Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
Keras kepala


__ADS_3

Sore harinya intan dan Didin kembali ke kota setelah beberapa hari menenangkan diri .


Dan sejak semalam perubahan sikap intan terlihat jelas bagi Didin ,di mana wanita itu lebih banyak diam sekalipun memang dia selalu diam tapi tidak seperti sekarang apa lagi intan selalu menghindari nya .


Intan turun lebih dulu saat sudah sampai depan rumah membuka pagar lalu kembali menutup nya saat Didin masuk dalam garasi rumah .


" Biar aku saja " Ucap Didin saat intan membawa barang yang di bawah dari kampung .


" Tidak papa kak " Tolak intan halus , Didin tidak mendengar kan ucapan intan ,dia langsung mengambil barang yang ada di belakang lalu menekan sidik jari dan masuk dalam rumah di susul intan yang membawa tas ranselnya .


Maafkan bunda sayang ,ini bunda lakukan agar nanti kamu terbiasa tanpa ayah waktu kita tidak banyak nak ,jadi bunda harap kamu bisa memahami nya iya Ucap intan dalam hati .


Dia sudah menyiapkan dirinya sampai akhirnya nanti dia menerima sebuah kertas pengadilan,itulah kenapa dia membatasi dirinya agar nanti dia tidak terlalu sakit dengan perpisahan nya dan bisa fokus pada anaknya .


Didin dan Intan masuk dalam kamar masing-masing membersihkan diri .


Setelah itu intan turun ke bawah menyiapkan makan malam,syukur sebagian di bawah di kampung jadi tinggal di hangatkan kembali .


Lalu dia menata di atas meja dan siap naik ke atas memanggil Didin untuk makan malam .


Tok ...tok ...


" Makan kak " Ucap intan saat Didin sudah membuka pintu .


Diding mengaguk lalu ke luar dan menutup kembali kamarnya ,intan menatap pria yang berjalan di depannya .


" Kakak belum mandi " Didin hanya mengaguk saja setelah itu tidak ada lagi pembicaraan hingga sampai di dapur


Di meja makan pun tidak ada pembicaraan lagi ke duanya fokus pada makanan masing-masing ,tapi satu yang di tangkap Didin ada segelas susu tentunya itu milik intan .


Didin langsung meninggalkan meja makan setelah selesai makan karena dia belum mandi , sedang kan intan membersihkan meja makan mencuci piring bekas makan mereka lalu kembali ke kamarnya .


🌵


🌵


🌵


🌵


Pagi harinya Didin kembali beraktivitas seperti biasanya setelah sarapan dia langsung ke restoran begitu juga intan dia kembali pada kegiatan biasa nya mengurus rumah dan yang lainnya .


Sesampainya di restoran Fandi dan Gio sudah menyambutnya .


" Masih pagi " Celetuk Didin saat masuk dalam ruangannya .


" Biasa sarapan dulu " Didin hanya berdecak saja

__ADS_1


' Kakak ipar sudah kembali " Didin menatap Fandi yang hanya tersenyum.


" Urus sama sahabatmu itu, apa yang dia lakukan di kost Gina malam² " Gio langsung menatap Fandi menaikan alisnya .


' kamu ke sana " Fandi menggeleng cepat " Jangan bohong " Fandi kembali menggeleng " Mau aku panggilkan Gina " Ucap Gio memicing kan matanya .


" Memang kenapa aku ke sana ?? Dia pacarku ada yang salah kaya kamu tidak saja bahkan kamu sering melakukan nya jika sudah bertemu dengan nya " Ucap Fandi kesal .


" Jangan bilang kamu juga melakukan nya " Tanya Didin menatap Fandi .


" Ti-dak " Jawabnya gugup


PLak


" Kau melakukan nya sialan " Didin memukul kepala Fandi membuat pria itu meringis memegang kepalanya .


" Icip-icip Din " Didin menggeleng kan kepala nya " Enak kan " Gio menaikan turun alisnya menggoda Fandi .


