Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
2 Bulan


__ADS_3

Dua bulan sudah Gina melewati masa terapi dan pagi ini dia harus kembali ke klinik melihat hasil selama dua bulan ini bersama kedua mertuanya .


Jika ada yang bertanya apa Fandi selalu menemani Gina , jawaban nya.


Iya !!


Di mana pria itu selalu mencoba untuk tetap ke kota xx sekalipun dia lelah jika harus kembali ke sana dan harus kembali ke kantor saat pagi harinya ,tapi kembali ke rumah pun dia terasa sepi di mana hanya ada pelayan mungkin karena dia sudah terbiasa dengan kehadiran wanita itu .


Sekalipun Gina selalu meminta nya tetap di rumah dan weekend baru menyusul ke kota xx ,begitu juga kedua orang tua Gina setiap Minggu nya akan ke kota xx bertemu sang putri untuk kedua sahabat nya Gina melarang keras mereka ke kota xx bukannya apa tapi dia harus memikirkan Dita dan Aris yang juga sibuk dengan kuliahnya dia tidak ingin hanya karenanya membuat mereka lupa akan tugas mereka sesungguhnya .


" Sudah siap nak " Gina mengaguk tersenyum " Apa pun hasilnya jangan perna patah semangat " Gina kembali mengaguk .


" Makasih yah, Bu sudah mau menemani Gina selama di sini maaf sudah membuat ayah dan ibu kerepotan ' Ujar Gina serius.


" Bagi kami kamu bukan istri Fandi tapi anak gadis kami, jadi jangan perna meminta maaf atau berterimakasih hanya karena hal seperti ini, ini sudah menjadi tugas ayah sama ibu menemani kamu " Ujar ayah lembut .


" Makasih ayah " Gina langsung memeluk Ayah mertuanya matanya tampak berkaca-kaca .


Saat dulu bermasalah dengan Fandi hanya kedua mertuanya lah kekuatan nya,karena dia merasa bukan seperti seorang menantu tapi seorang anak .


" Ayo kita ke klinik kasian dokter Umair dan kekasihnya menunggu kita lama " Ujar Ibu , Gina melepaskan pelukannya lalu menggandeng kedua lengan mertua nya sambil tersenyum .


" Ayo " Ujar Gina ,lalu mereka ke luar dari rumah kontrakan yang selama ini menjadi tempat mereka selama di kota xx


Sedangkan di sisi lain Gio sedang menemani sang istri berkeliling rumah mereka, setelah mengambil cuty itulah kegiatan pagi Dila di mana kandungan nya sudah 7 bulan tinggal 2 bulan lagi mereka akan bertemu buah cinta mereka .


" Mas sudah siapkan nama " Tanya Dila di sela langkahnya .


" Sudah " Jawab Gio jujur membuat Dila menatap nya .


" Apa " Tanya Dila .


" Rahasia ,nanti jika dia sudah lahir !! kamu akan tahu ' Jawabnya sambil mengelus perut besar Dila .


" Apa harus ,toh nanti juga mas kasih tahu " Ujar Dila tidak suka .


" Harus ,biar lebih bagus dan seprais " Dila hanya berdecak saja membuat Gio tersenyum .


" Apa kita perlu jasa pengasuh mas " Tanya Dila duduk di kursi yang ada di taman itu di bantu Gio .

__ADS_1


" Tidak, lagian ada ibu sama ayah yang akan menjaga nya " Jawab Gio .


" Apa nanti tidak repotin Mas " Tanya Dila menerima botol minum yang di berikan Gio .


" Tidak ,nanti mereka gantian sama orang tuamu !! Itu yang aku dengar dari ibu " Jawab Gio .


" Terus mas setuju " Tanya Gio .


" Nanti kita pikirkan toh masih lama bukan " Ujar Gio .


" iya " Jawab Dila .


" Ayo mas ,aku sudah gerah pengen mau berendam cape juga " Ujar Dila .


" itu karena perut mu semakin besar makanya kamu cepat lelah " Jawab Gio membantu Dila berdiri


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Yah ....yah " Pekik Dita saat melihat Didin mendekati nya di meja makan .


Didin tersenyum saat melihat sang anak yang duduk di kursi makan khususnya .


" Pagi kesayangan ayah, CUP " Didin menyapa Dita setelah menyimpan tas kerjanya dan mencium kening sang putri .


" Hebm " Jawab Intan seadanya .


" kiss " Intan mendekati sang suami lalu mencium bibir sang suami .


CUP


" Makan dulu " Ujar intan sambil meletakkan piring Didin di depannya .


" Buat Ade mana yank " intan kembali ke meja membawa menu MPASI buat anaknya .


" Sudah siap bertempur " Tanya Didin menatap sang anak yang sudah tidak sabar ingin menyantap makanannya tapi tangan nya di tahan intan .


" Berdoa dulu " Ujar intan lembut,Didin pun memimpin doa setelah itu intan baru melepaskan tangan Dita .


" Setelah ini Mba akan kembali membersihkan lantai " Ujar Didin tertawa karena Dita memang makan sendiri dan itu akan membuat kursi nya penuh makanan nya .

__ADS_1


" Tidak papa ayah " Jawab Intan tersenyum .


Kini keduanya fokus pada sarapan nya sesekali mereka menatap Dita yang begitu semangat memasukkan makanan dalam mulutnya menggunakan tangan nya.


" Sarapan Mba " Ujar Intan saat melihat kekasih Amir .


" Iya Bu " Jawabnya lalu mengambil piring makan " Coba tanya dulu Amir dia sudah sarapan belum " Ujar Didin .


" Baik pak bos " Jawabnya meletakan piring nya di atas meja lalu ke luar meninggalkan meja makan itu .


" Nanti sebentar aku Pulang nya agak telat iya yank " Ujar Didin .


" Ada masalah " Tanya Intan .


" Tidak, tapi sudah waktunya tutup buku jadi pekerjaan harus selesai semuanya .


" Mau di antar kan makan siang sama malam " Tanya Intan .


" Tidak usah, makan di restoran saja " Jawab Didin .


" Sudah sarapan " Tanya Didin saat pelayan sudah di dekat mereka .


" Sudah pak bos ' Jawabnya lembut .


" Ayo Mba makan ,habis ini Mba akan berkerja lagi karena Dita membuat lantai kotor lagi " Pelayan hanya tersenyum saja .


" Iya Bu " jawabnya Sambil menatap Dita yang sudah tidak tahu lagi harus mengatakan apa bahkan bukan hanya bagian mulut nya yang kotor tapi badannya pun begitu ,makanya intan selalu membuka pakaian Dita sebelum bayi gembul itu makan .


" Pelan-pelan sayang " Tegur Didin .


" Minumnya Yah " Didin mengambil botol milik Dita lalu memberikan pada Dita membuat bayi gembul itu menatap Didin dengan mata berbinar .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment

__ADS_1


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2