Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
Perubahan


__ADS_3

Pagi harinya Gina bangun lebih dulu di banding Fandi ,dia langsung membersihkan tubuhnya lalu keluar dari kamarnya menuju dapur di mana di sana sudah ada kedua mertuanya.


" Pagi ayah ,ibu " Sapa Gina lembut tidak lupa dia tersenyum pada kedua mertuanya .


" Pagi nak, kamu butuh sesuatu " Gina menggeleng kan kepalanya " Gina mau bantu ibu masak " Jawab Gina .


" Tidak usah ,biar ibu sama Bibi saja " Tolak ibu dengan lembut .


"Kapan lagi Gina bisa masak sama ibu " Tanya Gina menatap ibu mertua nya .


" istirahat saja temani ayah mu " Ucap Ibu tegas .


" Apa karena Gina Sakit " Tanya Gina membuat ibu mertua nya menghentikan kegiatan nya " Gina baik² saja Bu, kalau pun Gina akan mati berarti sudah jalannya , biarkan Gina membantu ibu " Lanjutnya .


" Bukan begitu maksud ibu ,tapi ...."


" Gina baik² saja Bu percaya " Ibu menatap ayah yang mengaguk ,karena takut perasaan menantunya kembali kecewa hanya karena dia sakit .


Sedangkan di dalam kamar secara perlahan Fandi membuka matanya dengan pelan saat cahaya pagi mengusik tidur nya.


" Ke mana dia " Gumam Fandi serak saat tidak melihat Gina di samping nya bahkan tempat tidurnya sudah rapi .


Fandi menyibakan selimut nya , menurun kan kakinya perlahan mengambil ponselnya di atas meja samping tempat tidur .


Dia melihat ada sebuah pesan dari Laura tanpa menunggu lagi dia langsung membuka nya .


📨 Laura


Apa semua nya baik ² saja ,maaf jika semua karena ku , aku tidak bermaksud menyakiti istrimu .


Fandi langsung membalas pesan yang di kirim Laura pagi tadi .


📨


Tidak usah memikirkan apa pun ,fokus pada kehamilan mu ,pergilah periksa dengan bibi .


Tidak menunggu lama ponsel Fandi kembali berdering dan itu tanda pesan masuk .


📨 *Laura


Apa tidak bisa mas yang menemani ku periksa* .


Fandi meletakan ponselnya membiarkan pesan Laura begitu saja ,lalu menuju kamar mandi membersihkan tubuhnya .


Setelah semuanya selesai dia ke luar kamar menuju dapur karena semua pasti berada di sana .


Dan benar saja bahkan dia melihat Gina membantu ibunya dan bibi yang sedang memasak .


" Pagi Ibu ,ayah " Sapa Fandi .


" Pagi Sayang " Balas Ibu Tersenyum .

__ADS_1


" Kopi " Tawar Ayah ,Fandi hanya mengaguk mendekati Gina .


CUP


" Pagi " Gina yang fokus memotong sayuran llangsung mengenai tangan nya karena kaget .


" Aaaww " Fandi langsung mengambil tangan Gina dan menghisap nya .


" Maaf " Ucap Fandi lalu kembali mengisap tangan Gina setelah mengeluarkan darahnya .


" Tidak papa kak " Jawab Gina menarik tangan nya tapi Fandi tetap mengisap jari telunjuknya .


" Simpan saja ,kita obati dulu tangan mu " Gina menurut saja dia tidak ingin kedua mertuanya sedih atau kecewa dengan keadaan mereka .


" Apa sakit " Tanya Fandi setelah duduk di kursi makan .


" Tidak papa kak, ini hanya tergores " Jawab Gina ,Fandi berdiri dari duduknya mencari kotak obat .


Sedangkan ayah dan ibu hanya diam saja, kembali pada aktivitas mereka begitu juga bibi yang langsung mengambil ahli pekerjaan Gina tadi .


Kenapa harus berubah saat semuanya jelas ,apa hanya karena aku sakit dan membuat Kakak tidak enak padaku Ucap Gina dalam hati .


Jangan seperti ini kak, kamu membuat ku terlihat menyedihkan Lanjutnya saat Fandi sudah berada di depannya mengobati tangan nya yang tidak seberapa itu .


" Kenapa " Tanya Fandi menatap Gina yang hanya diam menatap nya .


