Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
Kebahagian mu lebih penting


__ADS_3

" Om " Ucap Gina terbata saat melihat Fandi sudah berada di sampingnya dan menarik nya .


' Kita perlu bicara " Gina menggeleng " Tidak ada lagi yang perlu di bicarakan " Ucap Gina .


" ikut " Fandi langsung membawa Gina menjauh dari intan dan Aris .


" Biarkan saja, dia hanya ingin semuanya selesai " Ucap Aris saat intan menatap nya " Ayo " Intan mengaguk lalu mengikuti Aris ke luar dari mall itu .


Tapi saat sampai di parkiran mereka bertemu dengan Dila .


" Intan " Dila menatap Aris lalu menatap Intan " Kalian beruda saja " Intan mengaguk saja " Kenalkan kak ini teman Intan " keduanya pun berkenalan .


" Aris "


" Dila "


" Kakak masuk dulu iya ,hati² kamu lagi hamil " Intan mengaguk Tersenyum "iya kak " Jawabnya lalu mereka berpisah dan Aris membantu Endang masuk dalam mobil .


' Kau kenal " Intan mengaguk " Calon istri kakak Fandi " Aris hanya ber O saja sebagai jawabannya .


" Mau langsung pulang " Intan menggeleng " Lalu " Tanya Aris .


" Terserah ,di rumah juga aku hanya sendiri " Jawabnya menatap ke luar .


" Kau tidak ingin ke restoran " Intan menggeleng " Aku tidak sepenting itu harus ke sana " Jawabnya dengan senyum kecut.


" Kapan pun kamu ingin pergi aku siap " Intan mengaguk karena memang dia sudah memberi tahu Aris sebelum nya tapi tidak dengan Gina,dia takut wanita itu keceplosan saat nanti bersama Fandi tidak lain sahabat suaminya .


' Ris "


" Hebm "


" Kamu tidak ingin memiliki pacar " Aris tertawa kecil " Aku hanya ingin fokus ,jika semua nya sudah selesai baru aku pikirkan itu ' Jawabnya menatap ke depan .


Kebahagian mu lebih penting sekarang Tan. Ucap Aris dalam hati .


Dan aku akan memastikan itu Lanjutnya lagi dalam hati .


" Tan "

__ADS_1


" Hebm "


" Maaf jika kamu tersinggung tapi aku merasa aneh setiap jalan denganmu " Intan langsung menatap Aris .


" Maksud nya " Tanya Intan .


" Apa kamu punya musuh ' Intan menggeleng " Sejak tadi motor itu mengikuti " Aris menatap kaca spion bagian kepala nya ,intan pun menatap ke belakang .


" Mungkin tujuannya sama kali Ris " Intan tetap berpikiran tenang Sekalipun dia juga takut .


" Iya kali iya " Jawab Aris ragu, karena setiap ke luar dengan intan dan Gina pasti akan seperti ini .


Bukannya dia tidak menyadari nya tapi semakin lama dia semakin aneh , pikirannya hanya intan karena dia sedang hamil .


" Mau di sini saja " Intan mengaguk ,Aris pun memarkirkan mobilnya dan nyatanya motor itu pun berhenti tidak jauh dari mereka .


" Ayo " Intan mengagguk lalu turun begitu juga Aris .


" Itu ada kursi kosong " Tunjuk Aris sebuah kursi panjang .


" Banyak anak² Ris " Aris mengaguk membenarkan " Apa nanti dia juga akan seperti itu " Aris menatap perut intan .


" Makasih ,maaf aku selalu merepotkan mu " Aris mengelus kepala intan dengan lembut " Jangan mengatakan itu aku membencinya " Intan hanya menjawabnya dengan senyuman .


" Mau es krim " Intan menggeleng ' Kayanya cilok enak " Jawab Intan .


" Bakso bakar juga " Aris tertawa kecil ' Baiklah, ada lagi " Tanya Aris .


" Itu saja " Jawab intan Tersenyum .


" Mau ikut atau tunggu " Tanya Aris sambil menatap sekeliling nya " Ikut " Arif bernapas lega dia tidak ingin intan panik atau yang lainnya .


" Ayo " Intan menerima uluran tangan Aris lalu berjalan ke pinggir taman di mana penjual kaki lima begitu banyak .


Mereka kembali ke tempat duduk semula ,bahkan Tangan intan penuh dengan jajanan ,padahal tadi dia hanya mengatakan dua tapi saat sampai di penjualan semuanya di beli .


Lagi² Aris lah yang membelinya karena pria itu menolak uang dari intan dengan alasan biaya persalinan nya nanti .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ ...

__ADS_1


Sedangkan di mall kini Dila sedang berhadapan dengan Gio,awalnya Dial bingung karena pria itu mengajaknya bertemu tanpa Fandi dan Didin.


" Pesan lah makanan ,setelah itu aku akan bicara " Dila menurut lalu memesan makanan sedang kan Gio hanya memesan jus saja .


" Kamu yakin akan menikah dengan Fandi ' Tanya Gio to the poin.


" Iya ,apa ada yang salah " Tanya balik Dila .


" Kamu tahukan Fandi memiliki kekasih " Dila terdiam " Bahkan kalian sudah pernah bertemu sekalipun baru sekali " Gio menatap Dila menunggu reaksi wanita itu " Aku hanya tidak ingin kamu menyesalinya karena hubungan mereka lebih dulu dari pada perjodohan kalian,dan kamu tahu pasti kenapa Fandi begitu membencimu dan aku tidak perlu menjelaskan itu " Dila mengaguk paham " Mereka saling mencintai dan kamu tidak punya hak jika kamu memintanya meninggalkan wanita itu begitu juga sebaliknya karena di sini kamu pendatang, mungkin ini agak sedikit kasar tapi pasti kamu tahu maksud ku karena kamu wanita punya pendidikan tinggi " Ucap Gio .


" Semua wanita salah bukan hanya wanita kami pria pun ingin menikah sekali saja ,dan itu bersama dengan orang yang di cintai ,apa kamu sudah sanggup menikah saat Fandi memikirkan wanita lain, apa kamu sanggup saat Fandi tidak melihatmu, apa kamu sanggup saat melihat nya dia lebih ceriah dan bahagia bersama wanita lain di banding denganmu yang mungkin nanti jadi istri nya " Lanjutnya lagi .


" Kamu tahu kesalahan mu bukan ,jadi jangan jadikan perjodohan ini menjadi alasan mu untuk kembali bersamanya karena itu akan membuat Fandi semakin membencimu ,aku tahu kamu masih begitu mencintai nya tapi penghianatan yang kamu buat itu terlalu sakit untuk nya dan kamu bisa melihat nya sekarang , setidaknya berkorban lah jadi dia bisa melihat mu sekalipun hanya sedikit " Terang Gio panjang lebar.


" Aku yakin kamu akan menemukan pria yang begitu kamu cintai, dan aku tidak ingin orang sekitar ku terluka ,kamu paham kan " Dila hanya mengaguk saja .


" Apa aku bisa bertemu dengan nya ,aku janji tidak akan menyakiti nya " Ujar Dila menatap Gio .


" Aku akan usahakan " Dila mengaguk menunduk " Jangan menangis, aku tahu ini berat " Dila hanya mengaguk .


Hingga pelayan membawakan makanan dan minuman pesanan mereka .


" Makanlah aku yakin di rumah sakit pekerjaan mu juga banyak " Dila menanggapi nya dengan senyuman lalu memakan pesanan nya .


" Anak pintar " Gio mengelus kepala Dila dengan lembut .


" Kau sudah besar " Ujarnya kesal membuat Gio tertawa kecil


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2