
" Duduklah kau membuat kepalaku sakit " Ucap Gio menatap Fandi yang mondar mandir seperti setrika .
" Mas " Tegur Dila " Sakit yank mataku, apa kamu tidak sakit melihat nya sejak tadi seperti itu " Dila hanya menghela saja .
" Suami mu " Dila mengaguk tersenyum " Tapi beda " Dila tertawa kecil " Panjang ceritanya " jawab Dila.
" Yang berdiri itu suaminya yang akan nanti jadi pasien mu " Terjaga Dila .
" Baiklah " Jawab Nya lembut .
Beberapa menit kemudian pintu ruangan terbuka dan Fandi langsung mendekati sang dokter .
" Keluarga pasien "
" Saya Dok ,saya suaminya " Dokter menatap Dila seolah meminta jawaban " dia suaminya yang di dalam adik saya " Ujar Dila .
" Apa sebelumnya anda sudah tahu " Tanya dokter .
" Kami sudah tahu keadaan nya dok dan kami akan melakukan langkah selanjutnya " Jawab Dila membuat dokter paham.
" Baiklah, dia butuh istirahat mungkin sedikit lagi dia akan bangun,kalau bisa untuk sekarang jangan terlalu sering melakukan hubungan badan " Fandi hanya mengaguk paham .
" Kalau begitu saya permisi dulu, mari " Ucap Dokter meninggalkan mereka .
" Ayo masuk dulu " Ucap Dila lalu mereka masuk ke dalam dan dua perawat langsung ke luar dari ruangan itu .
" Sayang " Panggil Fandi mengelus pipi Gina , wajahnya masih tampak pucat tapi tidak seperti tadi.
" Tahan ... tahan apa sabun di rumah mu sudah habis ' Cibir Gio .
" Mas " Pekik Dila kesal .
" Apa nanti tidak masalah kalau dia tinggal di sana dulu "semua orang menatap ke sumber suara.
" Dokternya Gina " Fandi langsung menatap tajam Dila .
" Kau gila " Ucap Fandi meninggikan suaranya ' Astaga ,dia sudah memiliki tunangan ' Jawab Gina memutar bola matanya jengah.
" Sekalipun bagaimana kalau nantinya dia menyukai Istri ku ' Jawab Fandi cepat .
" Berarti dia bukan jodohmu , nyatanya kamu menikah juga dengan wanita lain hanya karena ingin keturunan ' Cibir Dila ketus .
' Dia istri ku "
" Dan dia adikku sekarang ,jadi diam " Bentak Dila membuat Fandi terdiam .
" Aku tidak ikutan yank " Ucap Gio cepat saat Dila menatap nya tajam .
" Jangan Galak " Tegurnya dengan lembut " Kesal kak " Rengek Dila Manja membuat Gio melotot kan matanya " Apa ' Tanya Dila menatap keduanya bergantian .
" Maaf jika saya tidak ....."
" Jangan meminta maaf pada mereka kak, asal kakak tahu mereka berdua itu lintah darah yang menempel pada wanita mana saja " Ucap Dila sinis.
__ADS_1
Gina yang mendengar keributan merasa terganggu dia membuka matanya secara perlahan .
" Kakak ' Dila dan yang lainnya menatap ke arah tempat tidur " Kamu sudah sadar " Tanya Dila lembut .
" Jauh " Bentaknya pada Fandi membuat Gina bingung dan kaget ' Karena kamu adikku sakit ,sana urus istri sirimu yang gatal itu " Lanjutnya dengan tajam .
' Kakak ....'
" Jangan membelah nya " Gina menatap Fandi dengan lembut sambil tersenyum " Dia istri ku Lo Dil ,masa tidak boleh dekat " Ucap Fandi memelas .
' Gi bantu " Gio menggeleng cepat " Mendingan kamu memintaku lari di lapangan jika berurusan dengannya dalam keadaan darah tinggi " Ucap Gio .
" Hargai suamimu tidak baik begitu " Ujar Umair dokter yang akan menangani Gina .
" Kesal kak, mereka itu tidak ngerti dengan perasaan wanita " Jawab Dila kesal .
" Sekalipun ,tapi dia tetap suaminya begitu juga sebaliknya dia suamimu " Ucap Umair mengelus pundak Dila .
Awas kamu yank jika sudah di rumah aku Tidak akan membuat mu istirahat ,berani sekali dia menyentuhmu Ucap Gio dalam hati .
