
Setelah mendengar penjelasan dari dokter Umair dan Kekasihnya Gina ke luar dari klinik dengan wajar bahagia , di belakang Gina kedua mertuanya juga Merakan hal yang sama, sekalipun nanti mereka akan kembali ke sini tapi Gina bersyukur bisa pulih seperti biasanya .
Sebelum ke luar mereka berpamitan pada kedua sepasang kekasih itu bahkan Gina tidak sungkan mencium punggung kedua tangan dokter Umair dan kekasih nya .
" ayo, suami mu sudah menunggu kita " Gina mengaguk Tersenyum bergelut manja di lengan ibu mertua nya .
" Apa kakak sudah merindukan Gina " Ibu mertuanya hanya mengaguk tersenyum .
Setelah menempuh perjalan 1 jam lebih kini Gina dan kedua mertuanya sudah sampai di rumah lebih tepatnya rumah orang tua Fandi ,karena kedua mertuanya ingin mereka tinggal di sana untuk sementara waktu hingga memastikan Gina baik² saja .
" Kakak " Panggil Gina saat melihat sang suami yang sudah menunggu mereka jangan lupa kedua sahabatnya serta istri mereka dengan perut besar dan satunya menggendong bayi gembul yang buat siapa pun gemas melihat nya .
Hap
Gina memeluk Fandi dengan erat saat dia sudah berada di depan pria itu ,padahal mereka baru Dua hari tidak bertemu .
" Jangan lebay " Cibir seseorang membuat Gina menatapnya " Ada kamu " Intan menatap sinis ke arah Gina ' Iya ada aku kenapa " Jawabnya ketus .
" Tidak ,aku kira tadi hantu bayangan " Jawabnya tersenyum kuda .
" Ayo masuk dulu " Ujar Fandi lembut merangkul pinggang sang istri masuk dalam rumah di susul uang yang lainnya .
" Gimana hasilnya Bu " Tanya Fandi, kini mereka sedang duduk di ruang tamu .
" Sudah baik, tapi untuk satu bulan ini tiap Minggu kami akan ke sana " Jawab ibu lembut .
" Untuk apa, bukannya semuanya sudah baik " Tanya Fandi .
" Hanya sebulan Fan ,hanya memastikan jika itu tidak akan kembali lagi " Jawab Ayah .
" Oh " Jawabnya singkat .
Saat mereka tengah sibuk membahas Gina , seseorang masuk .
" Maaf aku telat " Ujar Aris sambil menggegam tangan seseorang dan itu membuat Dila kaget bukan main .
" Saras " Merasa namanya di sebut Saras langsung menatap sumber suara .
" Kakak Dila " Ujar Saras terbata membuat Aris menatap nya " kamu kenal yank " Tanya Aris menatap sang kekasih mengaguk pelan .
" Akhirnya di perlihatkan juga " Ucap Gina tertawa kecil .
" Duduk Ris " Ujar Fandi ,Aris membawa Saras duduk di sofa .
" Kamu kenal pacar Aris Dil " Tanya Didin .
" Kenal, sangat kenal " Jawab Dila menatap Saras yang sejak tadi menunduk " Kenal di mana " Tanya Gio .
__ADS_1
" Dia adiknya dokter Umair " Semua orang langsung melotot kan matanya ,bahkan Aris yang notabene nya kekasihnya tidak tahu sama sekali padahal dia sudah pernah bertemu pria itu sebelum membawa Gina ke kota xx untuk berobat .
" Kamu serius " Tanya Fandi .
" Untuk apa aku berbohong ,jika tidak percaya tanyakan pada orang nya " Ujar Dila menunjuk Saras menggunakan dagunya .
" Apa dunia ini begitu sempit " Gumam Didin menggeleng tidak percaya .
" Abang Tahu Ras " Saras mengaguk pelan Tersenyum kaku pada Dila .
" Yang penting kuliah mu tidak terhambat " Saras mengaguk cepat .
" Dia kuliah yank" Tanya Gio .
" Iya, bahkan dia kuliah di kota ini kaya tidak ada kampus saja di kota xx " Ujar Dila menggeleng .