" Kenapa berubah " Tanya Gina begitu saja, Fandi hanya diam lalu merapikan kotak obat dan mengembalikan di tempat nya .


Terimakasih untuk perhatian kecilnya sekalipun palsu Ucapnya dalam hati Tersenyum kecut .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Kamu terlihat lelah ,lagian ini weekend " Jawab Dila menyimpan sarapan Gio di meja .


" Kau ingin jalan² " Dila menggeleng " Aku ada janji " Jawabnya lalu berjalan ke arah jendela besar membuka nya .


" Sama siapa " Tanya Fandi menyibakan selimut nya sehingga memperlihatkan tubuhnya yang begitu seksi apa lagi dia hanya memakai boxer saja .


Dia berjalan ke arah sofa sambil menatap Dila yang sibuk membuka Jendela dan pintu Balkon .


" Fandi, membahas dokter yang akan menangani Gina " Jawab Dila berjalan ke arah tempat tidur .


" Aku temani " Ucap Gil cepat .


" Apa kamu tidak sibuk " Tanya Dila tanpa menatap Gio .


" Tidak ,jika itu tentang mu " Lidah Dila berdecak " Mulutmu manis sekali ,apa semalam kamu makan gula " Cibir Dila .


" Lebih dari gula dan rasanya itu membuat seseorang ingin lagi dan lagi " Dila langsung terdiam ,dia paham arah pembicaraan Gio ke mana .


" Biarkan bibi yang ganti " Ucap Gio sambil meminum kopinya .

__ADS_1


" Tidak papa hanya ini saja " Jawab Dila .


" Kamu sudah sarapan " Dila mengaguk " Dari tadi menunggumu lama sekali bahkan ibu sama ayah karatan di meja makan " Jawabnya sambil membawa sprei dan selimut bekas bercinta mereka semalam .


"Salahmu ,kenapa tidak membangunkan ku " Jawab Gio santai .


" Jam berapa kalian bertemu " Lanjutnya lagi .


" Jam 10 pagi ' Jawab Dila ikut bergabung di sofa padahal dia belum memasang sprei yang baru .


" Cape " Dila mengagguk Tersenyum tipis " Padahal hanya itu saja " Jawabnya bersandar di sofa .


CUP


" Bukannya aku bilang biar bibi ,lihat perut mu sudah besar " Dila hanya diam saja sambil menatap Gio yang sedang sarapan .


" Hai sayang, gimana apa tidur mu nyenyak semalam " Tanya Gio sambil mengelus perut Dila .


" Hari ini Papa libur,kamu ingin ke mana " Lanjutnya lagi .


" Biasanya biar libur sibuk " Cibir Dila membuat Gio menatap nya .


" Jangan mulai ,nanti ujung² nya kamu marah lagi " Dila hanya berdecak saja .


" bajuku sudah di siapkan " Dila hanya mengaguk sebagai jawabannya .


" Apa dia tidak menghubungi mu lagi " Tanya Dila .


" Masih " Jawab Gio jujur .


" Lalu " Tanya Dila menatap Gio . .


" Biarkan saja " Jawabnya menyimpan garpu dan pisau makan lalu mengambil jusnya .


" Apa karena kamu sudah tahu " Gio hanya diam saja, jika berlanjut semua nya akan semakin panjang lagi dan berkahir perdebatan .


" Aku mau mandi dulu " Ucap Gio lalu berdiri dari duduknya meninggalkan Dila sendirian .


" Kamu masih berharap padanya " Gio mengentikan langkahnya tanpa membalikkan badannya " Jangan lagi mengungkit nya Dila ,tidak bisa kah percaya denganku, apa ucapan ku kemarin kamu anggap main² " Tanya Gio kesal lalu meninggalkan Dila .


" Karena Sikap dan ucapan mu berbeda ,itu alasannya kenapa aku tidak ingin berharap karena kehilangan untuk yang kedua kalinya aku rasa aku tidak bisa " Jawab Dila tapi Gio sudah tidak berada di sana lagi ,pria itu sudah masuk dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.


Dila berdiri mengambil sprei dan selimut memasang nya dengan pelan, lalu mengambil piring dan gelas bekas Gio mengantar nya ke dapur .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan yang lainnya menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Vote

__ADS_1


koment


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘


__ADS_2