
Sejak kemarin di rumah mertua Didin sudah ramai ,karena membantu ibu mertua nya untuk aqiqahan anaknya Dita .
Keluarga Daniel pun ikut serta ke kampung membantu mereka sejak siang tadi .
Kanz yang sudah berumur setahun lebih tidak henti² nya bermain dengan Dita hingga membuat Daniel harus menjaganya karena sang istri membantu yang lainnya di dapur .
" Abang adeknya jangan di ganggu terus " Tegur Daniel pada sang anak .
" Tantik ini " Ucap Kanz cadel .
" Iya Cantik tapi jangan di ganggu ,bundanya Dita lagi istirahat " Ucap Daniel lagi .
" Tidak papa, Dita juga nyaman koh " Jawab Didin
Kedua pria itu bertugas menjaga anak mereka sedangkan yang lainnya sibuk di luar rumah .
" Takutnya dia akan memukulnya " Ucap Daniel .
" Kanz tidak sekejam itu ,iya kan Kanz " Kanz hanya mengaguk sambil memainkan pipi Dita .
" Apa Kanz ingin adik seperti Dita " Dengan polosnya Kanz mengaguk " Ade tantik dini ,tan uka " Jawab Kanz.
" Minta sama Papa ,biar Kanz punya adik " Ucap Didin Tersenyum .
" Papa bita " Didin mengaguk " Bisa ,coba tanya Papa " Ucap Didin lagi , Kanz langsung menatap Daniel .
" Jangan mendengar kan ucapan ayah mu " Tegur Daniel pada sang putra .
" Tan mau Ade " Ucap Kanz menatap Daniel .
" Abang sama mas Didin mau di buatkan kopi tidak " Tanya Risna yang baru saja datang .
" Boleh " Jawab mereka bersamaan .
" Yank, ada gorengan kan " Risna mengaguk " Sekalian iya " Risna kembali Mengaguk .
" Mama Tan mau Ade " Tunjuk Kanz pada Dita .
" Itu sudah ada Ade Dita " Jawab Risna seadanya .
" Tata ayah mita Papa " Risna langsung menatap Didin yang hanya tertawa kecil .
" Sekarang sama Ade Dita dulu iya " Ujar Risna lembut .
" Tan bawa pulan " Risna menatap Daniel yang hanya menaikan bahunya .
" Memang Kanz sudah siap tidur sendiri ,tidak takut lagi " Kanz mengerjapkan matanya beberapa kali hingga akhirnya mengaguk .
" Yakin " Kanz kembali mengaguk " Iya sudah nanti pulang dari rumah Nenek,Kanz belajar tidur sendiri gimana " Ucap Risna lagi .
__ADS_1
" Jangan membuatnya berharap yank, jika kamu sendiri masih pakai kontrasepsi " Risna menatap Daniel .
" Aku sudah lepas koh " Jawab Risna membuat Daniel menatap nya .
" Kapan " Tanya Daniel menegangkan duduknya .
" Sudah sebulan " Jawab Risna .
" Kita kembali ke kota iya ,nginap di hotel " Lidah Risna berdecak lalu berdiri meninggalkan mereka .
" Yank " Panggil Daniel lagi " Wanita itu " Geram Daniel kesal
Didin tertawa kecil melihat tingkah Daniel pada Risna, tidak ada lagi rasa cemburu atau yang lainnya, dia menatap sang putri yang begitu terlelap dalam gendongan nya .
Terimakasih sudah hadir , karenamu ayah bisa menerima dan mencintai Bunda mu Ucap Didin dalam hati .
" Apa dia tidak lapar " Tanya Didin menatap Dita .
" seperti nya belum " Jawab Didin .
" Boleh menggendong nya " Didin mengaguk lalu memberikan Dita pada Daniel .
" Ade Tan itu " Tanya Kanz pada Daniel .
" Hebm " Kanz kembali memainkan pipi Dita .
" Iya ,kalau dia nangis nanti Kanz ke sana " Ucap Daniel.
