Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
Kegaduhan


__ADS_3

" Kamu " Gina menatap seseorang yang ada di belakang nya lalu mendengus kesal " Om ikutin Gina iya " Fandi langsung melotot kan matanya .


" Harusnya aku yang tanya kamu ikutin saya iya ,kenapa kamu bisa di sini " Ucpa Fandi kesal .


" Antar makanan untuk bos " Gina merentangkan tangannya di hadapan wajah Fandi .


" Kalian saling kenal " Tanya Gio yang sejak tadi memperhatikan mereka .


" Tidak " Jawab mereka bersamaan " Ah berarti kalian saling kenal " Gina menatap Gio yang tertawa kecil


" Temannya iya " Gio mengaguk " Kasih tau sama temannya Om jangan cabul " Fandi langsung melotot kan matanya besar .


" Bukannya aku bilang tidak sengaja karena kebelet " Ucap Fandi emosi " Alasan " Cibir Gina lalu melanjutkan langkahnya di ikuti Fandi .


" Kalian datang bertamu atau datang membuat keributan " Ucap Didin datar .


" Selamat siang Bos " Didin hanya mengaguk saja " Masuk dalam " Gina langsung masuk dalam tapi sebelum itu dia menatap Fandi " Cabul " Fandi langsung melotot kan mata nya .


" Dia wanita " Ucpa Gio menahan lengan Fandi yang ingin menarik Gina .


" Lagian kamu punya masalah apa dengan karyawan ku ,bukannya itu hari kamu ingin bertemu dengan nya ? Kenapa sekarang malah berdebat dengan nya " Ucap Didin .


" Jadi dia " Didin menggaguk lalu masuk dalam ruangan di ikuti Fandi dan Gio .


" Cih jika aku tahu dia wanita nya aku tidak ada penasaran " Gumam Fandi kesal .


" Selamat siang kakak ipar " Sapa Gio Tersenyum ini pertemuan pertama mereka begitu juga Fandi .


" Siang " Jawab intan Tersenyum lembut .


" Ayo kita ke dapur " Gina mengaguk lalu mengikuti intan tapi langkahnya terhenti saat melihat ada yang aneh dengan intan .


" Tunggu " Intan menatap Gina begitu juga Didin dan yang lainnya " Apa " Jawab Intan bingung .

__ADS_1


" Sudah MP iya ,jalan mu ngangkang gimana rasanya " Intan melotot kan matanya lalu menatap ke arah Didin dan teman² nya .


PLak


" Apa mulut mu Tidak bisa diam " Ucpa intan lirih tapi menekan .


" Aku cuma tanya, tinggal jawab gimana rasanya cerita dong " Ucapnya antusias membuat intan frustasi dan malu .


" Sayang aku lapar " Gina membalikkan badannya lalu tersenyum kikuk dia lupa jika ada para pria yang sudah memperhatikan mereka .


" Ayo " Intan langsung menarik tangan Gina lalu berjalan cepat sambil menahan sakit karena kesal .


" Waow waow waow " Didin hanya diam saja sambil meletakan tangannya di dada .


" Gimana " Tanya Gio ,Didin hanya menaikan bahunya " Ayo lah bagi cerita " Ucpa Gio .


" Apa yang harus aku ceritakan sedangkan kamu sering melakukan nya " Ucap Didin menaikan alisnya sebelah .


" Mungkin rasanya beda kali " Timpal Fandi .


" Mau minum apa " Tanya Didin .


" Seperti biasa " Didin berdiri menuju dapur " Sayang ' Intan membalikkan badannya " Buat kopi iya buat teman kakak " Intan mengaguk .


CUP


" Makasih " Intan hanya membalas nya dengan senyum tipis .


" So sweet " Gina menatap keduanya dengan senyum bahagia " Biasa saja " Jawab Intan .


" Tunggu di depan iya " Ucap Didin .


" Iya " Jawab intan lalu membuat kopi untuk mereka bertiga .

__ADS_1


" Nanti antarin ke depan iya , soalnya susah aku jalannya takut ya jatuh " Gina menanggung cepat melanjutkan kegiatannya menyiapkan makan siang untuk bosnya dan istrinya siapa lagi bukan intan .


" Gin " sang nama menatap Intan " Panggil saja mereka ke sini sekalian makan siang" Gina mengaguk patuh lalu berjalan ke ruangan tamu .


" Bos ,Om makanan nya sudah siap " Ucap Gina lembut .


" Ah iya " Jawab Didin " Ayo " Gio dan Fandi ikut berdiri .


" Sialan wanita itu ,wajah tampan begini di panggil Om " Dengus Fandi kesal .


" Mungkin wajahmu sudah seperti om² lagian memang kamu sudah tua " Jawab Gio .


" Sadar ,kamu juga di panggil Om " Gio hanya diam saja .


" Yang mana " Tanya intan sambil memegang piring " Apa saja " Intan mengambilkan makanan untuk Didin .


" Mau dong Kaka ipar " Ucap Gio memberikan piring nya pada intan .


" Makan yank " Ucap Didin lalu menatap tajam Gio membuat pria itu menarik kembali piringnya " Galak amat" Ucap Gio .


" Kamu kaya tidak tahu dia saja " Celetuk Fandi sambil mengambil makannya sendiri.


" makan Gin " Gina menanggung pelan " Tidak usah malu ² wajah seperti kamu itu urat malunya tidak ada " Gina hanya mendengus kesal menatap pria yang duduk di depannya .


" Bisa diam aku mau makan " Ucap Didin membuat Fandi dan Gina terdiam tapi saling melempar tatapan permusuhan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment

__ADS_1


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😚😚


__ADS_2