Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
sampai kapan ??


__ADS_3

Sore harinya Didin kembali dengan wajah lesuhnya tapi saat melihat siapa yang menyambut nya seketika rasa lelah itu hilang begitu saja dengan cepat dia langsung mendekati sang istri dan mencium keningnya.


CUP


" Amir ada yang ingin saya bicarakan " Ucap Didin menatap Amir sepupu Zul .


" Baik bos " Jawabnya lalu mengikuti kedua bosnya dalam rumah .


" Kata Zul kamu ingin memperkejakan kekasih mu " Amir mengaguk pelan " Apa bisa Bos " Tanya Amir pelan .


" Bisa saja ,tapi saya harap kalian profesional " Ucap Didin serius .


" Sebelumnya dia pernah kerja " Amir menggeleng " Belum Bos ,dia dari desa xx " Jawab Amir .


" Lalu selama ini dia tinggal di mana " Tanya Didin .


" Kos² an dekat sini Bos " Jawab Amir .


" Baguslah ,jadi nanti saat pulang tidak terlalu jauh karena dia kerja hanya sampai sore saja ,nanti kamu jelaskan padanya apa saja Kerja nya, tanya sama Zul " Ucap Didin .


"Bos ,bisa minta tolong " Didin menatap Amir lalu mengaguk " Kami sedang mengumpulkan uang untuk menikah ,bisa kah gaji kami di simpan saja sebagian Maksud nya buat bayar kos sama makan saja gitu " Ucap Amir pelan .


" Soalnya kalau kami pegang sendiri takut ke pakai " Lanjutnya lagi .


" Gimana sayang " Tanya Didin pada Intan yang duduk di samping nya .


" minta tolong sama Kaka Zul saja bikinkan tabungan buat mereka ,Untuk makan biar pacar kakak Amir makan di sini saja nanti sebelum pulang bawah makanan dari sini jadi tidak usah beli di luar ,kalau tiap hari beli kasian uangnya " Jawab Intan lembut .


" Terimakasih Bu bos " Jawab Amir menunduk pelan .


" Iya sudah itu saja ,besok suruh dia datang sebelum saya ke restoran,karena ada yang harus saya katakan padanya " Ucap Didin .


" Baik bos , kalau begitu saja pamit dulu bos ,Bu " Pamit Amir .


" Iya kak " Jawab Intan lembut .


" Sudah mandi " Tanya Didin menatap sang istri .


" Ade sudah ,aku belum !! takut kalau mau tinggalin " Jawab Intan .


" Ayo " Intan mengaguk lalu berdiri mengikuti langkah Didin naik ke lantai dua di mana letak kamar mereka .


" Kaka " Panggil Intan lembut .

__ADS_1


" Hebm " jawab Didin menghentikan langkahnya menunggu sang istri di tangga .


" Cepat betul jalannya " Didin hanya menanggapi nya dengan senyuman .


" Ade di simpan di box sayang " Intan menurut menyimpan Dita di box bayi .


" Cape " tanya Didin saat ikut duduk di samping Didin .


" Tidak " Didin memijat pelan pundak dan bagian leher intan dengan lembut .


" Maaf aku tidak membantu mu menjaga Dita " Intan mengaguk Tersenyum.


" Asal kakak bayar lebih saja ,intan tidak akan mengeluh koh " Didin tertawa " Baiklah bos " Jawab nya di sela tawanya .


" Kakak ,intan sudah putuskan " Ucap Intan .


" Intan akan menunggu setahun lagi " Lanjutnya .


" Kenapa " Tanya Didin .


" Tidak papa ,hanya ingin bersama Dita dulu karena kalau sudah kuliah pasti akan terbagi waktunya nanti dia tidak mengenali intan " Ucap Intan .


" Mana baik nya saja ,asal kamu nyaman setahun itu lama Lo yank " Ucap Didin .


" Kalau Gina gimana " Tanya Didin.


" Kayanya dia mau kuliah ,soalnya kata Aris dia sudah mendaftar lewat online " Didin hanya mengaguk saja .


