
Gina menatap ke arah luar kamarnya,malam sudah datang seperti ucapannya Fandi tidak akan kembali hingga dua hari kedepan . .
dengan pelan dia menyibakan gorden lebih luas hingga dia bisa menatap dengan bebas,bibirnya di angkat sedikit dengan helaan napas panjang nya .
" Jangan lupa makan kak, Istirahat dengan baik " Gumam Gina dengan lirih .
" Gina tidak akan menghambat kebahagiaan kak, karena melihat kakak bahagia itu juga kebahagian Gina ,jadi berbahagialah kak " Lanjutnya lagi .
Gina merebahkan tubuhnya di sofa ,entah kenapa memikirkan hubungan nya dengan Fandi membuatnya sangat lelah, bahkan pekerjaan nya di restoran tidak terlalu banyak menguras tenaganya tapi jika itu berhubungan dengan Fandi seolah semua energi nya terkuras habis .
Memejamkan matanya memutar kembali memory di mana mereka awal bertemu hingga akhirnya memutuskan berpacaran lalu melangkah ke jenjang yang lebih serius lagi hingga akhirnya sekarang .
" Aku tidak menolak untuk hamil, hanya menundanya !! aku juga wanita biasa yang menginginkan seorang anak karena itu kuadrat nya seorang wanita hamil dan melahirkan tapi aku hanya tidak ingin hanya karena masalah kuliah membahayakannya karena awal akan terasa berat nantinya dan aku menghindari itu " Gina menjeda ucapannya membuang napasnya kasar " Sekarang " Gina Tersenyum miris memejamkan matanya hingga cairan bening ke luar membasahi pipinya nya .
" Yakinkan aku kak, biar aku bisa jauh lebih tenang lagi saat waktunya tiba nanti ,dan aku akan terus mendoakan kebahagiaan kakak di mana pun aku berada ' Ucapnya dengan bibir bergetar .
" Terimakasih untuk semua kebahagiaan ini kak, terimakasih selalu memberikan kebahagiaan untuk kedua orang tua ku sekalipun aku sudah menyakiti kakak ,i love you kakak Fandi " Ujar Gina .
Dret ......dret ....
Gina menatap ke arah meja yang di samping tempat tidur nya dengan malas dia perjalan mengambil ponselnya ,seketika bibirnya melengkung ke atas .
" Hall....."
" Kamu baik² saja kan " Gina mengerut kan keningnya bingung .
" Iya aku baik² saja , kenapa memangnya " Jawabnya tenang .
" Jangan Bohong, sejak tadi perasaan ku tidak tenang " Lanjutnya lagi .
" CK, kamu tidak tenang karena lapar atau tidak bosan karena makan sayur bening terus " Ujarnya sambil tertawa .
" Aku serius Gin, kamu baik² saja kan ? Kalau tidak aku sama kakak Didin ke tempat mu nanti Dita sama ibu dulu " Ujarnya dengan serius .
" Ya astaga ibu ini, aku baik² saja !! Kenapa kaya mama Dedeh sih ,apa karena kamu sudah punya anak jadi bawel " Ujar Gina kesal tapi jujur dia bahagia .
" Mama Dedeh saja tidak segitunya " Lanjutnya lagi .
" Serius kamu tidak papa " Tanya Intan memastikan .
" apa perlu aku kirim video biar kamu puas " Jawab Gina.
" Iya " Jawab Intan cepat membuat Gina kaget " Aku baik² ssja bunda Dita ,sumpah !! Kalau aku kenapa² kamu orang pertama yang akan tahu " Jawab Gina pasrah .
" Iya sudah aku tutup " Gina menatap ponselnya yang sudah terputus,intan menghubungi hanya itu dan belum menjawab ponselnya sudah di matikan Intan .
Gina memejamkan matanya saat Ponsel nya kembali berdering dan kali ini dari pria satu²nya yang paling ganteng .
__ADS_1
" Hal....'
" Kamu sehat kan " Gina kembali menaikan alisnya kenapa ke dua sahabatnya ini aneh sekali menurut nya .
