
"Sayang " Gina tersenyum lembut saat melihat mertua nya berkunjung ke rumahnya .
" Koh ayah sama ibu tidak bilang mau ke sini " Rengek Gina dengan wajah cemberut .
" Kan seprais sayang ,gimana kamu sehat " Gina mengaguk sambil memeluk lengan ibu mertua nya .
Jika kalian bertanya apa kedua orang tua Fandi tahu atau tidak Gina sakit ??
Maka jawabannya tidak !! Begitu juga orang tua kandung Gina baik Fandi atau pun Gina menutup rapat mulut mereka untuk hal itu karena banyak hal yang mereka pertimbangkan .
" Kalau ayah sama ibu sehat kan " Tanya Gina lalu duduk di sofa tangannya tidak pernah lepas dari lengan ibu mertua nya .
" Sehat, kenapa jarang ke rumah ,kamu juga sudah tidak berkeja " Omel ibu Fandi .
" Kan kakak Fandi sibuk Bu ,masa Gina pergi sendirian " Jawab Gina Tersenyum.
" Tidak papa ,kalau kamu tunggu anak kurang ajar itu sampai kapan kamu ke rumah " Gina tertawa kecil .
" Maaf ,Gina sampai lupa menawarkan minuman " Ibu Fandi menahan tangan Gina " Kalau kami haus nanti kami ambil sendiri ini rumah anak²ku " Ucapnya membuat Gina duduk kembali .
" Suamimu belum pulang nak " Tanya Ayah Fandi .
" Sedikit lagi yah " Jawab Gina .
" Makan malam di sini kan " Tanya Gina pada mertua nya .
" Astaga ,ibu sampai lupa !! terlalu kangen sama kamu jadi lupakan " Omelnya .
" Bibi " Panggil ibu .
" Iya Nya " Jawab pelayan saat sudah didekat mereka .
" Tolong ambil lauk yang ada di mobil iya ,tadi saya lupa bawa masuk " Ucap ibu .
" Iya Nya " Jawabnya lalu berjalan ke luar .
" Kenapa repot² Bu " Tanya Gina .
" Ibu tidak repot ,itu kesukaan mu sama Fandi " Gina menarik sudut bibirnya ke atas .
Terimakasih tuhan kamu masih mengirimkan orang baik di sekitar ku , terimakasih. Ucap intan dalam hati .
" Kamu baik² saja kan nak " Tanya Ayah lembut .
" Sangat baik " Jawabnya sambil tersenyum lembut .
" Kamu diet " Selidik ayah menatap Gina yang mengaguk sebagai jawaban membuat ibu Fandi memukuli nya .
" Siapa yang suruh kamu diet hah" Tanya Ibu sambil memukul lengan Gina .
" Berat Bu " Jawab Gina seadanya .
" Berat² , Kembali kan badanmu awas kalau diet² lagi " Ucap ibu marah .
"Biar cantik Bu " Ibu langsung menatap Gina " Kamu sudah cantik " Jawabnya.
Sedangkan di luar Fandi menatap mobil yang begitu sangat dia kenali tanpa menunggu lagi dia langsung masuk ke dalam rumah menemui pemilik mobil itu .
" Ayah ,ibu " ke dua orang itu menatap ke arah sumber suara .
" Baru pulang " Fandi mengaguk mencium kedua tangan orang tua nya lalu mencium pipi ibunya begitu juga ayah .
" Ayah ,ibu.. Gina ke atas dulu siap kan air sama pakaian Kakak Fandi " Izin Gina .
" Iya sayang " Jawab Ibu mengaguk .
" Fandi " Fandi menatap sang ibu " Apa belum ada tanda-tanda " Tanya ibu ragu .
" Belum Bu, doakan saja secepatnya kami juga sedang usaha " Ibu mengelus lengan Fandi dengan lembut .
" Ibu selalu mendoakan yang terbaik nak " Jawab Ibu tulus .
" Kalau gitu Fandi ke atas dulu ,gerah seharian di luar " Ucap Fandi .
" Iya, langsung turun iya kalau sudah selesai ,ibu sama ayah tunggu " Ucap Ibu .
" Iya Bu, CUP " Fandi mencium pipi ibunya lalu meninggalkan kedua orang tuanya .
__ADS_1
" Koh perasaan ibu tidak enak iya ayah " Ucap ibu menatap suaminya .
" Perasaan ibu selalu gitu " Cibir ayah membuat ibu terdiam kesal .
Ceklek .
Gina menatap ke arah pintu lalu berdiri saat tahu siapa yang masuk .
" Maaf Gina siapkan air sama pakaian Kakak ,soalnya takut ayah sama ibu tahu " Ucap Gina cepat sebelum Fandi marah .
" Hebm " Fandi meletakan tas kerjanya lalu masuk dalam kamar mandi .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Ibu bawa semua ini " Tanya Fandi menatap meja makan .
