
Sudah jam 7 malam tapi pembukaan masih tetap 8 padahal lagi 2 pembukaan intan sudah bisa melahirkan,Didin terus menemani istrinya begitu juga yang lainnya .
Setelah menunggu dua jam tepat pukul 9 lewat 15 menit bidan mengatakan pembukaan nya sudah lengkap .
ayah dan mertua Didin ke luar dari kamar Intan menunggu di luar menyisakan Didin dan ibu nya untuk menemani intan .
" Sakit .... tidak ...kuat lagi " Didin terus mencium kening intan menatap ke bawa .
" Sedikit lagi Nak, sedikit lagi kamu akan bertemu dengan anak kalian " Ucap Iin lembut .
" Demi kakak ,kakak mohon sayang Sedikit lagi ,i love you intan " Bisik Didin lembut kembali mencium kening istrinya sambil menggegam tangan nya .
"Ayo Mba sedikit lagi rambutnya sudah kelihatan" Ucap bidan .
" Tarik napas hembuskan ,dorong "
" AaaakkkkkHhhhhhhhhhh" Intan mengangkat kepalanya mencekram tangan Iin dan Didin dengan kuat mengeluarkan semua tenaganya .
Didin terus berdoa dalam hatinya begitu juga Iin sambil menatap ke bawah dengan gugup .
Oek ......Oek ....Oek .....
Intan langsung terkulai lemas saat sudah berhasil melahirkan anaknya dengan deraian air mata dia menutup matanya karena lelah .
" Selamat Mas ,anaknya perempuan cantik seperti ibunya sehat tidak ke kekurangan apa pun,selamat Bu Cucu nya Cantik dan sehat " Ucap Bidan .
" Alhamdulillah " Ucap Iin
Didin langsung memeluk Intan mencium kening intan dengan lama .
" Terimakasih sayang sudah berjuang untuk melahirkan anak kita , terimakasih " Intan hanya mengaguk pelan dengan mata terpejam .
" I love you my wife , CUP " Didin mencium bibir intan sekilas lalu kembali mencium kening intan .
Setelah memisahkan penghubung antara ibu dan anak ,bidan memberikan bayi yang masih basah bercampur darah itu pada Neneknya sedangkan dia fokus dulu pada intan .
Saat sudah selesai urusan dengan intan dia kembali fokus pada bayi mungil yang sangat cantik dan putih .
" Maaf mas" Didin langsung mundur memberikan ruangan untuk Bidan dan Intan
Sedangkan di luar iin langsung menemui suami dan besan nya .
" Anaknya perempuan,sehat tidak kekurangan apa pun " kedua pria itu langsung bernapas lega .
" Alhamdulillah " Ucap keduanya .
" Ibu siapkan makan malam dulu , jangan dulu pulang iya pak kita makan malam di sini dulu sekalipun sudah terlambat " Ucap Iin .
" Bahkan saya tidak merasakan hal itu Bu " Ucap Ayah Didin ,membuat Usman tertawa .
" Sekarang aku sudah merasakan nya pak " Jawab Usman membuat keduanya tertawa .
" Buatkan kopi dulu Bu " Iin hanya mengagguk meninggalkan mereka .
" Maaf iya pak, ibunya Didin ....."
__ADS_1
" Harusnya kami yang minta maaf, ibunya Didin wajar membenci kami atau anak kami karena itu semua kesalahan dari kami, jika sejak awal aku tahu kalau Risna memiliki ...."
" Semuanya kembali pada takdir Pak, sekuat apa pun kita menjaga dan melawan jika memang Risna bukan jodoh Didin semuanya percuma ,mungkin Risna hanya perantara antara Didin dan Intan !! Semoga mereka selalu bahagia itu yang selalu saya panjatkan pada Tuhan ,dengan kehadiran anak mereka semoga semuanya semakin membaik " Potongnya cepat .
" Aamiin " Ucap Usman.
Tidak berselang lama bidan ke luar sambil membawa plasenta yang sudah di bungkus kain yang di pakai intan tadi .
" Maaf pak,ini plasenta nya "Ucap bidan lembut .
" Saya saja yang bawah ,boleh pak " Tanya Mertua intan pada Usman .