" Enak 👍👍 " Gio langsung tertawa keras memegang perut nya .


" Hati² anaknya orang Fan " Ucap Didin memejamkan matanya .


" Seperti nya dia menyukai intan " Ucap Fandi serius, Didin hanya mengaguk


" Siapa " Tanya Gio menatap keduanya bergantian .


" Bagus dong ,setidaknya ada yang mencintai intan tulus " Jawab Gio jujur .


" Gila " Celetuk Didin .


" Apa nya yang gila ,jika suaminya saja tidak menginginkan nya ,tidak masalah dong kalau ada yang mencintai nya apa lagi dia mau menerima anaknya " Ucap Gio .


" Kau lupa anak yang di kandung intan anakku " Ucap Didin menatap tajam Gio .


" Kau sudah mengakuinya " Didin kembali terdiam memejamkan matanya .


" Din ,jangan sampai kamu menyesal kami tidak ingin itu terjadi dengan mu,Intan pasti tahu perasaan pria itu terhadap nya karena memang beda dari yang lainnya dan aku yakin selama di kampung mereka pasti jalan bersama " Ucap Fandi .


" Aku penasaran dengan pria itu " Ucap Gio.


" Kata Gina sih orang sekampung nya,jadi kemungkinan Didin tahu juga " Ucap Fandi .


" Kamu kenal " Didin mengaguk dengan mata yang masih terpejam .


" Lalu apa kamu hanya diam saja " Didin hanya menaikan bahunya .


" Din apa begitu sulit melupakan Risna ?? Toh kamu masih bisa melihat nya, kamu menikahi adiknya Din,hargai istri mu Din jangan terus memberikan luka pada nya !! Sekalipun dia hanya diam dan menerima saja semua yang kamu lakukan tapi bukan berarti dia baik² saja Din, bisa saja itu hanya akalannya karena dia harus memikirkan kandungan nya atau bisa saja dia sudah lelah jadi memilih diam " Ucap Gio

__ADS_1


" Dia hamil anakmu Din, tapi dari yang aku lihat kamu terlihat masa bodoh dengan itu, bahkan kamu terlihat biasa saja ,beda halnya dengan kamu menceritakan tentang anak Risna kamu begitu bahagia padahal anaknya dengan suaminya bukan anakmu dan kamu tahu itu semuanya " Timpal Fandi .


Saat mereka tengah sibuk suara dobrakan pintu membuat ketiganya kaget dan hampir mengumpat .


BRAK


" Maaf bos, apa bisa Gina izin pulang " Ucap Gina panik .


" Kenapa sayang "


" Bos bisa kan " Didin masih menetap Gina bingung.


" Lama ,maaf bos saya harus pergi " Gina langsung meninggalkan kan ruangan Didin sekalipun tidak mendapat kan izin .


" Sayang " Panggil Fandi ikut ke luar dari ruangan Didin syukur restoran belum buka karena sebagian orang masih bersih² .


" Hei kenapa, ada apa " Fandi berhasil menahan tangan Gina sebelum wanita itu ke luar .


' Intan Om intan ...."


" Iya dia kenapa " tanya Fandi yang mulai khawatir .


" Nanti saja aku jelasin aku harus ke rumah nya " Ucap Gina .


" Panggil bos kalian kembali ke rumah sekarang " Bentak Fandi lalu menarik Gina ke luar dari restoran .


" Tenang lah ,intan pasti baik² saja " Fandi menenangkan Gina .


" Maaf bos ,Tuan Fandi meminta anda kembali ke rumah " Ucap karyawan .


" Ayo ' Gio langsung menarik tangan Didin pasti ada kaitannya dengan Gina yang meminta izin tiba² .


" Aku dari rumah kenapa harus kembali ke rumah " Ucap Didin dingin .


" Jangan keras kepala menurut lah " Ucap Gio langsung mendorong tubuh Didin ke dalam mobil nya .


Tanpa menunggu waktu Gio langsung membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah Didin .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote

__ADS_1


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2