" Iya " Jawab Ibu sambil melayani suaminya .
" Kakak mau makan yang mana " Fandi langsung menatap Gina " Apa saja " Jawab nya ,Gina pun mengambil kan makanan kesukaan suaminya .
" Malam ini bolehkan ayah sama ibu menginap " Fandi menatap kedua orang tuanya.
" Kenapa harus meminta izin, kaya orang lain saja " Cibir Fandi membuat ibu nya Tersenyum .
Saat mereka tengah sibuk makan suara bel rumah terdengar begitu nyaring.
" saya saja Den " Fandi mengaguk kembali melanjutkan makannya .
" Makan yang banyak, awas kalau kamu diet lagi " Ucap Ibu menatap tajam Gina .
" Ini banyak Bu " Jawab Gina memperlihatkan piring nya .
" Iya sama ibu saja ,lagian kamu Fan kenapa membiarkan Gina diet lihat badannya seperti orang yang kurang bahagia " Ucap ibu kesal
Uhuk .....uhuk ....
Fandi langsung meraih gelas yang ada di samping nya diminum hingga tandas .
Lalu dia menatap Gina yang hanya menampilkan senyuman Lembut nya .
" Maaf den, di luar ada tamu untuk Den Fandi " Fandi menaikan alisnya sebelah " Siapa " Tanya Fandi bingung .
Tapi ini !!!
" Katanya tadi namanya Laura " Fandi langsung menegangkan duduk nya dan itu di sadari Gina karena pria itu duduk di samping nya.
" Ah iya ,biar aku temui dia " Jawab Fandi terbata .
" Baik Den " Jawab Peyalan lalu kembali kebelakang .
" Maaf Fandi kedepan dulu " Pamit Fandi .
" Iya Nak " Jawab ayah, ibu melihat ada yang tidak beres langsung mengikuti langkah Fandi dari belakang sedangkan di meja makan Gina tetap fokus pada makanan nya .
Melihat itu ayah merasa hubungan kedua anaknya tidak baik² saja tapi dia hanya diam sampai nanti mereka sendiri yang membuka suara .
" Kenapa ke sini " Tanya Fandi saat sudah berada di depan wanita itu .
" Maaf ,tapi aku aku merasa selalu ada yang mengikuti ku " Jawabnya lirih .
" Itu orang suruhan ku Laura ,biar aku juga tidak terlalu kepikiran meninggalkan mu dan bibi " Jawab Fandi dengan helaan napas berat " Kenapa tidak menelpon atau mengirim pesan " Lanjutnya lagi .
" Sudah ,tapi mas Tidak membahas atau mengangkat panggilan makanya saya memutuskan ke sini " Fandi memejamkan matanya kuat .
" Kembali ke apartemen pikirkan kandungan mu ,ini malam nanti kalian sakit " Laura mengaguk ,tapi saat akan berbalik langkahnya terhenti saat mendengar suara yang membuat Fandi membalikkan badannya dengan cepat .
" Bawa Dia masuk,tidak baik seorang tamu pulang dengan perut kosong " Ucap Ibu meninggalkan mereka begitu saja .
" Mas " Panggil Laura lirih .
" Ayo " Fandi menggegam tangan Laura memberikan kekuatan pada wanita itu,mungkin ini sudah saatnya pikir Fandi
Hingga akhirnya mereka sampai di meja makan Mata ayah dan ibu Fokus pada tangan Fandi yang menggegam tangan yang bernama Laura .
Menyadari itu Fandi langsung melepaskan tangannya lalu duduk di samping Gina yang hanya terdiam seribu bahasa .
" Silahkan duduk " Ucap Ibu .
__ADS_1
" Makasih Tante " Jawab Laura kikuk dan Gugup ,lalu matanya menatap ke arah wanita yang duduk di samping Fandi .
Gina berdiri berjalan ke arah laci tempat piring lalu mengambil nya dan satu set sendok .
" Maaf mba " Ucap Gina meletakan di depan Laura dan Gina bisa melihat jelas perut Laura sedikit membuncit
Sekuat mungkin Gina menahan rasa sesak di dadanya ,tapi sedikit rasa lega .
" Makasih " Gina hanya mengaguk lalu kembali duduk di mejanya .
Keheningan di meja makan begitu terasa , berbanding terbalik dengan keadaan sebelum Laura datang .
Setelah makan malam mereka masih duduk di meja makan tidak ada yang membuka suara hingga pelayan selesai membersihkan meja makan .
" Kamu temannya Fandi " Tanya Ayah membuka suara .
" Dia Istri ku pa " Jawab Fandi membuat kedua orangtuanya kaget .
" Istri ? Lalu Gina apa mu Fandi " Tanya Ibu dengan emosi .