" Mungkin biar dekat dengan jodohnya iya nak " Ujar Ayah Fandi membuat Saras menunduk malu .
" Anak juragan Sapi ,dan teh sudah siap menikah " Ujar Intan .
" Iya dan kita akan makan daging sapi gratis lagi " Timpal Gina tertawa .
" Seperti kamu sudah sehat " Ujar Aris sinis .
"Sangat sehat, berkat kakak iparmu " Jawab Gina meledek Aris ,membuat pria itu menatapnya sinis
" Ayo yank kita pulang " Ucap Aris .
" Kenapa buru² makan siang dulu di sini " Ujar Fandi .
" Jangan ganggu mereka " Tegur Didin membuat Intan terdiam.
" Iya marahin saja istrinya bang " Ujar Aris kesal .
" Sudah jangan ganggu mereka, kalian juga seperti mereka,bahkan lebih parah apa lagi Fandi sampai tidak pulang karena menginap di tempat Gina " Ujar Ibu .
" Benar itu Bu, setiap kami video call selalu ada bang Fandi di sana memeluk Gina bahkan menciumnya " Gina langsung melototkan matanya tajam kearah Fandi yang tersenyum miring .
" Jangan aneh-aneh kami tidak melakukan hal seperti yang kamu ucap kan " Sanggah Gina cepat .
" Aku bilang apa adanya,iya kan Tan " Intan hanya tersenyum kuda tanpa menjawab pertanyaan Aris ,tapi semua orang sudah paham arti senyuman Intan .
" Kenapa mengundang mereka berdua sih kak " Ujar Gina kesal ,Fandi hanya tersenyum memeluk pinggang sang istri dengan lembut .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah makan siang dan bercerita sebentar satu persatu sahabat Fandi dan Gina meninggalkan rumah orang tua Fandi.
__ADS_1
" Sayang " Fandi langsung memeluk Gina saat keduanya sudah berada di kamar .
" Kangen " Lanjutnya membawa Gina ke tempat tidur .
BRAK
Fandi menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil memeluk Gina yang kini sudah berada di atasnya dan mencium bibirnya sekilas.
CUP
" Sudah siapkan program " Gina mengaguk cepat "Fandi junior akan Launching " Gina mengaguk lalu mencium bibir tebal sang suami dengan lembut dan tentu nya di balas oleh Fandi .
Suara penyatuan kedua benda kenyal itu terdengar jelas keduanya tidak ada mau kau kalah,hingga Gina mengakhirinya saat merasakan pasokan di dadanya menepis .
" Pengen " Ucap Gina dengan napas terputus .
" istirahat dulu " Ujar Fandi mengelus bibir Gina yang sudah bertambah volume .
" Aku tidak cape " Jawab Gina ,Fandi hanya tertawa saja jika wanita lain akan malu² tapi tidak dengan sang istri yang terang²an mengatakan jika menginginkan penyatuan mereka .
" Apa di izinkan sama Dokter " Gina mengaguk lalu mengambil ponselnya yang ada di atas tempat tidur memperlihatkan pada Fandi .
" Kamu bertanya ini pada dokter Umair " Gina mengaguk jujur lalu menyimpan ponsel nya di atas meja samping tempat tidur .
" Ayo buat Fandi junior " Rengek Gina .
" Kita istirahat dulu, kamu baru kembali dari kota xx " Fandi menarik tubuh Gina dalam pelukannya " Kakak ...."
" Malam nanti aku akan membuatnya dan tidak akan membiarkan kamu istirahat jadi kumpulkan tenaga mu dulu baru kita membuat adonan nanti malam sampai kamu puas " Potong Fandi cepat .
" Tapi ..."
Cup
" I love you " Gina berdecak kesal lalu membahas pelukan Fandi .
" Kita perlu tenaga sayang, dan siapkan itu untuk ku nanti malam " Gina mengaguk dalam pelukan Fandi .
" Terimakasih sudah berusaha untuk sembuh, CUP " Ujar Fandi tulus mencium kepala Gina dengan lembut .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
__ADS_1
Vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