Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
Kangen


__ADS_3

" Kenapa ?? " Tanya Didin saat melihat kedua sahabatnya masuk.


Didin kembali beraktivitas setelah kembali dari kampung dan dia akan kembali saat weekend .


" Dila hamil " Ujar Fandi .


" Kamu hamilin " Gio langsung mengapa tajam Didin yang memang dia belum tahu papa .


" Kamu gila, Gina saja belum hamil ?? Tuh bapaknya " Didin langsung menatap Gio saat Fandi menunjukkan menggunakan ujung matanya .


" Gio ' Ujar Didin kaget .


" Jangan bercanda ini tidak lucu, dia juga kalau ingin pasti akan meminta pada kekasih nya !! mereka tidak sedekat itu " Ujar Didin yang belum percaya .


" Makanya jangan kelamaan di kampung, tanya saja sama orangnya " Ujar Fandi .


" Dia lagi hamil anakku ,sebentar lagi kami akan menikah " Ujar Gio sebelum Didin membuka suara .


" Kapan bikinnya ?? Terus kekasihmu gimana " Tanya Didin serius .


" Bikinnya sebelum dia menikah , dan kami sudah putus ' Jawanya tenang.


" Kamu tidak papa " Gio mengaguk " Apa pun itu selamat akhirnya kamu akan menjadi seorang ayah " Ujar Didin serius .


"Makasih, nanti besok malam kami akan ke rumah Dila dan aku harap kamu bisa menemani ku " Didin mengaguk sebagai jawaban .


" Gimana keadaan intan " Tanya Gio .


" Baik,cuma itu gampang lelah mungkin karena perut nya semakin besar jadi tidurannya juga begitu suka bolak balik cari yang nyaman " Ucap Didin menaikan kedua tangan nya di atas meja.


" Apa intan dulu mengidam " Didin mengaguk " Dila juga waktu aku bertemu Sandra tanpa sengaja dia melihat kami " Ujar Gio.


' Kenapa dia tidak meminta mu membelikan " Tanya Didin .


" Itu hari aku sedang menyelesaikan urusan ku sehingga tidak tahu kalau dia mengirim pesan padaku, tadi malam juga dia minta di belikan makanan " Ujar Gio .


"Aku dulu tidak terlalu sering sih bahkan bisa di hitung jari " Ujar Didin .


" anakmu paham karena ibu sama ayahnya tidak baik² saja " Didin Tersenyum tipis.


" Iya kamu benar " Jawabnya lalu dia menatap Fandi.


" Kamu kenapa lagi " Tanya nya .


" Tidak ,Aku hanya bingung karena kalian membahas yang tidak aku ketahui " Ujar Fandi Jujur.


" Sabar lah, aku yakin suatu saat kamu juga di beri kepercayaan " Fandi hanya menaikan kedua bahunya " Bukannya Dila akan membantu kalian " Fandi mengagguk " Gina belum ingin punya anak " Jawab Fandi membuat kedua sahabatnya terdiam .


" Apa ada alasannya" Fandi menggaguk bersandar di sofa " Dia ingin kuliah kalau ounya anak itu tidak mungkin " Jawab Fandi.

__ADS_1


" Intan juga akan kuliah, tapi nanti kami akan memakai jasa " Jawab Didin .


" Intan sudah melahirkan sedang kan dia masih hamil " Jawab Fandi Tersenyum tipis .


" Kamu sudah membicarakan padanya " Fandi mengaguk " Maaf kalau kami ...."


" Santai saja ,aku bahagia melihat kalian baik² saja begitu juga dengan Didin setidaknya secara perlahan dia sudah menerima intan dan anaknya " Jawab Fandi serius .


" Makasih semua juga berkat kalian " Ujar Didin serius .


" Lalu apa yang akan kamu lakukan " Tanya Gio .


"apa lagi pakai pengaman ,karena itu yang aman menurutku ' Ujar Fandi .


" Kamu bisa ke rumah kalau intan sudah kembali nantinya ' Ujar Didin .


" Dila masih lama jadi untuk sementara intan dulu " Timpal Gio .


