Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
Mules


__ADS_3

" Ibu " Panggil intan Lirih .


Kini mereka tengah berada di sawah tapi intan hanya ikut saja karena merasa bosan di rumah terus menerus .


Hampir dua bulan dia berada di desa hanya ada di dalam rumah ,pagi harinya baru ke luar itu pun dia hanya jalan pagi bersama ibu atau ayah nya setiap sore ayah mertua nya datang menemuinya membawakan makanan untuknya .


Rencana nya dia hari lagi Didin kembali ke desa sekalian cuti untuk urusan restoran dia percayakan pada asistennya .


" Kenapa Nak " Jawab Iin lembut .


" Perut intan mules ' Jawabnya terbata .


" Mules mau buang air atau apa nak " Intan menggeleng tidak tahu .


" Bisa tahan kan " Intan mengaguk pelan " Ibu panggil Ayah dulu " Iin langsung berdiri menghampiri suaminya yang ada di tengah sawah melihat para pekerja.


" Apa sudah waktunya Ade ke luar " Tanya intan mengelus perutnya ' Tunggu iya sayang ,ayah masih di kota " Ucap Intan menahan sakit nya .


" Kenapa nak " Intan hanya menggeleng karena rasa sakit bagian bawahnya .


" Kita pulang Ayah " Usman mengaguk langsung menggendong Intan begitu saja.


" Intan kenapa pak, mau lahiran " Tanya salah satu warga yang melihat mereka .


" Belum tau pak, tolong di lihat iya saya harus kembali " Ucap Usman cepat.


" Iya pak, semoga semuanya lancar " Usman hanya mengaguk saja membawa intan ke mobil di mana Iin sudah menunggu mereka membukakan pintu mobil .


" Pelan² Yah "Ucap Iin .


" Intan bisa yah, sakit nya sudah hilang " Ucap Intan .


" Kamu serius " Intan mengaguk , Usman menurunkan intan dengan pelan ,lalu membantunya masuk di susul Iin yang ikut duduk di belakang .


Bukan hal aneh lagi melihat orang tua Risna dan intan ke sawah membawa mobil ,karena itu sudah biasa.


Jika awalnya terasa lucu dan menggelikan seiring berjalannya waktu warga yang berkerja dengan mereka atau yang lainmya pun sudah tampak biasa .


" Kita langsung ke puskesmas yah " Ucap Iin khawatir .


" Ke rumah saja Bu, kan belum harinya !! Kakak Didin juga lusa baru ke sini " Ucap Intan.


" Harinya itu bisa maju atau munfur nak, kamu dengar sendiri kata bidannya kan " Intan mengaguk " Lalu kakak Didin bagaimana " Usman langsung mengeluarkan ponsel nya dari saku bajunya .


' Telepon Didin Bu, jangan lupa juga ayah nya " Iin langsung mengambil ponsel suaminya menghubungi Didin terlebih dahulu .


Hingga dering ke tiga baru didin mengangkat nya.


" Assalamualaikum yah " Sapa dari seberang .


" Ini ibu Nak, apa kamu sibuk " Tanya Iin lembut .


Dia tidak ingin membuat menantu nya cemas apa lagi dia berada di kota.


" Tidak terlalu Bu ,apa intan butuh sesuatu Bu " Tanya Didin ,karena biasa nya istrinya akan meminta di bawakan apa pun itu jika Didin akan kembali .


" Tidak Nak, tapi Gini intan merasakan sakit bagian perutnya katanya mules tapi hilang lagi " Ucap Iin .

__ADS_1


" Apa sudah lama Bu " Tanya Didin seketika suaranya terdengar panik .


" Baru dua kali kak " Jawab Intan lirih .


" Dulu ibu sebelum melahirkan Risna dan intan juga begitu nak, kalau kamu tidak sibuk bisa kembali hari ini ke desa " Ucap Iin selembut mungkin .


" Didin akan kembali Bu " Jawab Didin Cepat .


" Zul handle semuanya ,jika ada yang penting langsung hubungi Gio dan Fandi " Ucap Didin pada Asistennya .


" Jangan panik Nak, sakitnya baru sesekali insyallah dia menunggumu " Ucap Iin .


' Iya Bu , bisa kasihkan pada intan " Ucap Didin.


" Iya kak " Jawab Intan .


" Jangan takut iya ,Kaka usahakan cepat sampai "


" Jangan balap²,intan hanya mules " Jawabnya lirih .


" Ade tunggu ayah ,jangan buat bunda sakit kasian kakek sama Nenek bunda juga ,Tunggu ayah sedikit lagi iya sayang " Ucap Didin menasehati anaknya yang berada dalam perut intan .


