
Seperti ucapan nya Didin akan kembali sebelum pesta pernikahan Gio, kini weekend telah kembali sehingga dia sudah berada di kampung di rumah mertuanya .
Bukan dia lebih memilih rumah intan tapi dia tidak ingin berdebat pada sang ibu, asal keberdayaan nya sudah di ketahui ayah nya syukur rumah mereka agak jauhan sedikit Didin tidak terlalu takut jika sewaktu-waktu ibunya datang dan yang pasti nya ayahnya tidak akan membiarkan itu .
CUP
CUP
CUP
CUP
" Bangun " Bisiknya setelah mencium seluruh wajah intan .
" Kaka jauh " Bukannya menjauh Didin malah Kembali mencium intan hingga membuat wanita itu kesal .
" Kakak " Rengeknya manja " Ayo bangun kamu harus jalan pagi " Didin menyibakan selimut intan membuat wanita itu harus bangun .
"Kakak tunggu iya ,cuci muka saja ' Intan hanya mengaguk sebagai jawaban lalu berjalan ke arah kamar mandi .
Didin mengambil ponselnya menelpon seseorang,hingga dering ke dua panggilan itu tersambung .
" Iya nak " Jawab Ayah nya .
" Didin sudah di kampung yah " Ucap Didin .
" Alhamdulillah ,iya sudah temani dulu istri mu !! Nanti sore ayah ke sana " Jawabnya dari seberang .
" Iya ayah ,hati² bawa motornya " Ucap Didin .
" Iya " Jawab ayahnya,lalu panggilan itu pun berkahir .
Didin berdiri merapikan tempat tidur intan lalu membuka kedua jendela kamar intan .
Tidak berselang lama intan ke luar masih dengan wajah bantalnya langsung ke arah meja riasnya .
Melihat itu Didin jadi gemas sendiri lalu dia ke arah intan mengambil sisir membantu wanita itu merapikan rambut nya .
" Intan saja kak " Tolak intan langsung .
" Perut mu semakin besar akan susah ikat rambutnya jika tinggi " Ucap Didin .
" Tapi ...."
" Duduk, nanti kita kesiangan yank " Akhirnya intan menurut ,dia menatap Didin dari pantulan kaca .
" Makasih kak " Didin hanya menatap sekilas melanjutkan kegiatannya .
" Begini " Tanya Didin setelah selesai ,intan hanya mengaguk saja sekalipun tidak rapi dan kuat .
" Ayo kita ke bawah " Didin membantu intan untuk berdiri ke luar dari kamar.
" Sudah mau jalan " Ucap Iin yang sudah berada di dapur menyiapkan sarapan .
" Iya Bu " Jawab Didin menarik kursi untuk intan .
" Makan itu dulu nak " Ucap Iin pada menantunya .
" Didin belum lapar Bu " Jawabnya lalu menyuapi intan dengan kacang ijo .
__ADS_1
" Dari siapa Bu " Tanya intan serak .
" dari samping " Intan yanya mengaguk saja , menerima tiap suapan yang di berikan suaminya hingga bubur itu ludes .
" Jangan jauh² iya seperti biasanya " Ucap Usman saat keduanya berjalan ke luar .
" Iya ayah " Jawab intan .
" Kalau cape bilang iya " Ucap Didin kini mereka sudah berada di jalan besar ,karena memang rumah intan di depan jalan besar .
" Baru jalan kak, itu ayah masih kelihatan " Ucap intan tertawa kecil sambil menatap ayahnya berdiri di depan pintu .
" Kaka hanya bilang saja " Ucap Didin sambil mengacak rambut intan .
" Kakak " Bukannya merasa bersalah Didin malah semakin membuat rambut intan berantakan, melihat itu membuat Usman Tersenyum lalu kembali masuk dalam rumah .
" Kan lepas " Ucap Intan kesal .
" Biar Kakak ikat lagi ,bukannya tadi Kaka juga yang ikatkan " Intan hanya mendengus kesal pada Didin .
"Kamu sudah siapkan nama dek " Tanya Didin kini keduanya kembali berjalan, Didin menggegam tangan intan dengan lembut .