" Iya sudah kamu mandi dulu ,nanti Dita aku yang jaga " Ucap Didin .


" iya kak " Jawab Intan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam hari Gina memilih duduk di balkon di temani segelas jus dan beberapa Snack ,entahlah apa yang di makan nanti akan d terima tubuhnya atau tidak tapi saat ini dia hanya menginginkan itu saja ,bahkan sejak tadi dia belum menyentuh nasi dan yang lainnya, bahkan obat nya baru di minum saat pagi tadi saat kejadian di restoran.


Seperti nya ucapan Zul benar jika dia mempercepat kematiannya ,karena dengan begitu Fandi bisa bebas tidak harus terikat dengan wanita penyakitan seperti nya apa lagi tidak bisa memberikan apa yang dia mau, padahal bisa saja dia sembuh jika mengikuti saran dokter .


Tapi melihat sikap Fandi dan memiliki kekasih lagi dia memilih untuk menyerah mungkin itu jauh lebih baik, dari pada nantinya saat tidak sengaja mereka bertemu dan melihat mereka ,jadi Gina memilih jalan yang menurut nya aman untuk hati nya .


Setiap Fandi meninggalkan dia ke luar kota Gina terus duduk sendirian di balkon kamar mereka , karena itu membuatnya sedikit lebih baik .


Sedangkan di luar sana ,Fandi baru saja sampai padahal baru siang tadi dia ke luar kota dan langsung kembali setelah urusan nya selesai .

__ADS_1


" Gina di kamar " Tanya nya pada pelayan yang membukakan pintu saat mendengar suara mobil .


" Iya Den, tapi sejak siang Mba Gina belum makan " Jawab Pelayan .


" Iya sudah nanti kami turun makan ,bibi siapkan saja baru Istirahat " Ucap Fandi .


" Baik Den " Jawab Pelayan .


Fandi langsung berjalan ke arah kamar mereka dengan pelan dia membuka pintu kamar !! dia bisa melihat jika Gina berada di luar .


Dengan helaan napas panjang Fandi masuk dengan pelan hingga akhirnya dia berhenti di ambang pintu balkon dia menatap Gina lekat dengan jelas dia mendengar Gina menangis sambil meremas dadanya .


" Kamu bisa Gina ,sedikit lagi " Gina menarik napasnya dengan pelan lalu di hembuskan " Lupakan, semua nya akan baik² saja " Lanjutnya lagi sambil menghapus air matanya .


" Gina " Gina langsung membalikan kepalanya, langsung Tersenyum lembut menatap pria yang berada di belakang nya ,tanpa dia sadari jika Fandi sudah berada sejak tadi di belakang nya .


" Kakak sudah pulang " Fandi hanya diam menatap wajah Gina yang begitu cepat berubah seolah tidak ada beban apa pun " Aku siapkan air dulu " Gina langsung berdiri dari duduknya masuk kedalam kamar melewati Fandi begitu saja.


" Jangan paksakan tubuhmu, istirahat saja !! Aku bisa melakukan sendiri " Gina langsung menghentikan langkahnya membalikkan badannya sambil tersenyum .


" Aku baik² saja kak, biarkan Gina melakukannya sekalipun hanya ini saja " Jawab Gina lembut .


" Sampai kapan " Tanya Fandi menatap Gina


" Jika kakak sudah lelah ,aku akan berhenti " Jawab Gina seadanya .


" Jika aku bilang lelah ,apa kamu akan berhenti sekarang " Gina langsung menatap Fandi .


" I....ya " Jawab Gina terbata .


" Maka berhenti lah " Ucap Fandi serius .


" Iya kak " Jawab Gina terbata tapi tetap menjaga senyuman nya " Kalau begitu Gina ke bereskan yang di luar dulu " Lanjutnya lalu kembali ke balkon mengambil Snack dan jus di bawa ke luar dari kamar .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan yang lainnya menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote

__ADS_1


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2