" Ssssttttt "


" Sakit lagi " Intan mengaguk memegang tangan sang ibu .


" Sayang, tunggu iya aku akan kembali , Bu Didin tutup iya " Didin langsung mematikan sambungan teleponnya tanpa menunggu jawaban ibu mertua nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Kalau sakit jangan di tahan Nak, ayah tidak papa " Ucap ayah mertua nya .


" Tidak ....ayah " Jawab Intan terbata .


" Kita ke puskesmas saja yah " Ucap Iin .


" Jangan ..... Bu " Tolak intan ,karena dia masih menunggu suaminya .


" Tapi nak ,sejak pagi kamu sudah begini " Ucap Iin khawatir .


" Bagaimana kita panggil bidan saja ke sini Bu , jika memang sudah waktunya lahir tapi Didin belum sampai setidaknya sudah ada yang membantu " Ucap Ayah Didin .


" Saya akan menelpon nya " Ucap Usman ke luar dari kamar intan .


" Bu apa kakak Didin belum sampai " Tanya Intan lirih,Wajahnya sudah di penuhi keringat.


" Sabar iya Nak, mungkin Didin masih di perjalanan berdoa saja semoga semuanya lancar " Intan mengaguk pelan .


" Ayah .... istirahat...dulu " Ucap intan menatap mertuanya .


" Tidak usah memikirkan kami Nak, fokus pada keadaan mu ,jika sakit katakan sakit jangan menahannya " Ucap mertua nya .


Jam 5 sore baru datang langsung masuk dalam rumah menuju kamar intan .


BRAK


" Sayang ' panggil Didin dengan napas terputus " Maaf ....Tadi ada perbaikan jalan di desa Xx " Lanjutnya sambil mengatur napasnya .

__ADS_1


" Sakit " Ucap Intan untuk pertama kalinya ke luar dari mulutnya .


" Jangan nangis Hm " Didin mencium kening intan yang menggegam tangan ayah nya dan ayah mertua nya .


" Aku Ganti baju dulu iya " Intan mengaguk pelan .


" Apa pembukaan nya belum juga lengkap Bu " Tanya Iin pada Bidan, karena sejak tadi pembukaan 4 terus tapi intan terus kesakitan .


" Kita periksa lagi iya " Iin hanya mengaguk " Sudah pembukaan 6 ,sedikit lagi iya Mba " Ucap Bidan .


" Ayo minum lagi nak " Iin memberikan teh pada intan menggunakan sedotan .


"KAKAK " teriak intan membuat Didin langsung ke luar dari kamar mandi .


" Ayah....Ibu ....Sakit " Tangis Intan membuat Didin tidak tega .


" Apa masih lama Bu " Tanya Didin menatap Iin .


" Lagi 4 Nak " Jawab Iin mengelus perut anaknya,Didin menatap perut intan.


" Ade ,ayah sudah di sini jangan buat bunda kesakitan iya ,kasian bunda sayang !! Dari pagi menahan sakit ayo ayah menunggumu " Ucap Didin lembut berbicara di depan perut intan .


" Aaaakkkkkhhhhh ......Sakit .....Intan tidak kuat " Intan mencekram kedua tangan ayah nya dan juga ayah mertuanya .


" Jangan bicara begitu Nak, kamu harus kuat Sedikit lagi kamu akan bertemu dengan anak kalian ' Intan menggelengkan kepalanya .


" Intan ......tidak kuat " Ulang nya lagi .


Ayah Didin menunduk sedikit mencium kening intan sebentar lalu membisniskan sesuatu pada intan membuat wanita itu tenang .


" Tarik napas hembuskan dengan pelan " Intan mengikuti arahan mertuanya .


" Ayo Mba lagi dua " Ucap Bidan Tersenyum ,intan mengagguk .


" Sedikit lagi Nak sakitnya akan hilang " Ucap Usman ,intan hanya mengagguk .


" Minum dulu nak " Intan kembali meminum teh yang menurut nya sedikit manis karena katanya itu untuk tenaga nya .


" Kakak " Didin mengaguk sambil mengelus perut intan .


" Kakak sudah punya namanya kan " Didin mengaguk Tersenyum " Tidak usah memikirkan itu " Jawab Didin mengelus pipi Intan yang sudah di penuhi keringat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰


🥰🥰


Setelah ini kita akan membahas kehidupan keluarga Fandi dan Didin iya jadi kita selesai kan satu² dulu biar dapat part yang banyak 😘😘😘😘😘


Like


Koment


vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2