" Belum kepikiran sih kak, lagian pusing kepala intan cari nama banyak yang bagus " Ucap nya cemberut .
" Ambil saja Semuanya kalau bagus " Canda Didin .
" Panjang kak, nanti orang bingung kalau nama adek panjangnya kaya kereta api " Ucap Intan menggeleng
" Kamu tidak sadar panjang nya nama Xana melebihi panjang nya kereta api " Intan kembali terdiam lalu menatap Didin .
" Jangan kak, kasian nanti kalau ujian adenya " Didin Tersenyum " Terserah apa pun itu, tapi bukannya nama adalah doa ,jadi apa pun itu kakak ikut saja " Ucap Didin lembut .
" Tapi nanti jangan perna ptotesa iya " Intan mengaguk pelan lalu menatap Didin " Tapi jangan asal " Jawab intan .
" Ok " Jawab Didin, keduanya terus berjalan sambil bertukar cerita tentang dulu dan kedepannya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sebuah di kota sama seperti Didin dan Intan, Aris juga melakukan hal yang sama jika weekend seperti ini
Hubungan mereka dengan intan baik² saja begitu juga dengan anaknya mama Dedeh siapa lagi kalau bukan Gina .
Saat dia tengah fokus berlari dari jarak dekat dia melihat seorang wanita terjatuh .
" Kamu tidak papa " Tanya Arif dengan napas ngos-ngosan .
" Tidak papa " Jawabnya berusaha untuk berdiri .
" Jangan di paksa ,kakimu seperti nya terkilir nanti tambah parah " Wanita itu langsung kembali duduk .
Aris menatap sekeliling nya hingga matanya menangkap bangku kosong .
" Ayo aku bantu " Aris berjongkok depan wanita itu lalu menepuk pundaknya " Ayo naik " Ucap Aris.
" Tapi ...."
" Kita lihat dulu kakimu parah atau tidak " Mau tidak mau wanita itu langsung naik di pundak Aris .
Harum Ucap sang wanita dalam hati .
__ADS_1
Aris berdiri dengan pelan berjalan ke arah kursi kosong .
ganteng juga Lanjutnya dalam hati sambil tersenyum .
Aris menurunkan sedikit tubuhnya menurunkan wanita itu lalu berjongkok di depan nya .
" jangan " Aris hanya menatapnya sekilas lalu kembali fokus pada kaki wanita itu .
" Apa kamu memaksakan dirimu untuk lari " Tanya Aris tanpa menatap wanita itu .
" Seperti nya ini pertama untukmu " Lanjutnya lagi .
" iya " Jawabnya cicit .
" Kamu bisa berjalan atau bersepeda jika belum terbiasa " Jawab Aris .
" Kamu ke sini naik apa " Lanjutnya lagi .
" Pakai mobil " Ucap nya pelan .
" Kamu yakin bisa membawa mobil dengan keadaan kaki seperti ini " Wanita itu hanya terdiam .
"Mana kuncinya ,kamu harus ke rumah sakit aku antar " Ucap Aris .
" Tapi apa tidak merepotkan " Tanya Terbata .
" Ayo " Bukannya menjawab Aris kembali berjongkok di depan wanita itu .
" Maaf iya " Ucapnya sebelum kembali naik di punggung Aris.
Dingin sekali ucapnya dengan wajah sendu .
" Maaf aku panggilnya siapa iya " Tanya nya hati² .
" Aris " Jawabnya singkat .
" Ah ,aku salsa " Ucapnya memperkenalkan dirinya tapi Aris hanya diam saja .
" Di mana mobilnya " Tanya Aris .
" Yang Merah " Aris berjalan ke arah mobil merah mereka Honda jazz keluaran terbaru .
dengan pelan menurunkan wanita itu bersandar di mobil ,lalu dia membukakan pintu mobilnya .
" Makasih " Ucap Salsa menatap Aris yang hanya diam saja lalu menutup kembali pintu nya.
" Astaga ,ini pertama nya aku bertemu pria seperti nya " Ucap salsa menatap Aris berjalan ke arah pintu lain .
Hingga akhirnya dia duduk di samping nya membawa mobilnya ke luar dari taman itu berjalan ke rumah sakit .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan yang lainnya menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
__ADS_1
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