
Intan tersenyum saat melihat kedatangan kedua orang tuanya sampai dia menunggu di teras rumah di temani Didin ,karena pria itu meliburkan diri karena akan kedatangan mertua nya .
" Kenapa menunggu di luar nak " Ucap Usman .
" Pengen saja " Jawab intan lalu memeluk Usman setelah itu memeluk Iin .
" Maaf ,sudah repotin ayah sama ibu " Ucap Didin lalu mencium tangan kedua mertuanya .
" Kami tidak merasa di repotin ,kami malah senang " Ucap Iin tersenyum .
" Ayo Masuk yah Bu " Ucap Didin .
Intan membawa Iin kedalam rumah sambil merangkul tangan ibunya sedang kan belanja sudah berpindah tangan ke Didin dan Usman .
" Kamu tidak kerja nak " Tanya Usman di sela langkahnya menuju dapur .
" Tidak yah ,tadi pagi Mual karena masuk angin " Jawab Didin .
" Kebiasaan tiap malam buka baju iya " Didin hanya tersenyum saja ,dia tahu maksud ayah mertua nya .
"Mana nasi bambunya Bu " Tanya intan saat sudah berada di dapur .
" Sabar nak " Ucap Iin lalu membuka bawaan nya saat semuanya sudah di simpan di atas meja .
" Kenapa banyak sekali Bu " Tanya Didin .
" Tahu itu Ibu, syukur tadi penjual nya tidak sekalian di beli " Didin tertawa kecil .
" Ini makan " Iin memberikan nasi bambu yang sudah di buka lalu di simpan dalam Tupperware .
" Kamu bisa habisin yank " Intan menatap Didin " Kakak mau " Didin menatap intan " Memang kamu mau berbagi " Intan mengagguk .
Iya seperti itulah jika mereka sudah berhadapan dengan orang mereka akan terlihat baik-baik saja .
Tapi nyatanya semuanya hanya topeng yang di buat intan agar keluarga nya tidak sedih .
" Tunggu ikannya dulu Nak, enak Lo di makan masih panas " Ucap Iin yang mulai mencuci kepala ikan kakap merah nya .
" Weeee ibu sudah kaya tumben beli ikan mahal " Goda intan .
" Ini bukan untuk mu ,tapi untuk cucu ibu !! Kalau untuk mu nanti ibu tangkap kan belut di sawah " Ucap Iin tanpa menatap intan .
" Habis gajian dia dari suamimu sama Daniel " Lapor Usman .
" Jadi ceritanya nyogok inj ,biar di kasih lagi " Ucap intan Tersenyum .
"biar ibu tidak nyogok, mereka tetap kirim " Jawab Iin .
__ADS_1
" Nanti besok² cari menantu kaya gitu nak ,biar kamu di rumah tapi uang selalu masuk " Lanjutnya sambil terkekeh geli .
" Didin sudah kaya Bu ,untuk apa intan mencari mantu kaya lagi " Timpal Usman .
" Tidak usah kaya Bu ,asal mereka baik percuma kaya kalau tidak bahagia " Didin langsung menatap intan , seperti nya wanita itu tidak sadar dengan ucapan nya .
" Memang kamu tidak bahagia " Tanya Usman menatap intan ,membuat wanita itu tertawa kikuk " Kalau tidak bahagia tidak mungkin ada hasil nya ayah " Jawab intan Tersenyum .
" Kan bisa saja kamu terpaksa " Ucap Usman .
" Kakak Didin orang baik yah, makanya intan hanya tau bangun makan tidur kerja pun hanya kegiatan rumah saja masak ,mencuci bersih² ada yang datang membersihkan " Bela intan serius.
Didin terus menatap intan, ada rasa bersalah karena wanita itu membelanya sedangkan dia !! Didin hanya bisa tersenyum miris.
Apa segitu besarnya intan mencintai nya bahkan dia tidak perna mengeluh pada orang tuanya dengan sikap nya selama ini bahkan dia begitu apik dalam berakting di depan semua orang menyembunyikan perasaan nya .
" Jangan malas²an nak, apa lagi kamu hamil gitu " Ucap Iin menasehati anaknya.
" Kakak Didin melarang ku kerja Bu, katanya di rumah saja " Jawab Intan .
" Lagian kamu juga lagi hamil nak, bukannya Nanti mau kuliah " Intan menggaguk pelan " Lalu bagaimana nanti siapa yang jaga anak kalian, apa kalian menyewa orang " Tanya Usman .
