Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
melakukan yang terbaik untukmu


__ADS_3

Malam harinya intan terbangun dia menatap jam dinding dengan helaan napas dia menurunkan kakinya secara perlahan .


Sudah beberapa malam ini dia selalu bangun malam hanya untuk mengisi perut nya yang mendadak kosong padahal sebelum nya dia sudah makan malam dengan porsi yang banyak menurutnya .


Tapi saat sudah tiba di luar kamar, dia di kagetkan dengan suara bariton Didin membuat nya mengelus dada nya .


" Mau ke mana " Tanya Didin memicing kan matanya curiga ,jangan sampai intan merencanakan ingin kabur lagi .


Padahal kalau kabur pun tidak apa bukan !! Toh dia juga tidak peduli sekalipun intan sudah hamil tapi sikapnya selalu sama.


Buat Author kesal saja , Apa perlu author buat dia sakit jantung lalu mati biar Intan bahagia 😡😡😡


" Makan " Jawabnya lalu turun ke bawah meninggalkan Didin yang masih menatap nya bingung .


Intan membuka isi kulkas bingung harus memasak apa !!


" Bukannya tadi kamu sudah makan " Intan hanya mengaguk saja " Kenapa makan lagi " Lanjutnya .


" Ini waktunya makan malam anakku " Jawabnya tanpa membalikkan badannya " Maksudnya " Tanya Didin.


" Tidak ada " Jawab intan ,lalu mengeluarkan sosis ,dada ayam dan paprika .


" Mau aku bantu " Intan menggeleng " hanya potong ayam saja " Jawabnya .


" Kakak kenapa bangun " Tanya intan .


" Air minum di kamar habis " Jawabnya ,intan kembali melanjutkan kegiatannya tanpa menghiraukan Didin entah masih di dapur atau sudah pergi .


Setelah terjadi keheningan didin menjadi bingung hingga dia kembali membuka suaranya .


" Apa tiap malam kamu seperti ini " Intan mengaguk " iya " Jawabnya .


" Kenapa tidak membangunkan aku " Tanya Didin .


" Intan tidak ingin menyusahkan Kakak " Jawabnya tenang .


" Intan ...."


" Kakak mau makan, biar sekalian intan siapkan " Potong intan sebelum Didin melanjutkan ucapannya .

__ADS_1


" Makanlah, aku ke kamar dulu " Ucapnya lalu meninggalkan intan sendirian di dapur.


" Kamu baik-baik saja kan Nak, tunggu iya sedikit lagi kita akan makan " Gumam intan mengelus perutnya


" Ibu akan melakukan yang terbaik untukmu ,besok kita akan bertemu lagi kata dokter biar bulan depan lagi periksa nya " Intan mengajak janin dalam kandungan nya berbicara agar dia tidak terlalu memikirkan sikap Didin .


Di dalam kamar Didin hanya bisa menghela napas panjang lalu menatap langit-langit kamarnya lalu memejamkan dengan pelan .


" Maaf " Hanya itu yang bisa Didin ucapkan tapi entahlah itu untuk siapa .


setelah lama terdiam Didin membuka matanya secara perlahan saat mendengar suara pintu terbuka mungkin intan sudah kembali ke kamarnya pikir Didin .


" Apa aku akhiri saja semuanya " Gumam Didin dengan helaan napas berat .


" Apa dulu aku terlalu berharap dengan mu sehingga sampai sekarang aku belum bisa melupakan mu ,padahal kamu sendiri sudah bahagia bersama suami dan anakmu ,tolong sembuhkan luka ini biar aku bisa menatap kedepan, intan juga sendang hamil tapi jujur aku bingung harus bersikap seperti apa ?? " Didin menarik selimut nya menutup sebagian tubuhnya " Bahkan aku tidak menyangka akan memiliki anak " Lanjutnya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Intan " Intan mengangkat kepalanya kini mereka sedang sarapan pagi sebelum Didin kembali beraktivitas begitu juga intan sekalipun hanya pekerjaan rumah .