" Iya bawah lah " Ucap Usman .
" Apa intan sudah selesai " Lanjutnya
" Sudah pak " Usman mengaguk " Jangan pulang dulu iya Bu, maaf sudah Manahan anda terlalu lama di sini " Ucap Usman .
" Tidak papa pak ,sudah kewajiban saya membantu nya " Ucap Bidan .
" Kita makan malam dulu " Bidan hanya membalasnya dengan senyuman .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selepas kepergian Bidan Intan dan Didin terus menatap bayi mungil yang tidur di samping intan .
" Makasih sayang " Intan hanya mengaguk Tersenyum .
" Koh dia mirip kakak " Ucap Intan kesal .
" Itu berarti kamu mencintai kak " Jawabnya tertawa kecil .
Tak
Intan memegang kening nya yang terasa panas sambil menatap Didin .
" Kan tadi Kakak bilang gitu , Yang di bawah masih sakit Lo kak " Ucapnya cemberut .
" Makanya kalau bicara jangan asal ,sekali lagi kakak dengar kamu bicara begitu akan kakak lombokin mulutmu " Ucap Didin serius .
" Iya ...iya maaf " Ucap intan
CUP
Didin mencium kening istrinya lalu mengusap nya dengan pelan .
" Sakit " Intan mengaguk pelan dengan wajah murung " Kamu sudah punya anak yank ,tidak cocok " Ucap Didin tersenyum .
" Siapa Namanya kak " Tanya intan menatap ke samping .
" Dita ,Didin intan " Jawabnya Tersenyum
" Kakak pasti baru bikin kan " Didin mengaguk Tersenyum " Dia keluar nya dadakan jadi bingung , Awalnya mau tanya dulu kamu kalau sampai di sini tapi dia sudah tidak sabar bertemu ayah nya !! Iyakan sayang " Tanya Didin lembut .
Ceklek
__ADS_1
" Makan dulu nak " Ucap Iin .
" Makan dulu ,kamu pasti belum makan ,intan biar ibu yang temani " Lanjutnya mendekati mereka sambil membawa makanan untuk Intan .
" Koh air semua Bu " Protes intan saat iin mengakat mangkok sayur .
" Kacang merah ,astaga Bu intan tidak ....."
" Jangan banyak mengeluh , Ini juga buat anakmu biar ASI mu lancar " Ucap Iin cepat .
" Tapi Bu....iya Bu intan makan "Didin mengulum senyumnya " Demi Ade iya " Intan mengaguk pelan " Kakak ke luar dulu makan yang banyak " Ucap Didin .
" Iya kak " Jawab Intan.
Sesampainya Didin di meja makan dia sudah melihat ,ayah dan mertua nya sedangkan bidan memilih untuk di kotak saja karena di rumah juga ada yang menunggu nya .
" Ayah ,maaf tadi Didin tidak menyapa ayah " Ucap Didin saat duduk di samping ayah nya .
" Tidak papa Nak ,ari² nya ayah bawah iya " Didin mengaguk " Iya ayah " Jawab Didin .
" Apa kamu langsung balik Nak " Tanya Usman di sela makannya .
" Tidak yah,Didin libur dua Minggu " Jawab Didin .
" Mau langsung akikahan " Tanya Usman lagi .
" Iya Ayah ,biar selesai juga " Ucap Didin .
" Biar ayah saja yang cari kambing nya " Ucap Ayah nya .
" Tapi jangan pakai uang Ayah iya " Ayah mengagukan kepalanya .
" Siapa nama anak kalian " Tanya Usman .
" Dita yah " Jawab Didin .
" Bagus " Jawab keduanya .
" Nanti sebelum pulang ayah mau lihat dulu mereka " Ucap ayah Didin
" Ibu tahu " Hanya anggukan kepala " Yang penting ibu sudah tahu " Lanjutnya lagi .
" Tidak usah memikirkan ibumu, yang penting kalian baik² saja ,sehat jangan bertengkar itu sudah cukup bagi kami " Ucap Ayah nya .
' Makasih yah " Ucap Didin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment .
Vote
__ADS_1
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
"