" Iya ,makasih " Didin meninggalkan Dita bersama Daniel dan Kanz yang terus menempel pada anaknya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Didin membuka pelan pintu kamar agar tidak membangunkan intan tapi nyata nya sang istri sudah terbangun sejak tadi .
" Sudah bangun " Tanya Didin setelah menutup pintu kamar nya .
" Iya ,baru saja " Jawab Intan.
" Butuh sesuatu " Intan menggeleng " Tadi bangun buang air kecil " Jawab intan .
" Ade mana " Tanya Intan .
" Sama Daniel, Kanz terus menempel padanya " Intan hanya tersenyum saja .
" Kakak baik² saja kan " Lidah Didin berdecak " Memang aku kenapa " Tanya Didin kesal .
" Hanya tanya kak, kan siapa tahu ...Aaaawww kakak " Pekik intan saat tangannya terasa perih .
"Intan lagi sakit kak " Rengek intan manja .
__ADS_1
" Biar saja ,masih saja usil " Intan tertawa kecil " Kakak kaya anak kecil Pundungan " Ucapnya di sela tawanya .
" Sudah tau aku tidak ada lagi perasaan sama Risna masih saja di tanya kaya gitu " Didin membaringkan kepalanya di atas paha Intan .
" Kan hanya bercanda kak, sensi amat !! Kaya Dita " Jawab Intan .
" Biar saja " Didin menyembunyikan wajahnya di perut Intan " Yank " Intan hanya diam sambil mengelus kepala suaminya .
" Aku pengen ibu datang " Ucap Didin lirih tapi masih bisa di dengar intan .
" Pasti ibu datang kan Dita aqiqah " Ucap Intan lembut .
" Nyatanya ibu belum ada ,mertua Risna saja datang " Jawab Didin semakin menyembunyikan wajahnya di perut intan .
" Mungkin ibu sibuk kak,pasti nanti ibu ke sini kalau sudah tidak sibuk " Jawab Intan lagi .
" Sibuk !! Ayah saja sejak kemarin di sini kerja bersama Ayah mu dari potong kambing hingga di bakar bahkan ayah pulang sudah malam " Ucap Didin lagi .
" Apa karena Intan iya kak ? " Tanya Intan
" Jujur intan iri sama kehidupan teteh ,dia begitu banyak di cintai , suaminya ,mertuanya bahkan ibu mertua ku sendiri dulu begitu mengharapkan dia mungkin sampai sekarang ,semua orang begitu menyayangi nya " Lanjutnya .
" Apa intan terlalu jahat sehingga tidak ada yang begitu sayang padaku " Ucapnya Tersenyum miris .
" Sayang " Didin Langsung bangun mengusap cairan bening yang sudah le luar.
"Jangan Nangis ,maaf kalau sudah menyakiti mu dulu !! Aku berjanji akan membahagiakan mu dan Dita maaf kalau aku bukan suami yang sempurna maafkan ibu juga " Intan Tersenyum lembut .
" Aku baik² saja kak " Didin langsung memeluk Intan dengan erat " kakak tahu kamu hanya berusaha kuat " Intan hanya bisa diam .
" Ke luarkan apa yang selama ini kamu pendam tapi setelah itu jangan lagi ,kamu sudah mendapat kan apa yang kamu mau, aku , Dita kami mencintai mu yank , menyayangi mu " Intan membalas pelukan Didin menyembunyikan wajahnya di dada sang suami .
Tubuh intan mulai bergetar tidak mudah baginya melewati semuanya di mana dia harus berjuang meyakinkan suaminya ,lalu di saat hamil suaminya tidak memberikan respon belum lagi ibu mertuanya yang menganggap kehamilan nya dengan pria lain bahkan di saat masa kehamilan nya intan lalu dengan luka ,di mana semua wanita di manja oleh suaminya, di saat orang mengidam di turuti suaminya tapi tidak dengan nya dia harus berjuang sendiri.
"Aku minta maaf yank " Ucap Didin mengelus punggung sang istri dengan lembut membiarkan Intan menangis mengeluarkan semua yang selama ini dia pendam .
Bahkan pada kedua orang tuanya pun dia tidak menceritakan masalahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘
__ADS_1