
" Siap " Gina menatap Fandi mengaguk ,entah kenapa sejak bangun tadi perasaan nya selalu merasa gugup .
" Kenapa Hm " Tanya Fandi memeluk Gina dari depan menatap wajah Gina dengan intens.
" Tidak " Jawab Gina menggeleng ,Fandi membawa kepala Gina dalam pelukannya " Apapun nanti hasil akhirnya aku tetap bersama mu ,Maaf aku tidak bisa menemanimu terus sampai kamu selesai tapi aku akan usahakan sebisa mungkin menemui di sini ,jangan terlalu banyak pikiran yakinlah kamu bisa sembuh setelah itu kita akan honeymoon lebih tepatnya liburan " Ujar Fandi lembut .
" Kakak " Fandi terus mengelus kepala Gina dengan lembut " Jika nanti aku benaran tidak bisa hamil gimana " Tanya Gina khawatir .
" Bukannya masih ada anak Didin dan Gio, apa yang kamu takut kan " Tanya Fandi .
" Tapi beda rasanya jika punya anak sendiri kak,lagian kalau anak mereka tidak mungkin kan di rumah terus pasti mereka akan kembali ke orang tua nya " Ujar Gina mengangkat kepalanya menatap Fandi .
" Kita bisa adopsi ,ayo ayah sama ibu sudah menunggu kita " Ujar Fandi lembut .
" Apa kakak menikah saja tapi kakak berhubungan ...."
" Ayo semakin ke sini otakmu semakin bermasalah, nanti aku minta dokter Umair memeriksa dengan kepala mu mungkin karena terbentur jadi bergeser sedikit "Ujar Fandi membawa Gina ke luar dari kamar yang mereka tepati .
" Selamat pagi " Sapa Fandi menatap ke dua orang tuanya yang sudah berada di meja makan .
" Tumben bubur ayam " Lanjutnya sambil tertawa kecil .
" Jika tidak mau jangan di makan ,sejak pagi ayah sudah berdiri di depan menunggu yang lewat " Ucap ayah kesal .
" Ngambek" Ujar Fandi tersenyum kuda .
" Gina kenapa nak " Tanya ibu .
" Dia hanya takut Bu , jika nanti hasilnya tidak sesuai " Jawab Fandi menatap sang istri yang hanya tersenyum kaku .
" Apa pun hasilnya nanti ,Asal kita usah berusaha dan mencoba !! ibu yakin tidak mungkin pengorbanan yang kamu lakukan sekarang tidak ada hasil, semua nya akan baik² saja penyakitmu tidak seburuk yang kamu pikirkan ,bukan kah kata dokter Umair hanya melakukan terapi karena belum terlalu parah ,jika pun parah kita bisa melakukan operasi dan yang lainnya " Ujar ibu lembut .
" Maaf Gina hanya gugup saja " Fandi mengelus punggung Gina dengan lembut " Makanlah kamu harus punya tenaga, sampai di sana kamu akan melewati banyak hal " Gina mengaguk .
" Kamu langsung kembali nak " Tanya ayah .
" Mungkin agak siang yah, mau temani Gina dulu " Ujar Fandi di sela makannya .
" Jika pekerjaan mu tidak ada yang mendesak ke sini lah " Fandi mengaguk " Fandi usahakan Yah, titip Gina maaf kalau merepotkan ayah sama ibu " Ucap Fandi serius .
__ADS_1
" Perut ibu sakit mules kebanyakan makan yang manis seperti nya ayah " Lidah Fandi berdecak menatap sinis ibunya yang seketika terlihat seperti orang kesakitan.
" Ibu masuk angin kali " Ujar ayah membuat ibu kesal lalu melanjutkan sarapannya .
" Tidak anak tidak ayah sama saja " Gumam Ibu membuat Gina tertawa kecil .
Saat mereka fokus pada sarapan nya ponsel Fandi berdering membuat pria itu menghentikan kegiatan nya lalu mengambil ponselnya yang ada di saku celananya .
