Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
Chapter 7 Bersaing


__ADS_3

Sengaja Shakti Berangkat kesekolah pagi Sekali. karena ingin meminta maaf pada Suci terkait ke pura-puraannya Waktu itu.


Saat sampai di sekolah, belum ada seorangpun yang datang. Sembari menunggu Kedatangan Suci, ia berkutat dengan ponselnya. Namun Shakti merasa aneh, pasalnya ia mendengar keributan dari arah ruangan tempat Suci belajar.


Sempat merasa ketakutan, namun ia tepis rasa takutnya. karena dikalahkan oleh besarnya rasa penasaran.


Dengan berani Shakti mengintip dari jendela. dan betapa terkejutnya Shakti, melihat Aldi tengah menaruh buket bunga di meja tempat Suci belajar.


" ternyata dia rupanya? yang diam-diam menaruh bunga di meja Suci setiap harinya."


batin Shakti sembari mengepal tangannya dengan kuat.


brukkkk....., langsung Shakti mendobrak pintu dengan kasar. membuat Aldi terkejut di buatnya.


" ternyata kau yang selama ini menaruh bunga diam-diam ke meja Suci." emosi Shakti.


" kau benar sekali,!!! akulah yang selama ini menaruh bunga diam-diam di mejanya Suci." jawab enteng Aldi.


Bugh..!!!


Sebuah pukulan mendarat di wajah Aldi hingga membuatnya tersungkur dilantai.


" berani sekali kau." ucap Shakti sembari menarik kerah seragam yang dikenakan oleh Aldi.


" kenapa kau marah hah?? emang kau siapanya?, kau itu hanya temannya, bukan pacarnya. jadi kau tidak berhak melarangku untuk mendekatinya." tegas Aldi seraya menepis tangan Shakti yang sebelumnya menarik kerah bajunya.


degh..!!


Shakti tersentak mendengar perkataan Aldi. ia sadar apa yang dikatakan oleh Aldi semuanya benar. ia hanya temannya saat ini bukan pacarnya. jadi tidak ada hak baginya untuk melarang siapa saja yg mendekati Suci.


" aku tidak akan membiarkanmu mendekati Suci. karena hanya akulah yang pantas memilikinya." ucap Shakti sambil menunjuk kearah Aldi.


" ingatlah..!! waktu itu kau sudah menolak cintanya jadi bisa aku pastikan setelah penolakanmu waktu itu, pasti Suci tidak akan pernah Sudi lagi untuk kembali padamu." ujar Aldi sembari tersenyum menyeringai.


" Kau Jangan lupa, Suci mencintaiku, dan aku juga mencintainya. kau hanya akan membuang waktumu karena laki-laki yang akan dia pilih adalah aku!! paham." tekan Shakti.


" kita lihat saja nanti? diantara kita, siapa yang akan dipilih oleh Suci." tegas Aldi dengan tersenyum penuh percaya diri.


" baiklah..?? kita akan bersaing. diantara kita berdua siapa yang akan mendapatkan hati Suci nantinya." ujar Shakti.


" bodohnya aku? menolak cintamu waktu itu. tapi sekarang aku sadar dengan cintaku ini, aku akan membuatmu kembali padaku." batin Shakti.

__ADS_1


***


Suci terkejut mengetahui fakta bahwa Aldi lah yang selama ini menaruh bunga diam-diam padanya. ia tidak percaya bahwa selama ini Aldi menaruh perasaan padanya.


" aku minta maaf Suci, aku melakukan ini karena memang aku menyukaimu." ucap Aldi.


" tapi Aldi? aku....aku....".


" Suci tenanglah!! aku tidak akan memaksamu sekarang, tapi pelan-pelan aku akan buat kamu bisa menyukaiku seperti aku menyukaimu." ujar Aldi sembari tersenyum tulus kearah Suci.


" terima kasih Aldi, karena sudah mengerti aku." tersenyum balik kearah Aldi.


" iya sama-sama suci." ujar Aldi.


Bel berbunyi, pertanda jam pulang sekolah. tampak Suci sibuk berbenah hingga dikejutkan oleh 2 orang laki-laki yang sama-sama menaruh perasaan padanya. orang itu tidak lain adalah Shakti dan Aldi.


" Suci..!! pulangnya bareng aku ya.!!." ucap Shakti dan Aldi bersamaan.


