Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
7 bulan


__ADS_3

" Siap " Intan mengaguk " Kakak yakin mau antar intan " Didin langsung menatap intan " Memang ada yang salah " Tanya Didin heran .


" Kalau Kaka sibuk di restoran tidak papa ,intan bisa ....."


" Bisa di antar Aris yang teman pria mu itu ?? Apa kamu lebih membutuhkan dia yang mengantarmu di banding aku suami mu atau kalian punya hubungan " Potong Didin emosi .


" Bukan begitu....."


" Lalu bagaimana ?? Restoran ada Zul tidak usah khawatir, Apa lagi ? Jika memang kamu sangat ingin dia yang mengantar silahkan " Ucap Didin emosi .


" Kakak " Didin menghempaskan tangan intan hingga mengenai perut nya .


" Sssssttt aaww " Intan langsung memegang perutnya membuat Didin panik .


" Sayang kamu tidak papa " Tanya Didin langsung berjongkok berhadapan dengan perut intan menciumnya berharap bisa mengurangi sakit nya .


" Ade jangan nakal ,maaf ayah tidak sengaja " Ucapnya Kemabli mencium perut intan.


" jangan salah paham ,aku hanya ...."


" Lupakan jangan bahas itu, aku tidak ingin kalian kenapa² lagi " Ucap Didin berdiri mencium kening intan " Maaf " Intan mengaguk " Tidak papa " Jawab nya Tersenyum .


" Ayo nanti keburu siang " Didin membantu intan berjalan menuruni tangga sambil mengusap perut intan .


" Jangan nakal nanti iya ,jaga Bunda di sana nanti setiap weekend ayah kembali menemani kalian kalau tidak ada kerjaan yang penting ayah akan menyusul " Ucap Didin halus .


" Besok pelengkapan Ade akan datang,jadi mungkin akan di antar ke sana tapi hanya sebagian " Intan langsung menghentikan langkahnya menatap Didin .


" Aku mengizinkan kalian ke kampung tapi hanya untuk sementara setelah itu aku akan menjemput kalian kalau kamar Ade sudah jadi ,dia akan menepati kamarmu dan kamu akan tidur di kamar ku yang akan menjadi kamar kita " Ucapnya Tersenyum .


" Kakak ....."


" Sudah ayo ,nanti keburu siang " Intan menahan Didin " Kenapa ?? Jangan membahas nya lagi ayo " Intan menggeleng membuat Didin membungkam mulutnya .


Ciuman itu semakin menuntut hingga intan berpegangan di sisi jaket Didin .

__ADS_1


" Sssttt Aaahh "


" Shiiiittttt " Umpat Didin menundukkan kepalanya bersandar di pundak intan .


" Kakak " Didin hanya mengaguk menarik napas panjang " Ayo kita pergi, aku tidak ingin kamu kelelahan di perjalanan karena Kembali menjenguk Ade , aku sudah puas dengan yang tadi malam " Intan memalingkan wajahnya karena malu " Sudah ayo ,kamu tidak cocok jika malu hanya karena itu sedangkan di atas ranjang ....."


" Kakak " Didin tertawa kecil " Ok aku diam ' Ujarnya , Didin mengunci pintu rumahnya lalu membantu intan masuk dalam mobil .


' Camilanmu ada sayang " Intan mengaguk,lalu Didin menutup pintu mobil dengan pelan baru lah dia masuk lewat pintu lainnya setelah menutup pagar rumah .


Didin memasang sabuk pengaman nya lalu menarik tangan intan .


" Fokus Kakak " Didin mengaguk lalu mencium tangan intan " Ade siap " Tanya Didin mengelus perut intan .


" Siap ayah " Didin menarik sudut bibirnya ke atas " Kalau Ade lelah bilang bunda iya ,biar kita berhenti !! Mau di mundurin kursinya atau mau berbaring Sedikit " Tanya Didin sebelum menjalankan mobilnya .


" Baring sedikit Kak, soalnya belakang intan kadang suka panas kalau duduk juga kadang tidak nyaman " Didin langsung mengatur tempat duduk intan " segitu " Tanya Didin .


" Sedikit lagi " Didin mengaguk " Sudah kak " Jawab intan.


Didin mengambil selimut yang ada di bawah tempat duduk intan ,lalu mengambil bantal yang sering di pakai intan jika tidur untuk menahan bagian perutnya .


' Let's go Ade " Ucap Didin menjalankan mobilnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedangkan restoran Fandi sendang duduk berhadapan dengan Gio .


Gio sudah menceritakan semua masalah nya pada Fandi dan rencananya mereka akan bicara pada Didin .


Tapi hingga matahari sudah tinggi orang yang di tunggu belum juga datang .


" Aku saja yang penting baru tidak begini ,dia astaga istrinya akan melahirkan kenapa dia terus menjenguk anaknya " Ucap Fandi Kesal


Ceklek

__ADS_1


" Mana bosmu " Tanya Fandi emosi .


" Maaf ,Bos Didin mengantar nona bos pulang kampung kemungkinan dua hari dia berada di sana " Ucap Zul .


" Sialan akan itu " Ucap Gio ikut emosi .


" Ke luarlah " Zul langsung ke luar .


" jadi sekarang gimana " Gio menarik napas panjang " Aku girls tahu karena memang sejak awal dia tidak ingin aku tanggung jawab " Ucapnya lirih .


" Kita ketemu dia sekarang " Ucap Fandi langsung berdiri .


" Izin sama Istrimu nanti dia marah " Ucap Gio .


" Aku pergi nya dengan mu kalau dia marah nanti junior ku bantu menenangkan nya " Gio menggeleng .


" Sumpah kepalaku pusing pakai masker terus begini rasanya pengap " Fandi tertawa kecil .


" Apa calon anak mu balas dendam " Gio menatap sengit ke arah Fandi .


" Aku berdoa semoga saat Gina hamil nanti kamu yang merasakan nya dan akan lebih parah lagi ' Ucap Gio kesal .


" Jelek amat doanya, tapi thanks semoga kami coret di beri kepercayaan " Gio menepuk pundak Fandi pelan " Jangan terlalu di pikirkan kalian baru menikah satu bulan lebih jadi usaha terus " Fandi mengagukan kepalanya " Jika Gina libur kerja ajak konsultasi dulu ,jadi kalian bisa tenang " Lanjutnya.


" Jangan dulu memikirkan masalah ku urus saja dulu masalah mu bagaimana jalan nya " Gio menghela nafas panjang " Kamu tahu wanita itu sangat keras kepala " Ucap Gio .


" Kau benar " Timpal Fandi lalu keduanya masuk dalam mobil menggunakan mobil Fandi karena tadi di menjemput Gio terlebih dahulu sebelum mengantar sang istri kerja di restoran .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰


Like


Koment

__ADS_1


vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2