Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
Teman SMA


__ADS_3

Setelah kepergian Didin ke restoran intan pun langsung memesan taksi, dia akan menaiki bus untuk pulang kampung dan dia sudah membayangkan itu sejak semalam saat Didin memberikan izin .


Awalnya dia berharap Didin mengantar nya sekalipun dia menolak tapi nyata pria itu langsung menyetujui ,tapi intan tidak mau mempermasalahkan itu .


Dan saat sampai di terminal ternyata ada teman yang satu sekolah dulu dengan nya sekalipun beda ruangan, pertama nya intan sedikit bingung hingga akhirnya otaknya kembali berputar dan langsung meminta maaf saat sadar .


Kini mereka sudah duduk bersisian karena bus akan menuju Dimana akan membawa mereka .


"Kamu ngapain di kota " Tanya Intan .


" Jalan² " Jawabnya sambil tertawa kecil .


" Bohong " Ucap intan .


" Kuliah, mau apa lagi ?? Kamu " Tanya balik .


" Aku ngapain iya bingung juga ,tapi kerjaan ku bangun tidur makan " Jawab intan sambil memegang kening nya berpikir .


" Pantasan gemukan " intan hanya tersenyum " Kentara iya " Temannya hanya mengaguk,karena memang intan memakai jaket sehingga perut nya tidak terlalu terlihat .


" Ah iya di sini juga ada Gina Lo dia kerja di restoran " Intan mengalikan pembicaraan .


" Wanita bar² ,mulut pedas itu " Intan mengaguk Tersenyum " Jika aku bertemu Dengan nya nanti pura² pingsan aku nya " Ujarnya .


" Nanti kita ketemuan iya kumpul bareng " Ucap intan .


" Dia tidak kuliah " Intan mengaguk " kami janjian nanti tahun depan, mau istirahat dulu cape otak butuh refreshing " Ucap intan .


" Kalau mau refreshing itu jauhan mainnya ,Bali ke atau jogja atau di mana gitu ,lah ini mainnya di kota yang jaraknya hanya menghitung jam naik bus lagi " Ucapnya terkekeh geli .


" Dana nya kurang,tidak ada pemasukan kalau kamu mau nyumbang ayok ,aku siap saja " Ucap intan bercanda .


" Serius " tanya nya serius membuat intan menggeleng cepat ' Bercanda Aris gitu saja langsung di tanggapi ,iya anak nya juragan kambing dan sapi belum lagi pabrik teh nya " Ucap intan tertawa kecil .


" Kaya kamu tidak saja ,tuh ayah mu lama² seluruh tanah warga di belinya di jadikan sawah " Kedua nya pun tertawa .

__ADS_1


" Gina kenapa tidak ikut pulang " Tanya Aris .


" Cari dolar dia ,sudah banyak baru pulang kalau belum kaya kamu tahukan ibunya kalau sudah ngomong kaya mana ?? kereta api saja kurang panjang jika di bandingkan omongan ibunya " Aris tertawa kecil jika tidak memikirkan penumpang yang lain mungkin dia akan tertawa keras .


" Kalau di dengar Gina aku yakin kamu tidak berani " Ucap intan .


" Karena dia tidak mendengar nya !! Aku puas bicara tentang nya " Ucap intan Tersenyum.


" Kamu tidak pernah berubah iya ,selalu asik di ajak ngobrol ,kamu di kampung berapa lama " Tanya Aris .


" Belum tahu, tapi mungkin akan kembali cepat " Intan menjeda ucapannya " Cape di suruh bajak sawah kalau lama² di kampung bisa hitam lagi aku nya " Aris tidak bisa menahan tawanya hingga ibu ² yang di sampingnya mengomeli mereka membuat ke duanya terdiam tapi masih saja tertawa sambil menutup mulutnya .


Kamu cantik Tan jika Tersenyum. Batin Aris Tersenyum .


" Tidur yuk ,kalau ngomong nanti kita di buang ke jalan " Aris mengaguk " Sini sanderan " Intan menggeleng " Sanderan saja " Aris menarik pelan kepala intan hingga bersandar di bahunya .


" Tidur lah , perjalan kita masih jauh " Intan mengaguk lalu memejamkan matanya secara perlahan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di restoran Didin terus menatap HP nya ,membuat Zul kebingungan karena tidak biasanya bosnya begitu .


" Ada yang bisa saya bantu bos " Didin menatap Zul ,lalu menggeleng " Tidak ada Zul, kamu belum pulang " Zul menggeleng " Bukannya sejam lagi jam pulang " Didin menarik napasnya kasar , karena khawatir dia sampai lupa dengan jam pulang kerja nya .


" Iya sudah saya duluan iya " Ucap Didin .


" Iya Bos " Jawab Zul .


🌵


🌵


🌵


🌵

__ADS_1


🌵


Saat masuk dalam rumah Didin langsung berjalan ke arah dapur tapi sebelum sampai dia menghentikan langkahnya tersadar .


Didin menarik napas panjang lalu berbalik ke arah tangga menuju kamarnya .


"Koh sepi iya " Gumam Didin saat melewati kamar intan lalu dia masuk dalam kamarnya .


Bukan langsung membersihkan diri ,dia malah sibuk menatap foto Risna yang di pasang di atas tempat tidurnya .


" Cantik " Gumamnya Tersenyum .


" Ah koh tiba-tiba kangen " Ucap Didin,tapi dia tidak cukup berani menelpon Risna , kecuali dari dia dan itu pun pasti dia akan menanyakan intan karena wanita itu tidak pernah lagi mengangkat panggilan atau membalas pesannya .


Dan sasaran nya adalah Didin,tapi dia tidak keberatan dengan itu karena dengan begitu dia bisa berbicara dengannya sekalipun tidak lama .


Berbicara tentang intan, Didin kembali memikirkan wanita yang kini sedang mengandung anaknya, apa dia sudah sampai ?? Bukannya katanya akan memberikan kabar .


Anak !!


Bahkan Didin tidak berpikir sampai di sana, dan itulah kenapa dia begitu kaget saat tahu intan hamil .


Didin memejamkan matanya kuat, memikirkan jalan rumah tangganya yang tidak pernah dia pikirkan akan seperti ini .


Karena dalam pikirannya sejak dulu adalah Risna istrinya bukan adiknya intan .


" Pusing " Ucap Didin berdiri menuju kamar mandi membersihka dirinya agar pikirannya kembali fres tidak memikirkan hal yang membuat nya semakin pusing nantinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰😘😘😘


Like


koment

__ADS_1


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2