
Sahabat intan dan Didin pulang saat sudah sore hari, kini intan sedang berada di dapur dia sendiri bingung mau masak apa karena memang bahan di kulkas sudah habis .
Dia menatap ke arah lantai dua,apa Didin akan turun tapi sepertinya tidak lalu kembali menatap kulkas yang hanya ada telur,sosis dan Naget .
Apa mereka akan makan itu saja, kalau dia hanya sendiri bisa saja tapi dia harus memikirkan perut orang lain bukan .
Lalu dia menatap laci seperti nya masih ada stok mie instan nya, dan benar saja masih ada 2 bungkus apa cukup untuk mereka .
" Kenapa " Intan langsung menutup laci sangking kagetnya " Ah tidak kak " Jawabnya Gugup .
" Boleh izin ke luar " Didin menaikan alisnya sebelah " Buat " Tanya nya bingung
Intan mencoba berdamai dengan keadaan seperti kata sang sahabat ini baru awal,pasti banyak halangan ,kerikil dan lain sebagainya apa lagi dia tahu sang suami sebelumnya mencintai wanita lain ,jadi dia hanya bisa membuat suaminya mencintai nya sampai melupakan wanita itu .
"Kosong "intan mengaguk " Hanya ada telur ,sosis sama Naget " Jawabnya .
" Mau makan sate tidak " Tanya Didin .
" tapi di kulkas tidak ada ....."
" Kita makan di luar ,kamu ambil jaket sana " Ujar Didin .
" Boleh sekalian belanja " Didin hanya mengaguk sebagai jawaban " Intan ke atas dulu iya " Pamitnya lalu berlari ke lantai dua .
Didin menghela napasnya panjang sambil menatap punggung intan yang semakin menjauh.
" Apa aku sudah salah mengajaknya menikah " Gumamnya lalu mengusap wajahnya kasar .
" Kenapa susah sekali melupakan nya, padahal mereka kakak beradik dan wajah mereka pun sama ,tapi kenapa semuanya semakin rumit " Lanjutnya lagi .
" Kakak " Didin langsung menatap intan lalu berdiri mendekati wanita itu yang sudah berdiri di pintu ke arah ruang tamu dengan switer hitam yang menutupi tubuh mungilnya.
__ADS_1
" Kamu kaya anak SD " Intan hanya tersenyum kuda menatap Didin.k
" Makan di mana kak " Tanya intan lalu membuka pintu samping kemudi .
" terserah nanti kita cari sambil jalan " Jawabnya saat sudah berada dalam mobil memasang sabuk pengaman nya begitu juga intan .
" Intan " Panggil Didin kini keduanya sudah jalan tapi masih di komplek perumahan " Maaf " Lanjutnya .
" Tidak usah membahas nya kak, intan sudah melupakan nya ,Maaf belum bisa jadi istri yang seperti Kakak mau " Intan berbicara sambil menatap ke arah luar jendela .
" Intan akan belajar jadi wanita yang kakak inginkan sekalipun kami berbeda tapi intan ...."
" Aku tidak bermaksud ....."
" Beri intan waktu biar seperti nya " Didin menghela napas panjang " Jika nanti intan bikin salah ,tegur intan biar intan merubahnya " Didin memilih diam, dia bingung harus berkata apa, Dia menatap intan sekilas di mana intan masih menatap ke arah luar sambil menulis sesuatu di jendela menggunakan jarinya .
" Hpmu bunyi " Ucpa Didin saat keduanya terdiam " Biarkan saja " Jawabnya sekenanya .
" Lalu siapa ? " Intan menatap HP nya lalu kembali memasukan dalam saku switer nya " Kalau dia menelpon kakak katakan saja aku sudah tidur " Ucap intan .
" Intan .... Baiklah " Jawab Didin.
Dia tidak akan memaksa intan semuanya juga karena sikapnya tapi apa masuk akal dia membenci Risna .
Saat dia sibuk dengan pikirannya dan fokus pada kemudinya dering Hpnya membuyarkan dia .
Dan benar saja Risna langsung menelpon Didin, dia menatap intan yang hanya diam saja .
" Iya neng " Intan Tersenyum miris ,lembut sekali bukan batin intan .
__ADS_1
" Intan mana mas " Tanya di sebrang .
" Sudah tidur ,tadi seharian main sama Gina ' Elak Didin tak enak hati .
" Tumben, main apa mereka sampai tidur jam segini " Ucpa Risna ,karena memang jam 8 malam saja belum .
" Main ke mall neng, entah mereka ngapain di sana " Jawab Didin.
" Kebiasaan anak itu ,kalau sudah ketemu Gina lupa sama waktu ,apa dia lupa sudah menikah ,harusnya dia memikirkan suaminya " Omel Risna membuat Didin semakin bingung .
" Tidak papa, aku yang memintanya karena dia terus berada di rumah sedang kan aku sibuk di restoran " Didin dapat mendengar helaan napas panjang dari Risna " Jangan di biasakan mas ,dia bukan anak gadis lagi " Ucap Risna .
" Tidak papa " Jawab Didin seadanya .
" Risna tutup iya mas ,Kanz nangis soalnya lapar " Ucap Risna .
" Iya ,salam buat Kanz " Balas Didin .
" Iya mas " Jawab Risna ,lalu Panggilan itu terhenti Didin menyimpan HP nya .
Keduanya kembali terdiam ,Didin Tidak berani menegur bukan tidak berani hanya saja perasaan wanita itu sedang tidak baik-baik saja .
Sedang kan intan entahlah apa yang dia pikir kan yang jelas dia ingin berteriak sekeras mungkin hingga penghuni bumi ini tahu tentang perasaan nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
koment
__ADS_1
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