" Bu pelan kan suaranya ,Laura sedang hamil " Ayah langsung berdiri dari kursi Makan nya hingga membuat kursi duduk nya tergelak di lantai begitu saja .
" Apa Kamu tahu Gina " Dengan berat Gina mengaguk " Kami sudah membahas ini ayah ,ibu maaf kalau kami tidak memberi tahu ayah sam ibu karena kami takut " Fandi langsung menatap Gina yang memohon pada kedua orangtuanya .
" Apa alasanmu menikahi nya " Tanya ibu emosi .
" Maaf ...."
" saya bertanya pada anakku bukan padamu " Bentak ibu menatap Laura yang langsung menunduk .
" Ibu jangan marah, kasian Mba Laura !! Ini juga atas permintaan Gina ,kakak Fandi atau mba Laura tidak bersalah ,Gina yang mengusulkan kakak Fandi menikah karena Gina tidak bisa memberi kan anak dan cucu untuk kakak Fandi sama ayah dan ibu " Ucap Gina berusaha membela suaminya .
" Apa pun itu,ini tidak benar Gina ! Tidak ada wanita yang mau di duakan apa lagi sampai menikah dan hamil " Bentak Ibu emosi.
" Kakak antar Mba Laura saja ,biar Gina yang jelaskan sama ayah dan ibu " Ucap Gina .
" Cukup Gina " Ucap Fandi mengepalkan tangan nya dengan kuat menahan emosi nya yang melihat Gina memohon pada orang tua nya .
" Kakak " Fandi Menatap tajam Gina di mana rasa kecewa ,sakit semua nya terlihat jelas tapi Gina masih berusaha untuk tetap baik² saja.
" Saya memang suami dari Laura ,tapi anak yang di kandung nya bukan anakku " Ucap Fandi lantang sambil menatap Gina yang juga menatapnya " Saya bertemu dengan nya saat aku kembali dari mengurus acara pernikahan Gio, kekasihnya enggan bertanggung jawab atas bayi dalam kandungan nya hingga kami membuat kesepakatan saat anak nya lahir aku akan mengambil ahli atas bayi dalam kandungan nya ,dengan syarat aku harus menikahi nya agar orang² tidak curiga dan beranggapan kalau bayi nya anak haram dan dia hanya istri siri " Ucap Fandi yang terus menatap Gina sedangkan ayah dan ibu syok itu jelas dan Laura hanya bisa menunduk .
" Itu alasannya kenapa setiap Minggu aku ke luar kota,karena hanya ingin memastikan mereka baik² saja ,dan 4 hari yang lalu dia baru berada di sini karena aku yang memintanya dan dia tinggal di apartemen yang aku beli atas namanya dan itu sudah menjadi miliknya ,Dan saya bersumpah atas nyawaku sendiri saya dan Laura tidak perna tidur seranjang atau pun berhubungan layaknya suami istri dan saat anak itu lahir aku dan Gina lah orang tuanya bukan Laura dan mantan kekasihnya " Lanjutnya dengan tegas .
" Semua itu bukan kesepakatan ku dengan Gina tapi kesepakatan ku dengan Laura ,maaf aku harus mengatakan ini " Ucap Fandi yang masih terus menatap Gina " Gina sakit yah ,Bu dan dia enggan untuk berobat " Ucap Fandi membuat kedua orangtuanya menatap ke arah Gina " Dia bukan diet ,tapi semua itu efek dari penyakitnya " Lanjut nya lagi .
" Maksud kamu apa " Tanya ayah menatap Fandi .
" Nanti kita bahas ,karena di sini ada Laura " Jawab Fandi .
" Biarkan sopir yang mengantar nya " Ucap ibu cepat, Fandi mengaguk lalu menatap Laura .
" Kamu tidak papa kan di antar sopir " Laura memgaguk " Tidak papa mas, maaf kalau semua karena Laura sekali lagi Laura minta maaf " Ucap Laura serak .
" Ini bukan salah mu ,tapi aku yang tidak jujur sama mereka ,kembali lah jangan membuat bibi mencarimu " Ucap Fandi .
" Iya Mas ,om , Tante " Laura menatap Gina yang hanya terdiam dengan tatapan kosong nya " Mba saya balik dulu , permisi " Ucap Laura terbata .
" Hati² " Ucap Fandi lalu meminta pelayan mengantar Laura ke depan rumah .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jreng .....jreng ....jreng ...... jreng .....jreng .....jreng .....jreng
Hai² para ibu² yang author sayangi dan cintai 😘😘😘😘😘😘 sampai bingung ingin bilang apa.
Jujur author sampai bingung harus balas kaya mana komentar nya ,tapi sebelumnya terimakasih banyak untuk kalian semua 😘😘😘😘
Dukung terus Didin dan yang lainnya menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰😘😘
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘
__ADS_1
"