Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
Bukan level ku


__ADS_3

Laura langsung bergegas saat mendengar suara pintu apartemen terbuka dan dia yakin jika itu Fandi, karena hanya dia yang berani masuk .


" Mas " Panggil Laura lembut sambil tersenyum .


" Hebm "


" Kenapa lama ,dari tadi di tungguin !! baby nya rewel pengen mau makan malam dengan Mas " Ucap nya dengan kesal .


" Malam mba " Laura langsung menatap ke samping di mana Gina baru saja masuk lalu dia menatap Fandi .


" Tadi lagi temanin istri ku makan malam " Jawab Fandi .


" Maaf iya mba " Laura langsung merubah wajahnya membalas senyuman Gina .


" Tidak papa Mba " Jawabnya tersenyum .


" Ayo " Ajak Fandi merangkul pinggang Gina membuat Laura mengepalkan tangannya kuat.


Rasain emang enak ,semoga den Fandi sudah sadar kalau dia sudah memelihara ular Ucap bibi yang sejak tadi memperhatikan mereka .


" Selamat datang Bu " Gina mengaguk sambil tersenyum " Makasih bibi " Jawabnya lembut .


" Mau langsung istirahat " Tanya Fandi menatap Gina .


" Masa mau langsung ke kamar tidak enak sama mba Laura " Ucap Gina membuat Laura kaget perasaan nya mulai tidak tenang .


" Apa dia baik² saja " Laura mengaguk tersenyum " Kata dokter bulan depan mas harus ikut ,ada hal yang perlu di bicarakan " Ucap Laura lembut .


" Bibi " Pelayan langsung mendekat ke arah mereka " Iya Den " Jawab pelayan .


" Tadi temani Laura periksa " Pelayan menatap Laura yang langsung memasang wajah marah memberikan kode pada pelayan .


" Maaf Den, tapi hari ini Mba Laura tidak ke mana² hanya di apartemen " Jawab Bibi jujur membuat Laura melotot kan matanya .


" Tadi langsung pulang karena baby ingin sama mas " Bela Laura cepat .


" Aku kamar dulu iya " Fandi mengaguk tersenyum " Langsung istirahat ,cup " Ujar Fandi sambil mencium bibir Gina


" Mba tidak papa kan saya ikut nginap di sini, soalnya badanku sakit semua " Ucap Gina menatap Laura.


" Ah iya tidak papa Mba ,bi tolong di antarkan di kamar tamu iya " Ucap Laura lembut.


" Baik mba, Ayo bu " Ucap pelayan .


" Mas mau tidur di kamar " Tanya Laura sengaja mengeraskan suaranya agar Gina berpikiran jika mereka sering tidur bersama , sekalipun Fandi sudah mengatakan jika mereka tidak perna tidur sekamar apa lagi hubungan badan .


" Saya tidur di kamar biasa ,bibi antar istri ku di kamar biasanya iya " Laura langsung mengepalkan tangannya nya kuat .


" Kakak kalau mau tidur ...."


" Kami tidak sedekat itu sayang, sudah sana istirahat besok kita harus ketemu dokter , kamu juga tahu hubungan kami karena apa " Gina mengaguk saja lalu pergi meninggalkan mereka bersama pelayan .


" Dasar Nenek sihir " Gina langsung menatap pelayan kaget " Bibi bilang sama siapa " Tanya Gina serius .

__ADS_1


" Maaf Bu, bukannya saya mau ikut campur tapi Mba Laura itu bahaya Bu ,selalu saja mengandalkan bayi dalam kandungan nya padahal bukan anak den Fandi " Gina hanya tersenyum menanggapi itu .


" Bibi mau kerja sama tidak " Tanya Gina dengan sedikit berbisik " Apa itu Bu " Tanya pelayan .


" Nanti sampai di kamar dulu " Ucap Gina .


Sedangkan di ruangan tamu Fandi dan Laura masih duduk terdiam tanpa mengeluarkan suara apa pun .


" Mas "


" Hebm "


" Apa Mba Gina baik² saja " Fandi mengaguk " Dia sudah menerima kehadiran mu " Jawab Fandi datar .


" Syukurlah ,soalnya aku merasa bersalah karena sudah masuk dalam ...."


" Nanti juga kita akan bercerai dan kita hanya menikah siri " Ucap Fandi menatap Laura .


" Apa mas tega memisahkan kami berdua, bagaimana pun aku ibu kandung nya mas ,Aku tidak masalah jika hanya istri siri asal jangan memisahkan kami " Ucap Laura sendu .