" Nanti baru di pikirkan yah, kandungan intan saja baru 7 Minggu " Intan tertawa kecil .
" Apa pun itu cari lah orang yang bisa di percaya dan baik " Intan mengagguk saja sebagai jawaban .
" Kamu sudah lapar " Intan mengaguk tertawa " Tadi sarapan nya hanya sedikit Bu " Jawab intan .
" Kakak mau makan lagi " Didin hanya mengaguk " Ayah juga " Ucap Usman .
" Yang ngidam siapa kenapa ayah ikutan juga " Ucap Iin .
" Cucu ayah ingin kakeknya juga makan Bu " Ucap Usman .
" Alasan, Sabar iya sedikit lagi !! Intan siapkan piring saja " Ucap Iin .
" Biar aku saja yank " Intan mengaguk ,lalu Didin berdiri dari duduknya mengambil piring di berikan pada ibu mertua nya dan sebagian di simpan di atas meja.
Lalu Didin menata barang bawaan mertuanya di dalam lemari pendingin ada buah , sayuran dan ikan dan ayam yang seperti nya di beli di sini karena sangat tidak mungkin di bawah dari kampung .
" Makasih kak " Ucap intan saat Didin sudah kembali duduk di samping nya " Iya " Jawab nya seadanya .
" Enak sekali " Intan langsung menatap berbinar pada piring ikan yang baru saja di letakan ibunya di atas meja .
" Makan lah " Ucap Iin ,Didin pun mengambil kan Nasi bambu pesanan intan membuka daun pisang lalu meletakan di piring intan " Cukup atau tambah " Tanya Didin.
" Satu lagi " Didin kembali mengambil kan , sedangkan Usman hanya tersenyum melihat interaksi antara suami istri itu .
__ADS_1
" Ayah kenapa " Tanya Iin ikut bergabung setelah memastikan mereka mendapat kan ikan masing-masing .
" Ayah bahagia ,karena kedua putri ku mendapatkan laki² yang begitu bertanggung jawab ' Ucap Usman Tersenyum .
" Maka teruslah sehat untuk kami yah ' Jawab intan Tersenyum .
Intan akan melakukan apa pun untuk ayah Ucap intan dalam hati .
" Terimakasih sudah menerima putri ayah ' Didin hanya mengaguk kikuk ,bahkan sampai sekarang dia belum tahu perasaan nya pada intan seperti apa .
" Ayah sudah mengenal Kakak Didin sudah lama ,pastinya dia akan menyayangi intan ,iya kan kak " Didin mengaguk sebagai jawaban dia bingung harus menjawab apa .
Lebih tepatnya dia menyayangi Risna Lanjut intan tapi itu hanya bisa di ucapkan dalam hati .
" Sudah ayo makan ,kalau bicara terus nanti kita Pulang nya kemalaman " Ucap Iin .
" Lo ibu sama ayah tidak tidur di sini " Ucap Didin .
" Tidak nak ,kami harus pulang karena sudah ada janji " Ucap Usman .
" Janji sama siapa " Tanya intan .
" Ibumu sudah cape ikut ayah ke sawah ,jadi kami akan menjual sawah sebagian " Ucap Usman .
" Kenapa di jual sayang Bu " Ucap intan .
" Ibumu sudah kaya nak, dia tidak perlu capek-capek lagi membajak sawah, dia hanya akan menyimpan beberapa sjaa untuk kamu dan Risna " Ucap Usman .
" Baiklah jika itu kenginginan kalian " Ucap intan,Lagian kedua orang tuanya sudah sangat lama berurusan dengan sawah jadi mungkin ini sudah waktunya mereka istirahat.
" Kalau ayah sama ibu mau ke sini ,datang saja jika bosan di rumah " Ucap Didin .
" Ibumu mabuk nak, tadi saja beberapa kali ayah harus berhenti !! Ibumu tidak cocok pergi jauh pakai mobil nak, jadi kalian saja yang ke sana kalau kamu tidak sibuk " Ucap Usman .
" Ibu akan ke sini tapi mungkin tidak terlalu sering " Timpal Iin .
" Yang penting ibu sama ayah sehat dan kami juga sehat " Ucap Intan .
" Pasti nak " Jawab Usman Tersenyum .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰😘😘😚😚
Vote .....vote nya dong kakak jangan lupa juga hadiah dan bintang 5 nya .
Like ....koment biar author semangat 😁🥰😘😚😚
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir 🙂😘😘