" Gina ,kamu baik² saja kan " Gina membuang napas panjang .
" Aku baik² saja ,ada apa dengan kalian !! Barusan Intan menelpon menanyakan hal itu lalu sekarang kamu " Ujar Gina .
" Entah aku juga tidak tahu, tapi perasaan ku tidak enak sejak tadi memikirkan mu " Gina tertawa kecil .
" Jangan bilang kamu jatuh cinta " Gina kembali tertawa saat Aris mengumpat nya .
" Aku baik² saja ,kamu dan intan orang pertama yang tahu jika aku sakit " Ujar Gina serius .
" Awas kalau kamu bohong, aku punya nomor nya mama Dedeh " Ancam Aris .
" Lebay ,gimana apa sudah ada brosur nya " Tanya Gina .
" Sudah ada ,rencana weekend aku bawakan sekalian ke rumah intan jenguk Dita karena belum ketemu hanya lihat foto " Ujar Aris .
" Ok ,nanti singgahi iya sekalian " Ucap Gina .
" Siap, aku tutup iya " Ujar Aris lalu mematikan Panggilan tanpa menunggu jawaban Gina .
" Aneh sekali mereka " Ujar Gina menatap ponselnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Sekarang sudah lega " Intan menatap Didin lalu mengaguk .
" Aku juga tidak tahu kak,kenapa mendadak sesak mengingat Gina " Ucap intan Jujur .
" karena kalian sudah terlalu lama bersama ,jadi itu hal wajar !! Jangan lagi memikirkan yang aneh-aneh dia pasti baik² saja " Intan mengaguk lalu menatap Dita yang ada di gendongan Didin .
" Jangan tidur terus ,bunda bosan kalau ayah sudah kerja tidak ada teman " Ujar Intan memainkan bibir Dita .
" Jangan ganggu yank, nanti dia rewel kamu sendiri Lo yang pusing " Ujar Didin .
" Lucu kak, gemas " Jawab Intan Tersenyum .
CUP
" Kalau ayahnya lucu tidak, gemesin juga tidak " intan menatap Didin yang tersenyum manis .
" kakak tidak lucu dan membosankan " Didin melotot kan matanya menatap intan .
" Tidak papa , yang penting bundamu mencintai ayah kan sayang " Ujarnya pada Dita .
__ADS_1
" jangan Percaya ayah ,dulu bunda khilaf " Ujar Intan kembali memainkan Dita .
" Sssttt kakak " Intan mendorong kepala Didin yang tiba² saja menggigit bahunya .
"Sakit kak, keras sekali nanti berbelas " Ujar intan menarik sedikit bajunya melihat pundaknya .
" Biar aja " Jawab Didin .
" Kan apa intan bilang " Ujar intan saat melihat bekas gigitan Didin yang begitu jelas.
CUP
CUP
Didin mencium pundak intan dua kali lalu menutup kembali .
" Nanti khilaf " intan memutar bola matanya jengah " Lihat ayah mu dia tetap mesum sekalipun pabriknya lagi off " Ujar Intan .
" Itu kebutuhan Sayang ,sukur yang ini milik Dita coba bukan mungkin ...."
plak
" Tangan nya kondisi kan iya pak " Didin tertawa kecil menjauhkan tangannya .
" Seperti biasa iya ,boleh kan " Tanya Didin menatap sang istri
" Yank nanti aku susah tidur Lo, besok aku harus ke restoran lagi kerjaan ku masih banyak kalau aku kurang tidur ...."
" Iya boleh² puas, biar juga aku larang kakak akan melakukan bukan " Didin mengaguk lalu tertawa membuat intan kesal .
" Lihat ayah mu ,jika kamu ke kurangan gizi marah sama ayah mu jangan sama Bunda ok " Ujar intan pada Dita .
"Ayo istirahat aku sudah mengantuk " Intan mengaguk lalu berdiri merapikan tempat tidur Dita,lalu Didin meletakan Dita dalam box dengan pelan .
" Good night sayang ,mimpi indah CUP " Didin mencium kening Dita lalu meninggalkan Dita menuju tempat tidur nya bersama Intan
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1