" Kamu sudah menyetujui perjanjian itu Laura ,saat anak itu lahir yang jadi orang tuanya kami bukan kamu atau mantan mu " Ucap Fandi tegas.


" Aku akan kembalikan semua yang mas kasih asal jangan memisahkan kami " Fandi menatap Laura " Benarkah " Laura mengaguk cepat .


" Baiklah, kamu yang memilih jadi jangan lagi merubahnya " Laura langsung mengagguk cepat sambil tersenyum .


Tidak papa asal aku tetap menjadi istri nya tidak apa Siri tapi dengan pelan aku akan menggantikan posisi wanita yang berpenyakit itu. Ucapnya dalam hati .


" Mau istirahat cape " Jawab Fandi .


" Baby ingin sama mas Lo ,ingin tidur sama mas " Ujar Laura menatap Fandi m


" Nanti di temani bibi jika ingin di temani " Jawab Fandi lalu meninggalkan Laura begitu itu saja .


" Sial dia selalu menolak jika ingin tidur bersama ,tenang masih banyak waktu asal dia tidak akan meninggalkan kita " Ucap Laura sambil tersenyum miring .


dengan berat Laura pun berjalan ke kamarnya di mana letak kamar Fandi dan Laura bersampingan .


Saat Fandi membuka pintu dia melihat Gina sedang bercerita dengan pelayan .


" Sayang " Gina langsung merentangkan tangan nya.


Cup


Fandi langsung mencium kening Gina saat sudah berada di dekat wanita itu .


" Saya pamit ke luar Bu " Pamit pelayan .


" Iya Bi , makasih iya sudah temanin " Ucap Gina .


" Iya Bu, den mari " Fandi hanya mengaguk saja .


Saat Pelayan keluar dia melihat Laura berada di depan pintu kamar Fandi membuat wanita itu kaget .

__ADS_1


" Ada yang Mba Laura inginkan " Laura menatap Pelayan dengan sinis lalu masuk dalam kamarnya dan membanting pintunya karena kesal .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di tempat lain Gio dan Dila sedang makan di luar karena wanita hamil itu menginginkan makan cepat saji hingga kini mereka sudah berada di tempat terdekat dengan rumah orang tua Gio karena mereka baru kembali dari rumah orng tuan Dila .


Tapi saat sedang menunggu pesanan orang yang tidak di undang datang menghampiri ke duanya .


" Mas " Gio langsung menatap ke sumber suara ,sedangkan Dila hanya biasa saja .


" Mas di sini juga ,padahal Sandra tadi hanya lewat saja " Ucapnya lalu menarik kursi tanpa meminta izin terlebih dahulu pada Dila atau Gio .


" Sayang mau bungkus atau makan di sini " Tanya Gio lembut menatap Dila .


" Makan di sini saja honey, soalnya Ade yang mau " Ujar Dila lembut membuat Gio melongo karena ini pertamanya Dila memanggil nya dengan manis ingin sekali tertawa tapi dia tahan karena ada Sandra .


" Baiklah, Ade sabar Aunty nya belum datang " Ucap Gio lembut sambil mengelus perut Dila .


" Kandungan dokter Dila sudah besar iya " Tanya Sandra .


" Iya , sudah mau masuk 5 bulan jadi besar " jawab Dila tenang .


" Padahal kalian menikah baru empat bulan Lo ,iya kan mas " Ucap sandra sedikit meninggikan suaranya tapi Gio hanya diam saja begitu juga Dila .


" Kita masih pacaran kan mas saat itu " Lanjutnya lagi tapi kedua manusia itu hanya diam membuat Sandra kesal .


" Maaf permisi " Ucap pelayan membawakan pesanan Dila dan Gio .


" Makasih Mba " Ucap Dila lembut .


" Iya " Jawab Pelayan tersenyum lalu meninggalkan meja Dila dan Gio .


" Mau makan yang mana dulu " Tanya Gio lembut .


" Ayamnya dulu ,tapi kulit nya saja iya " Gio langsung menatap Dila " dagingnya " Dila menggeleng " Harus sama daging nya jika tidak kita pulang " Ucap Gio tegas .


" Mual " Rengek Dila Manja " Coba dulu ok " Dila mengaguk dengan wajah di tekuk membuat Sandra ingin menjambak rambut wanita itu .


Sorry kita bela level Ucap Dila tersenyum mengejek sandra membuat wanita itu semakin emosi dan meninggalkan meja Dila dan Gio begitu saja .


Niat ingin membuat mereka malu, malah dia sendiri yang emosi ,saat memesan tidak sengaja dia melihat Gio dan Dila sehingga dia ke arah meja mereka .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰


Like


Koment


vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2