" Hai ,aku dokter Umair yang akan menangani mu , aku tidak sendirian karena tunangan ku akan ikut bersama ku tapi karena dia ada jadwal di klinik jadi hanya saya yang di sini " Ucapnya dengan ramah .
" Ah iya dok ,saya Gina ! Terimakasih sudah meluangkan waktunya maaf kalau sudah merepotkan " Ucap Gina sungkan.
" Tidak perlu berterimakasih ,kamu adiknya Dila itu berarti kamu juga adikku " Ucapnya dengan lembut , Gina hanya mengaguk tersenyum .
" Sayang " Gina langsung menatap ke arah Fandi yang terus menggeleng " Kakak sakit leher " Fandi langsung melotot kan matanya menatap Gina yang hanya memasang wajah polosnya .
" Ayah sama ibu kembali lagi ke rumah " Ucap Fandi .
" Iya kak tidak papa " Jawab Gina .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Ayah ,ibu " Dila menghampiri kedua orang tua Fandi mencium punggung tangan ke duanya .
" Sehat " Dila hanya mengaguk tersenyum .
" Gimana Nak, kamu sudah baikan" Tanya ibu menatap Gina .
" Gina baik² saja Bu " Jawab Gina tersenyum.
" Ayah ,ibu ini dokter yang akan menangani Gina " Kedua orang tua Fandi menatap Umair .
" Kamu pintar cari dokter nya nak " Ucap Ibu sambil tersenyum .
" Saya Umair Om Tante ' Ucap Umair ramah .
" Sudah menikah " Tanya Ayah ramah membuat Fandi dan Gio menatap ke arah nya .
" Belum Om " Jawab Umair jujur .
" Berarti pas dong ,kamu tidak masalahkan kalau sama janda ? " Umair hanya tersenyum saja .
__ADS_1
" Janda yang mana Bu " Tanya Gio .
" Gina " Jawabnya tanpa dosa .
" Ibu ,dia istri Fandi dan dia masih sah istri ku bukan janda " Ucap Fandi kesal
" Bukannya kamu punya istri yang di sembunyikan di apartemen ' Jawab ibu ketus , sepertinya wanita itu belum hilang kekesalan nya .
" Kalau Dokter mau datang ke rumah ,kami akan merestui " Ucap ayah .
" Maaf Tante saya sudah punya calon " Jawab Umair sopan .
" Kalau ada teman mu yang jomblo kasih tahu Dila biar Tante sama Om yang temui " Fandi mendengus kesal menatap sang ibu begitu juga ayahnya yang hanya diam seolah setuju dengan ucapan ibunya .
" Kami sudah bercerai Bu, Fandi sudah menalaknya " Ucpa Fandi lemah .
" Bukan urusan ibu " Fandi hanya menghela nafasnya panjang , sedang kan Gio tidak berani membuka suara karena nanti akan terkena imbasnya .
" Ibu bisa diam dulu " Ucpa Dila .
" Maaf ,habis ibu kesal sama Fandi " Ucap ibu menatap sinis anaknya sendiri .
" Maaf sebelumnya dok jika harus melihat adegan yang sangat memalukan ini " Ucap ibu lembut .
" Tidak papa Tante ,Ah iya saya sudah melihat hasil pemeriksaan Gina sebelumnya dan Dila juga sudah menjelaskan ,Kalau tidak keberatan Gina akan ikut dengan ku " Ucpa Umair .
" Bagaimana ? Sebenarnya bisa saja dia tinggal di sini tapi kasian Gina nya melakukan terapi hampir Berjam²n dan itu melelahkan ,saya hanya takut jika dia kelahan tubuh nya akan drop "Lanjutnya lagi.
" Kami akan menetap di sana " Ucap Ayah serius .
" Terus Fandi gimana ayah, kan harus kerja " Ujar Fandi menatap ayah nya .
" Kamu kerja ,ayah sama ibu temani Gina ! Lagian kamu juga ada istrimu " Jawab Ibu sinis .
" Bu, bukannya Fandi bilang sudah cerai jangan Lagi di ungkit " Ucap Fandi lirih .
" Sabar " Ucap Gina mengelus tangan suaminya " Iya yank " Jawab Fandi sambil mengaguk .
" Baiklah, sore nanti kita akan ke sana !! Tidak papa kan Om soalnya saya hanya libur hari ini " Ujar Umair .
' Tidak papa , terimakasih sudah meluangkan waktunya maaf sudah merepotkan mu " Umair hanya mengaguk tersenyum.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1