" Apa kamu marah " Intan menggeleng " Boleh aku jujur " Intan mengaguk " Aku tidak yakin dengan hubungan ini apa akan berkahir atau akan berlanjut karena aku sendiri tidak tahu kedepannya seperti apa " Ucap Didin serius.


" Bukan itu maksud ..."


" Kakak juga Tidak mungkin terus berada di samping kami, intan juga tahu kalau kakak tidak baik-baik sjaa ,mungkin itu sudah yang terbaik ,kalau kakak ingin bertemu dengannya nanti ,intan tidak akan menghalanginya begitu juga ayah dan ibumu , bagaimana pun dia Cucu mereka " Didin menatap lekat intan sekalipun dia bicara dengan tenang, Didin tahu jika intan hanya tidak ingin dia mengasihani nya.


" Aku tidak mengatakan cerai atau apa pun itu , aku hanya bingung dengan keadaan kita " Ucap Didin .


" Kakak Bingung karena masih mengharap kan dia kembali sekalipun kakak sudah tahu kehidupan nya dia ....."


" Dia yang kamu maksud itu kakak mu Intan " Intan mengaguk membenarkan " Iya dia kakakku Tapi entah kenapa aku membenci nya "


" Intan " Tegur Didin meninggikan suaranya " Di sini kita yang bermasalah kenapa harus kamu kaitkan dengan Risna " Intan menatap Didin Tersenyum " Karena memang dia sehingga suamiku sendiri tidak sadar jika sudah menikah , bahkan saat tahu aku hamil pun dia hanya terlihat biasa berbeda saat kakak bicara atau bertemu dengan anaknya ,bahkan kakak begitu menyayangi nya,iya aku sadar bahwa bukan dia yang mengandung anak .....


BRAK


pyar


Intan memejamkan matanya kuat memegang perutnya karena kaget .

__ADS_1


" Jangan membuatku marah " Didin menatap dingin pada intan .


" Iya ,maaf " Ucap intan ,Didin langsung berdiri dari kursinya meninggalkan intan sendirian .


" Kamu baik-baik saja kan nak, kamu tidak kagetkan " Ucap intan mengelus perutnya lalu merapikan kekacauan yang di buat Didin padahal dia belum selesai dengan Sarapan nya .


" Aaww " Intan mengisap jarinya terkena pecahan gelas ,lalu kembali melanjutkan nya Sekalipun jarinya sakit.


Setelah selesai dia kembali melanjutkan sarapannya karena setelah ini dia akan ke rumah sakit memeriksakan kandungan nya yang sudah memasuki dua bulan .


" 7 bulan lagi sayang " Gumam intan Tersenyum, menyeka air matanya yang mulai membasahi pipi mulusnya .


Intan membereskan meja makan mencuci piring bekas makannya ,lalu dia kedalam kamar mengambil tas dan jaket nya .


" Siap sayang " Tanya intan sambil mengelus perut nya saat dia sudah siap dengan motor yang selalu mengantarnya ke mana pun " Kita jalan iya " Ucapnya setelah sudah menutup kembali pagar rumah .


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit kini dia sudah sampai di rumah sakit ,intan memarkirkan motornya melepaskan helm lalu dia masuk dalam rumah sakit .


Sesampainya di dalam dia langsung mengambil nomor antrian, lalu mengukur tekanan darahnya dan berat badannya .


" Tunggu iya Bu " Ucap perawat .


" Iya sus " Jawab intan lalu duduk sebelum nanti gilirannya .


Dia menatap sekeliling nya hanya bisa tersenyum, di mana sebagian besar mereka di temani suaminya .


Apa lagi melihat wajah suami mereka begitu bahagia sambil mengelus perut buncit yang mungkin sebentar lagi akan melahirkan .


Kita tidak boleh iri iya nak, ayah mu banyak kerjaan ,kalau ayah sudah tidak sibuk pasti dia akan menemani kita ,iya sekalipun bunda tidak yakin Ucap intan dalam hati sambil tersenyum .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote

__ADS_1


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2