" Siapa " Tanya Ibu menatap Fandi .
" Tidak penting " Jawab Fandi memutuskan panggilan lalu menatap Gina tersenyum .
" Maaf " Gina hanya mengaguk tersenyum " Iya kak " Jawab Gina .
" Ayo makan " Gina melanjutkan sarapannya mencoba untuk tetap berpikiran positif .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Ayah harus kerja nak, Dita sama bunda di rumah nanti siang ayah pulang temani Dita itu ada paman Zul yang akan menemani kalian sementara ayah kerja dan Mba juga " Ujar Didin membujuk Dita yang sejak tadi tidak ingin lepas darinya .
" Ayah pergi saja biar intan yang tenang kan paling di bawah jalan ke luar dia akan diam " Ujar Intan .
" Kamu yakin yank, aku mana bisa tenang meninggalkan dia begini " Ujar Didin sambil mengelus punggung Dita yang sesegukan dalam gendongan nya .
" Ayo " Didin menatap bingung pada istri nya tapi dia tetap menurut " Kakak Amir " Panggil Intan lembut membuat Amir langsung meninggalkan gelas kopinya yang di buat sang kekasih .
" Mau jalan² iya " Tanya Amir menatap gendongan yang ada di tangan intan .
" Maaf iya kak, selalu repotin " Ujar intan tidak enak .
" Tidak papa Bu bos " Jawab Amir jujur .
" Kenapa memberikan gendongan nya pada Amir " Tanya Didin menatap sang istri .
" Kalau rewel kakak Amir membawa Dita keliling pakai motor sekitaran sini " Ujar Intan menatap sang suami .
" Kamu yakin dia akan diam " Tanya Didin
" Iya ayah, tiap hari kerjaannya kita gini kalau aku lagi bantuin mba di dalam tapi Dita ingin ke luar !! Senjata terkahir Kaka Amir yang akan menemaninya " Ujar Intan tersenyum kuda menatap suaminya .
__ADS_1
" Sudah Bu bos " Ucap Amir.
" Hati² iya mir ,tidak usah balap² pelan² saja " Ujar Didin khawatir .
" Iya pak bos " Didin memasukkan Dita dalam gendongan seketika membuat anak kecil itu kegirangan .
" Ayah lihat kan " Didin menggeleng tidak percaya dengan tingkah sang anak " Kenapa tidak bilang dari tadi biar aku bawa jalan sebentar baru ke restoran " Ujar Didin .
" Maaf, intan hanya tidak ingin mengulur waktu ayah ,di restoran juga banyak pekerjaan " Ujar Intan .
" Dadah anak ayah ,jangan lama² Mir ,Dita belum mandi " Ujar Didin saat Amir sudah berada di atas motor .
" Iya pak bos " Jawab Amir menjalankan motor dengan pelan .
CUP
" Aku ke restoran dulu " Ujar Didin setelah mencuri ciuman pada intan .
" Ayah " tegur intan lalu menatap sekeliling nya " Hati² jangan balap " Ujar Intan
" iya Bunda , tungguin anaknya di sini jangan dulu masuk " Ujar Didin .
" Iya ayah " Jawab intan .
Intan mengikuti mobil Didin hingga ke luar dari pagar rumah mereka lalu mengambil kursi menuggu Amir dan Dita kembali .
Saat Didin berpapasan dengan Amir dan Dita dia membunyikan klakson nya membuat Amir berhenti .
" Ayah kerja dulu iya " Pamit Didin pada sang anak .
" Iya ayah " Jawab Amir lalu Didin meninggalkan mereka sambil menatap kaca spion mobil nya di mana Amir terus berbicara sekalipun Dita tidak menggubris nya atau lebih tepatnya belum paham apa yang di bicarakan Amir tapi pria itu terus berbicara dan hal itu membuat Didin menggeleng tersenyum .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
__ADS_1
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