" Santai saja tidak usah terlalu lebay " Ujar Fandi .


Dret......dret...


Didin menatap layar ponselnya tanpa menunggu lagi dia langsung menjawab nya .


" Iya yank " Jawab Didin .


" Kakak sibuk iya ' Didin menggeleng .


" Tidak ,hanya kangen saja " Didin menarik sudut bibirnya .


" Baru sehari Loh sayang " Intan hanya tertawa saja .


" Aku mau ke jalan sama ibu ,boleh ?? di sekitaran sini saja "


" Kamu bisa " Intan mengaguk " Baiklah tapi hati² kalau lelah Istirahat " Ucap Didin .


" iya kak, aku tutup iya " Didin mengaguk lalu mematikan panggilan nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Fandi duduk di balkon kamar sambil memejamkan matanya, pikirannya kembali berputar saat Didin dan Gio begitu bersemangat menceritakan kehamilan istrinya , Sekalipun Gio belum menikah tapi kedua keluarga mereka sudah mengetahui nya begitu juga tentang kehamilan Dila lalu Didin pria itu sebentar lagi akan memiliki seorang putri yang akan menghiasi rumah mereka dengan tangisan dan ocehan tidak jelas .


" Kakak " Fandi membuka matanya menatap wanita yang kini sudah berada di depannya .


" Ganti baju dulu, Gina sudah siapkan " Fandi mengaguk lalu berdiri masuk dalam kamarnya .


Gina melihat sikap Fandi sedikit berubah setelah pembahasan tentang malam itu hari .


Dengan helaan napas Gina ikut masuk ke dalam kamar menunggu Fandi di tempat tidur .

__ADS_1


Tidak berselang lama Fandi sudah ke luar dengan piyama tidurnya, langsung mematikan lampu utama kamarnya .


Berjalan ke arah tempat tidur dan merebahkan tubuhnya membelakangi Gina .


" Selamat malam kak " Ujar Gina lembut menahan sesak .


" Iya " Jawabnya seadanya , Gina hanya tersenyum saja .


Jika biasanya pria itu akan memeluk nya bermain dengan benda kesukaan nya bahkan sampai pagi mulutnya tidak akan pernah lepas.


Tapi dua hari belakangan ini pria itu seolah enggan untuk menyentuh nya bahkan terkesan menghindar .


Dengan pelan Gina memeluk Fandi dari belakang menyembunyikan wajahnya di punggung suami nya.


" Maaf, biarkan seperti ini aku merindukan pelukan Kakak ' Ujar Gina saat Fandi mencoba melepaskan tangan Gina .


" Aku belum beli pengaman, aku takut kelepasan " Ujar Fandi .


" Apa harus sampai segitunya " Tanya Gina melonggarkan pelukannya .


" Hebm " Jawab Fandi seadanya , Gina menarik tangan,mencium punggung Fandi dengan lembut .


Gina mencoba memahami maksud dari Suaminya tapi entah kenapa dia merasa sakit .


Bukankah itu kenginginan nya untuk belum memiliki momongan dalam waktu dekat ini,mengingat dia akan masuk kuliah apa lagi kata sahabatnya biasanya awal itu sangat berat dan dia tidak ingin kandungan kenapa² .


Dia juga sudah menunggu hari di mana dia akan kuliah di sibukkan ini itu seperti yang lainnya dan Gina selalu tersenyum sendiri saat memikirkan itu .


" Apa Gina tidur di sofa saja kak " Ujar Gina serak .


" Tidak perlu ,kamu bisa menyimpan guling di tengah nya " Jawab Fandi tanpa membalikkan badannya .


" Ah iya Gina lupa " Ujarnya tertawa kecil mencoba mengalihkan suasana hatinya dan mencair kan kecanggungan .


" Kaka tidak kesempitan kan " Fandi hanya mengaguk sambil memainkan ponselnya .


" Gina istirahat iya kak " Ujar Gina .


" Hebm " Jawab Fandi .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰


Like


Koment


vote

__ADS_1


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘


__ADS_2