istri.
" Kuat iya demi Ade dan aku " Dila mengaguk pelan rasa sakit itu kembali menyerang nya .
" Dorong "
" Aaakkkkhhhhh " Dila mengeluarkan semua tenaganya berpegangan pada lengan sang suami .
Oek ....Oek .....
Dila langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur saat mendengar suara tangisan sang anak air matanya keluar begitu saja sama halnya dengan Gio dia langsung memeluk sang istri mencium seluruh wajah Dila .
" Terimakasih sayang , terimakasih banyak " Ucap Gio mencium kening sang istri .
" Selamat Dok ,pak anaknya laki² ganteng seperti ayah nya " Ujar Dokter baru dia memberikan pada suster setelah menggunting tali pusarnya .
" Maaf Dok ' Dila mengaguk menerima anaknya yang di letakan di atas Dadanya .
" Selamat dayang Boy, terimakasih sudah berjuang bersama Mama selama ini , sekarang tugas kita akan menjaga Mama dengan baik " Ucap Gio kembali menetas kan air matanya menatap sang putra .
" Mas " Panggil Dila lirih menghapus air mata suami nya " Aku bahagia Yank " Dila hanya memberi kan senyum manis nya .
" ' Ayo nak " Ujar Dila menatap sang anak saat bayi itu mencari sumber makanannya hingga dia menemukan nya dan itu membuat Dila tersenyum menahan sakit .
" Kenapa yank " Dila menggeleng tersenyum " Anak Mas terlalu rakus " Gio hanya tertawa kecil dia belum berani memegang sang putra karena tubuhnya masih di penuhi darah dan cairan putih ,dia juga takut nanti nya anak melukai sang putra karena tangannya yang terlalu besar .
Beberapa menit kemudian perawat mengambil bayi mungil itu untuk di bersihkan dan Dila memilih istirahat setelah tenaga nya terkuras habis .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1