" pulangnya bareng aku saja, karena rumahku dan rumah Suci sejalur jadi sekalian saja." ujar Aldi.


" gak bisa dong, dari dulu sampai sekarang, suci pulangnya bareng aku, ayo Suci bareng aku ajah." ajak Shakti.


Suci merasa frustasi berada ditengah-tengah mereka berdua, pasalnya mereka sama-sama tidak mau mengalah. alhasil Suci memilih pulang bersama Vara sahabatnya.


Vara tertawa lepas melihat raut wajah kecewa kedua laki-laki itu, hingga membuat Shakti maupun Aldi berdecak kesal.


" kasiaann...!!! ucap Vara sambil tertawa mengejek.


" diam ...!!!." ucap Aldi dan Shakti bersamaan.


" wahhh ucapnya bersamaan mulu, jangan..jangan kalian ini???." ejek Vara.


" amit-amit dah...??." ujar Shakti.


" apalagi gue..!!!." tambah Aldi.


Melihat tingkah lucu kedua laki-laki tersebut membuat Vara tertawa terpingkal-pingkal. sembari memegang perutnya karena saking lucunya akan kekonyolan mereka berdua.


***


Setelah beberapa menit perjalanan. akhirnya Suci tiba dirumahnya. setelah memasuki rumahnya, ia terkejut akan kedatangan keluarga Arka secara tiba-tiba dirumahnya.

__ADS_1


Arka yang merupakan teman masa kecilnya dulu saat ia masih duduk di bangku sd, mereka terpisah lantaran Arka melanjutkan pendidikannya diluar negeri. beda dengan Suci yang masih duduk di bangku SMA. sedangkan Arka, sudah sukses meraih gelar kedokteran.


"Ayo sayang? duduk dulu disini." panggil Alisa.


" iya mah." ucap Suci sembari duduk di sebelah ibunya.


" Suci, kamu sudah tumbuh dewasa ya rupanya, tambah cantik pula." ujar bunda iska selaku ibu kandung dari Arka.


" iya tambah cantik ya.!!!." tambah papah adam selaku ayah kandung dari Arka


" Makasi om, Bunda." ucap Suci sembari tersenyum malu-malu.


" Sekarang kami sangat yakin Kalau Suci sangat pantas jadi menantu kami." jelas Papah Adam.


Semua orang tersenyum bahagia mendengar penuturan papah Adam. lain hal dengan Suci, ia merasa terkejut akan ucapan papah Adam.


" Apakah pertemuan kedua keluarga ini menyangkut perjodohan antara aku dan Arka."


" Tapi om, Suci belum siap menikah, Suci masih ingin melanjutkan pendidikan om." bantah Suci tiba-tiba hingga semua hening seketika.


" hey nak, siapa bilang kau akan menikah sekarang, kau bisa melanjutkan pendidikan kapanpun kamu mau, ini hanya pertunangan, jadi untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan tergantung kesiapanmu Nak." ucap Papah Adam lembut.


" iya sayang, ini baru pertunangan kok, belum menikah, jangan khawatir." tambah Papah Haris sambil mengusap puncak kepala putrinya dengan lembut.


" baiklah om," ucap Suci sendu.


" baiklah pertunangan antara Suci dan Arka, akan diadakan Minggu depan, jadi Arka dan Suci bersiaplah."


Suci dan Arka mengangguk tanda setuju.


" Sekarang sudah saatnya aku melupakanmu Shakti, karena mulai sekarang aku akan belajar untuk mencintai Arka." Batin Suci.


Mendengar persetujuan Suci, tampak semua orang merasa senang kegirangan. karena perjodohan sedari kecil akan terwujud sekarang.


Lain hal dengan Suci, ia hanya diam membisu, ia terpaksa menerima perjodohan itu demi keluarganya. karena bila orang tuanya merasa senang, ia pun juga ikut merasa senang.


Namun bila membahas tentang cinta, di lubuk hatinya yang paling dalam, ia masih menyimpan perasaan terhadap Shakti. karena melupakan tak semudah membalikan telapak tangan.


Seperti itulah yang dirasakan Suci saat ini, ia butuh waktu agar bisa menutup hati untuk Shakti, dan menata kembali hatinya untuk arka seorang, serta belajar mencintai Arka, dan Arka seorang.


karena bagaimanapun Arka adalah Calon Suaminya nanti.

__ADS_1


Bersambung...


❤❤❤


__ADS_2